Crypto Titans Unite: New Group To Forge Global Blockchain Transaction Standard

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-07Terakhir diperbarui pada 2025-11-07

Abstrak

A new industry group called the Blockchain Payments Consortium has formed with the aim of setting common rules for how...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A new industry group called the Blockchain Payments Consortium has formed with the aim of setting common rules for how blockchains move money.

According to statements from participants and industry summaries, the consortium brings together seven major firms and foundations that support different blockchains and infrastructure.

The group says it wants a shared framework that covers both the technical steps of a transfer and the compliance data that banks and regulators expect.

Blockchain: Standardizing Cross-Chain Stablecoin Transfers

The founding members listed include Fireblocks, Solana Foundation, TON Foundation, Polygon Labs, Stellar Development Foundation, Mysten Labs and Monad Foundation.

Based on reports, the initial focus will be on stablecoin payments that move between different blockchains. That area has grown large: on-chain payments last year were reported at roughly $20 trillion in total volume, a figure that market watchers point to when arguing for clearer, shared rules.

Why The Group Formed

Industry sources say the consortium’s backers want to reduce friction that arises when one chain speaks one way and another chain speaks a different way.

Reports note that firms and banks often need consistent data attached to payments — things like origin, purpose and compliance flags — before they will accept a payment.

The consortium aims to define how that data should travel along with a token when it crosses networks, and how settlement and reconciliation should be handled so companies can rely on the result.

According to BPC, blockchain rails are “reshaping the global payments landscape.” But for blockchain payments to reach full potential, the group said they must “address the inconsistent and fragmented experiences individuals and institutions face when moving between traditional payments and blockchain.”

As of today, the market cap of cryptocurrencies stood at $3.34 trillion. Chart: TradingView

Cross-Industry And Regulatory Reach

The group plans to act as a bridge between blockchain projects and regulators. It expects to propose templates that exchanges, custodians and payment processors can use so that audits and reporting become easier.

Some members have warned that getting regulators across several jurisdictions to accept the same approach will be difficult. Reports also point out that different chains use different technical designs, which makes a one-size-fits-all solution hard to implement.

The consortium has described its work in general terms so far, focusing on a framework rather than a finished protocol. Based on reports, concrete outputs could include data formats, API patterns and recommended checks that service providers should run during cross-chain transfers.

Featured image from Yuichiro Chino/Getty Images, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

"Tidak ada kepanikan di pasar". Apa yang akan terjadi dengan Bitcoin minggu ini

Harga Bitcoin (BTC) turun sekitar 2% dalam seminggu, diperdagangkan di sekitar $63,5 ribu per 17 Agustus, tetap dalam kisaran $62-65 ribu seperti sepanjang awal bulan. Para ahli menyoroti faktor-faktor penghambat kenaikan. Latar belakang makroekonomi AS sedikit membaik dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang biasanya mendukung aset berisiko seperti kripto. Namun, ini saja tidak cukup untuk mendorong kenaikan signifikan. Penanda sentimen utama adalah aliran dana masuk/keluar ke ETF spot Bitcoin di AS. Aliran keluar bersih sekitar $389 juta pekan lalu memberi sinyal negatif dan menyulitkan pembeli menembus level resistensi. Altcoin seperti Ethereum, Solana, dan XRP juga melemah, dengan pasar yang sangat selektif. Tekanan tambahan berasal dari penjualan berkelanjutan oleh perusahaan Strategy milik Michael Saylor (meski berhenti pekan ini) dan tidak adanya kemajuan regulasi kripto di AS, seperti penundaan RUU CLARITY Act dan pembatalan pertemuan SEC. Untuk pekan depan, perhatian pasar akan terfokus pada risalah rapat The Fed dan dinamika ETF. Level kunci support BTC adalah zona $61-62 ribu, sementara untuk kembali ke tren naik perlu konsolidasi di atas $66-67 ribu. Skenario dasar untuk saat ini adalah pergerakan sideways (mendatar) dengan volatilitas tinggi dalam kisaran $60-66 ribu. Tidak ada kepanikan di pasar, tetapi juga belum ada dasar untuk reli berkelanjutan. Jika BTC bisa bertahan di atas $64-65 ribu, pergerakan menuju $67 ribu mungkin dicoba. Namun, untuk menguji $68-70 ribu, pasar memerlukan aliran masuk ETF yang stabil, latar belakang eksternal yang tenang, dan sinyal lunak dari The Fed. Sebaliknya, jika BTC gagal mempertahankan level di atas $62 ribu, tekanan bisa meningkat dengan cepat menuju $60 ribu, dan dalam skenario terburuk, penurunan jangka pendek ke area $58-59 ribu mungkin terjadi, meski ini lebih merupakan risiko daripada skenario utama saat ini.

