Эксперты Halborn: в секторе Web3 усиливаются меры защиты цифровых активов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-21Terakhir diperbarui pada 2025-10-30

Безопасное хранение цифровых активов стало одной из главных задач в эпоху индустрии Web3. В отличие от традиционного финансового сектора, где активы статичны и могут быть восстановлены после инцидента, цифровые валюты в секторе Web3 реализованы через смарт-контракты. Это создает совершенно уникальные и новые риски. Потеря или кража частного ключа может привести к полной утрате средств без возможности восстановления, а прозрачность блокчейна делает атаки более разрушительными. Об этом заявили исследователи Halborn.

В экосистеме Web3 существуют различные модели хранения криптовалют — от самоконтроля пользователем до передачи активов специализированным кастодианам. Однако все они сталкиваются с общими проблемами: уязвимостью частных ключей, рисками взлома и отсутствием четкой регуляторной базы. Даже крупные финансовые организации, такие как Citi, разрабатывают решения для безопасного управления цифровыми активами, осознавая масштаб угроз.

Особое внимание уделяется защите частных ключей, которые играют роль единственного инструмента доступа. Потеря или компрометация может привести к передаче криптовалюты злоумышленникам. Компании внедряют аппаратные хранилища, многоуровневые схемы авторизации и распределенные системы управления ключами, чтобы минимизировать риск ошибки и утечки данных.

По словам экспертов, еще одной сложностью остается программируемость активов Web3. В отличие от статичных инструментов, таких как облигации или акции, токены в блокчейне обладают функциональностью, заложенной в коде. Это расширяет возможности, но также увеличивает риски несанкционированного использования.

Инфраструктура Web3 также требует комплексного подхода к защите. Смарт-контракты, оракулы, мосты и сторонние сервисы образуют обширную поверхность атаки. Отдельной проблемой остается регуляторная неопределенность. «Поскольку блокчейн — глобальная система, различные страны вводят противоречивые требования, что усложняет деятельность кастодианов», — подчеркнули специалисты. Для снижения рисков специалисты советуют сочетать технологические и организационные меры.

Bacaan Terkait

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Yayasan Ethereum (EF) menghadapi masa transformasi dan tantangan besar. Baru-baru ini, tim dukungan protokol EF secara resmi dibubarkan, menyusul pengunduran diri setidaknya 8 staf senior tahun ini, termasuk direktur eksekutif bersama Aya Wang. Restrukturisasi internal ini, yang disebut sebagai PHK terbesar sejak EF berdiri, memangkas 20% anggotanya. Perubahan organisasi ini bertepatan dengan munculnya lembaga independen baru seperti Ethlabs dan Ethereum Institutional, yang didirikan oleh mantan anggota EF. Lembaga-lembaga ini bertujuan mengambil alih beberapa fungsi EF, seperti penelitian, pengembangan, dan adopsi kelembagaan, menandai pergeseran menuju ekosistem Ethereum yang lebih terdesentralisasi. Sementara itu, tim keamanan EF mulai menggunakan agen AI untuk menguji dan menemukan kerentanan dalam protokol Ethereum, menunjukkan evolusi dalam metode keamanan, meskipun AI belum sepenuhnya menggantikan peran peneliti manusia. Tonggak transformasi ini memunculkan pertanyaan tentang peran masa depan EF. Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, sebelumnya menyatakan bahwa EF seharusnya tidak menjadi pusat ekosistem dan beralih ke pendekatan yang lebih kecil dan berjangka panjang. Dengan ETH yang kesulitan menembus level harga tertentu, banyak yang mempertanyakan kemampuan EF dalam memimpin pertumbuhan ekosistem ke depan. Beberapa pengamat berspekulasi bahwa peran EF mungkin akan berkurang menjadi simbol atau "maskot" bagi ekosistem, sementara organisasi baru yang lebih gesit memimpin inovasi dan adopsi skala besar.

Odaily星球日报3m yang lalu

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Odaily星球日报3m yang lalu

IP Token Anjlok 98%, Restrukturisasi DATA adalah Upaya Terakhir? Mengurai Transformasi Story Protocol

**Story Protocol Berubah Jadi DATA Foundation: Upaya Terakhir atau Rekayasa Strategis?** Token IP dari Story Protocol telah anjlok 98% dari puncaknya. Pada 25 Juni, proyek ini mengumumkan rebranding menjadi DATA Foundation dan akan mengubah token menjadi DATA, beralih dari fokus IP ke infrastruktur data pelatihan AI. Artikel ini menganalisis bahwa rebranding seringkali adalah pengakuan kegagalan strategi lama, bukan sinyal pemulihan. Banyak contoh seperti MultiversX (Elrond) dan Golem gagal karena setelah rebranding tidak diikuti peningkatan produk, pengguna, atau likuiditas yang nyata. Namun, menilai hanya dari harga token bisa menyesatkan. Contoh seperti Kaia dan Polygon menunjukkan bahwa meski harga turun, eksekusi bisnis di lapangan bisa tetap kuat. Kesuksesan sejati ditunjukkan oleh Aave (dulu ETHLend), di mana pertumbuhan pengguna dan TVL mendahului kenaikan harga. Untuk Story/DATA, rebranding diumumkan dua minggu setelah token mencapai rekor terendah, sehingga diragukan sebagai langkah strategis jangka panjang. Pergantian CEO di yayasan juga menandai babak baru. Keberhasilan transformasi ini akan diuji oleh tiga hal: kekuatan relatif token vs pasar, likuiditas on-chain pasca-pertukaran, dan pertumbuhan nyata pengguna/pendapatan dari narasi data AI baru. Tanpa hasil nyata di ketiga aspek tersebut, rebranding ini berisiko hanya menjadi upaya marketing terakhir sebelum terlupakan.

Foresight News51m yang lalu

IP Token Anjlok 98%, Restrukturisasi DATA adalah Upaya Terakhir? Mengurai Transformasi Story Protocol

Foresight News51m yang lalu

Trading

Spot
活动图片