Рынок ЦФА в России превысил $12 млрд

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-30Terakhir diperbarui pada 2025-10-31

Объем российского рынка цифровых финансовых активов достиг 1 трлн рублей (около $12 млрд). Об этом рассказал глава Российского союза промышленников и предпринимателей Александр Шохин на Веронском евразийском экономическом форуме

Также он заявил, что у ЦФА есть потенциал стать основой мировой финансовой системы.

Что такое ЦФА: полный гайд и ответы на вопросы

По его словам, быстрое развитие цифровых экосистем создает предпосылки для появления новых форм партнерств между индустриальными компаниями, банками и финансовыми организациями.

«Апробированы многие инструменты и сформирован рынок цифровых финансовых активов, который достиг уже 1 трлн рублей. Состоялось уже более 2 тыс. выпусков цифровых финансовых активов», — сказал Шохин.

Он также подчеркнул, что цифровые активы могут стать ключевым элементом будущей глобальной финансовой архитектуры.

«В текущих условиях денежно-кредитной политики Центрального банка для бизнеса цифровые активы являются реальной возможностью привлечения финансирования. Кроме того, цифра и цифровая валюта становятся неотъемлемой частью международных расчетов. ЦФА, в частности, гибридные цифровые финансовые активы могут быть привязаны к финансовым и реальным активам», — отметил он.

Шохин добавил, что «это позволит выстроить новую гибкую доверенную мировую финансовую систему, основанную на реальной стоимости и защищенной технологиями блокчейн».

В качестве примера он привел возможность привязки цифровых активов к золоту, другим драгоценным металлам, отдельным криптоактивам и востребованным товарам — нефти, зерну и сырью.

Для этого, по словам главы РСПП, необходимо обеспечить совместимость цифровых платформ и внести изменения в законодательство. Шохин отметил, что в России и странах Евразийского экономического союза уже активно внедряются инновационные решения в коммерческие процессы, создавая базу для дальнейшего развития цифровой экономики.

Напомним, ранее финансист и управляющий активами Александр Рябинин в беседе с редакцией BeInCrypto объяснил, почему ЦФА на самом деле не прижились в России.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit1j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit1j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru1j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片