cryptonews.ru4m yang lalu

"Tidak ada kepanikan di pasar". Apa yang akan terjadi dengan Bitcoin minggu ini

cryptonews.ru4m yang lalu

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

Boom AI Hadapi Masalah Penggunaan Utang Berlebihan Setelah Runtuhnya Dana dengan 67% Investasi Dana lindung nilai Situational Awareness AI milik Leopold Aschenbrenner anjlok sekitar 67% pada Juli karena margin call, memaksa penjualan seluruh portofolio publiknya. Keruntuhan ini mempertanyakan prospek pasar saham untuk paruh kedua 2026. Meski prediksi permintaan AI akurat, dana yang sebelumnya mencetak return 439% dengan leverage 4x hampir mengalami bencana akibat penurunan 35-47% pada posisi utamanya di infrastruktur dan chip AI. Kesalahan bukan pada taruhannya. Portofolio dana banyak berisi saham seperti SanDisk dan Micron, didukung data pertumbuhan permintaan chip memori dan kenaikan harga NAND serta DRAM. Namun, indeks semikonduktor Philadelphia turun hampir 30% dari puncaknya, dan leverage tinggi mencegah dana bertahan hingga pemulihan. Bank sentral seperti Bank of England telah memperingatkan risiko peningkatan leverage di pasar saham, terutama pada perusahaan AI yang dinilai terlalu tinggi. Mereka mengingatkan insiden seperti Archegos 2021. Pertanyaan terbuka adalah apakah perdagangan AI institusional akan bertahan. JP Morgan menyebut efek leverage mungkin masih ada, tetapi investor cenderung beralih ke aset riil berjangka panjang. Investasi AI tidak melambat (diperkirakan mencapai $7.6 triliun untuk daya komputasi dan data center), namun pasar mungkin lebih berhati-hati dalam menerima risiko, dan apakah penurunan berikutnya akan dihadapi modal sabar atau penjualan panic oleh pemegang saham dengan leverage tinggi.

cryptonews.ru6m yang lalu

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

cryptonews.ru6m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

Blockstream telah mengumumkan dimulainya fase beta untuk layanan pertukaran aset tanpa kepercayaan (trustless swap) mereka, yang disebut Blockstream Swaps. Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi perpindahan Bitcoin antara jaringan utama (mainchain), Lightning Network, dan sidechain Liquid. Keputusan ini muncul tak lama setelah Boltz, penyedia layanan serupa, menutup operasinya karena serangan yang dilakukan oleh agen kecerdasan buatan (AI). Blockstream menekankan bahwa mereka tidak bermaksud menggantikan Boltz, melainkan untuk meningkatkan ketahanan dan keandalan ekosistem Bitcoin. Mereka telah mengembangkan layanan ini sebelumnya, namun penutupan Boltz memberikan dorongan urgensi. Blockstream Swaps melengkapi kemampuan pertukaran atom antara Lightning dan Liquid yang telah ada, dengan menambahkan dukungan untuk Bitcoin jaringan utama, sehingga menciptakan konektivitas penuh antara ketiga lapisan tersebut. Sementara itu, penutupan Boltz dan insiden keamanan pada operator Lightning Network lainnya seperti ZEUS telah menimbulkan kekhawatiran. Namun, data menunjukkan bahwa jaringan Lightning Network secara keseluruhan tetap tumbuh selama periode tersebut, mengindikasikan masalah terletak pada level operator, bukan protokol inti. Industri saat ini sedang menghadapi perlombaan senjata dalam keamanan siber, dengan banyak perusahaan Bitcoin yang kini beralih ke laboratorium AI canggih untuk melawan ancaman yang semakin canggih dari penyerang yang memanfaatkan AI.

cryptonews.ru9m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

cryptonews.ru9m yang lalu

Trading

Spot
活动图片