Аналитик заявил о завершении бычьего рынка биткоина в октябре

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-11-05

Криптоаналитик под псевдонимом gigisulivan заявил: текущий бычий рынок биткоина фактически завершился в октябре 2025 года, несмотря на сохраняющийся оптимизм в социальных сетях. По его мнению, многочисленные посты о грядущих снижениях ставок ФРС, институциональном принятии криптовалют и новых законах в США не отражают реального состояния дел. Он отметил, что многие инвесторы, особенно новички, цепляются за надежду на «суперцикл», обещающий рост до $150 000 и выше, но подобные ожидания не имеют под собой фундаментальных оснований. Эксперт подчеркнул, что отсутствие полноценного «сезона альткоинов» и высокий уровень доминации биткоина — четкие признаки ослабления бычьего импульса.

Аналитик напомнил: хронология рыночных циклов остается самым надежным способом определения их пиков. По его расчетам, промежутки между вершинами бычьих циклов составляют около 1425 дней, а даты завершения всегда сдвигаются на месяц раньше предыдущего цикла: декабрь 2017 года, ноябрь 2021-го и октябрь 2025-го. Следуя этой закономерности, следующий пик можно ожидать лишь в сентябре 2029 года. Такой временной паттерн, по мнению gigisulivan, нельзя игнорировать, и он подтверждает, что текущая волна роста уже подошла к концу.

С точки зрения теханализа, 2025 год почти полностью повторил структуру цикла 2021 года, включая 2 ярко выраженных пика и промежуточную коррекцию в середине. Аналитик отметил, что пробой 50-недельной скользящей средней (50SMA) и закрепление цены ниже нее станут окончательным подтверждением завершения бычьей фазы. Кроме того, он подчеркнул важность отрицательной дивергенции на графиках, которая традиционно сигнализирует о том, что рынок исчерпал потенциал для роста и пришло время фиксировать прибыль.

Эксперт обратил внимание, что ключевые метрики, такие как MVRV, Puell Multiple и NUPL, не достигли экстремальных значений, характерных для пиков предыдущих циклов. Единственным индикатором, подавшим тревожный сигнал, стал Long-Term SOPR, превысивший значение 6 в июле. По его словам, это указывало на чрезмерную прибыльность долгосрочных держателей и возможное начало их выхода из рынка.

Bacaan Terkait

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

Boom AI Hadapi Masalah Penggunaan Utang Berlebihan Setelah Runtuhnya Dana dengan 67% Investasi Dana lindung nilai Situational Awareness AI milik Leopold Aschenbrenner anjlok sekitar 67% pada Juli karena margin call, memaksa penjualan seluruh portofolio publiknya. Keruntuhan ini mempertanyakan prospek pasar saham untuk paruh kedua 2026. Meski prediksi permintaan AI akurat, dana yang sebelumnya mencetak return 439% dengan leverage 4x hampir mengalami bencana akibat penurunan 35-47% pada posisi utamanya di infrastruktur dan chip AI. Kesalahan bukan pada taruhannya. Portofolio dana banyak berisi saham seperti SanDisk dan Micron, didukung data pertumbuhan permintaan chip memori dan kenaikan harga NAND serta DRAM. Namun, indeks semikonduktor Philadelphia turun hampir 30% dari puncaknya, dan leverage tinggi mencegah dana bertahan hingga pemulihan. Bank sentral seperti Bank of England telah memperingatkan risiko peningkatan leverage di pasar saham, terutama pada perusahaan AI yang dinilai terlalu tinggi. Mereka mengingatkan insiden seperti Archegos 2021. Pertanyaan terbuka adalah apakah perdagangan AI institusional akan bertahan. JP Morgan menyebut efek leverage mungkin masih ada, tetapi investor cenderung beralih ke aset riil berjangka panjang. Investasi AI tidak melambat (diperkirakan mencapai $7.6 triliun untuk daya komputasi dan data center), namun pasar mungkin lebih berhati-hati dalam menerima risiko, dan apakah penurunan berikutnya akan dihadapi modal sabar atau penjualan panic oleh pemegang saham dengan leverage tinggi.

cryptonews.ru4m yang lalu

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

cryptonews.ru4m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

Blockstream telah mengumumkan dimulainya fase beta untuk layanan pertukaran aset tanpa kepercayaan (trustless swap) mereka, yang disebut Blockstream Swaps. Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi perpindahan Bitcoin antara jaringan utama (mainchain), Lightning Network, dan sidechain Liquid. Keputusan ini muncul tak lama setelah Boltz, penyedia layanan serupa, menutup operasinya karena serangan yang dilakukan oleh agen kecerdasan buatan (AI). Blockstream menekankan bahwa mereka tidak bermaksud menggantikan Boltz, melainkan untuk meningkatkan ketahanan dan keandalan ekosistem Bitcoin. Mereka telah mengembangkan layanan ini sebelumnya, namun penutupan Boltz memberikan dorongan urgensi. Blockstream Swaps melengkapi kemampuan pertukaran atom antara Lightning dan Liquid yang telah ada, dengan menambahkan dukungan untuk Bitcoin jaringan utama, sehingga menciptakan konektivitas penuh antara ketiga lapisan tersebut. Sementara itu, penutupan Boltz dan insiden keamanan pada operator Lightning Network lainnya seperti ZEUS telah menimbulkan kekhawatiran. Namun, data menunjukkan bahwa jaringan Lightning Network secara keseluruhan tetap tumbuh selama periode tersebut, mengindikasikan masalah terletak pada level operator, bukan protokol inti. Industri saat ini sedang menghadapi perlombaan senjata dalam keamanan siber, dengan banyak perusahaan Bitcoin yang kini beralih ke laboratorium AI canggih untuk melawan ancaman yang semakin canggih dari penyerang yang memanfaatkan AI.

cryptonews.ru6m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

cryptonews.ru6m yang lalu

Trading

Spot
活动图片