Coinbase инвестирует в индийскую биржу CoinDCX, расширяя своё присутствие в Южной Азии и на Ближнем Востоке

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-07-14Terakhir diperbarui pada 2025-10-15

Американская криптобиржа Coinbase укрепляет свои позиции на развивающихся рынках, инвестируя в индийскую платформу CoinDCX. Оценочная стоимость индийской компании после этого шага достигла $2,45 млрд.

Это стратегическое партнерство знаменует собой сознательный выбор Coinbase в пользу модели «партнерства для проникновения» на сложные регулируемые рынки, вместо прямого противостояния местным правилам. Фокус будет сосредоточен на двух ключевых регионах — Индии и Ближнем Востоке, которые вместе насчитывают более 100 миллионов владельцев криптовалюты.

Генеральный директор CoinDCX Сумит Гупта охарактеризовал альянс как стратегическое согласование, основанное на прозрачности и доверии. Со своей стороны, глава Coinbase Брайан Армстронг заявил, что это поможет ускорить внедрение криптовалют в этих динамично развивающихся регионах.

Финансовые показатели CoinDCX подчеркивают потенциал сделки: годовой доход компании составляет $141 миллион, а объем транзакций достигает $165 миллиардов.

По мнению экспертов, эта инвестиция не только связывает технологический потенциал Индии с капиталом Ближнего Востока, но и может ускорить формирование более четких регуляторных рамок в регионе. Сделка также свидетельствует об изменении подхода иностранных бирж к выходу на индийский рынок, что открывает путь для более тесного сотрудничества.

Bacaan Terkait

Chen Danqing: Saya Sama Sekali Tidak Berhak Berpendapat Soal AI Ini

Berikut adalah ringkasan artikel dalam bahasa Indonesia: **Judul: Chen Danqing: Saya Sama Sekali Tidak Memiliki Kualifikasi untuk Berpendapat tentang AI** Artikel ini membahas pandangan dan aktivitas pelukis sekaligus kurator Chen Danqing, terutama perannya sebagai Direktur Museum Seni Muxin di Wuzhen. Sejak 2019, Chen memilih untuk tidak lagi mengadakan pameran tunggal dan lebih fokus mengkurasi pameran untuk museum tersebut, yang ia gambarkan sebagai "mengundang jiwa-jiwa dari ratusan tahun lalu ke Wuzhen". Museum Seni Muxin dikenal dengan pameran tematiknya yang menyajikan tokoh-tokoh sastra dan seni dunia seperti Nietzsche, Shakespeare, Tolstoy, dan Chopin melalui benda-benda peninggalan mereka. Chen melihat keberadaan museum di kota kecil seperti Wuzhen sebagai suatu pencapaian, dan lokasinya di area wisata memudahkan akses pengunjung tanpa perlu "membujuk" mereka masuk. Dalam wawancara dengan *New Weekly*, Chen Danqing membahas berbagai topik: * **Tantangan Mengkurasi Pameran:** Ia mengakui sulitnya menampilkan esensi penulis seperti Dostoevsky dalam ruang fisik, tetapi ia percaya pada ketertarikan alami publik terhadap sastra. * **Seni dan Publik:** Chen menolak dikotomi seni "minoritas" vs "mayoritas". Ia mencontohkan antusiasme terhadap siaran langsung diskusi tentang *My Brilliant Friend* yang mencapai 2 juta penonton selama pandemi. * **Perubahan dalam Dunia Seni:** Ia menyoroti kemajuan besar dalam penyebaran informasi seni melalui internet dibandingkan puluhan tahun lalu. Namun, ia juga mengkritik fenomena "check-in" di media sosial yang terkadang mengaburkan pemahaman mendalam terhadap konten pameran. * **Posisinya di "Dunia Seni":** Chen menegaskan bahwa dirinya selalu berada di luar "dunia seni" arus utama. Ia lebih menikmati perannya sebagai pengamat dan pemandu untuk menikmati seni, seperti dalam serial video *Local*. * **Tentang AI:** Terkait pertanyaan tentang seni dan Kecerdasan Buatan (AI), Chen Danqing secara tegas menyatakan bahwa dirinya "sama sekali tidak memiliki kualifikasi untuk berpendapat". Ia mengaku tidak menggunakan alat bantu AI untuk melukis atau menulis, karena proses kreatif tersebut adalah kesenangan tersendiri baginya. Ia juga mengungkapkan kekesalan terhadap maraknya video dan konten deepfake AI yang memalsukan suara dan perkataannya untuk menyebarkan rumor. Secara keseluruhan, artikel ini menggambarkan Chen Danqing sebagai seorang figur yang berdedikasi pada misi pendidikan dan apresiasi seni-sastra melalui Museum Muxin, sambil tetap menjaga sikap kritis dan jarak terhadap hiruk-pikuk dunia seni kontemporer dan perkembangan teknologi seperti AI.

marsbit12m yang lalu

Chen Danqing: Saya Sama Sekali Tidak Berhak Berpendapat Soal AI Ini

marsbit12m yang lalu

Blockchain Capital: Bull Market Berikutnya Mungkin Lebih Dekat dari yang Anda Kira

Blockchain Capital mengungkapkan dalam podcast Bankless bahwa industri kripto saat ini sedang berada pada tahap "dasar kurva-S", mirip dengan internet di periode 2003-2004. Ini terjadi setelah transisi infrastruktur seperti bandwidth lebar, di mana ruang blokir telah menjadi murah dan melimpah. Perhatian kini beralih ke lapisan aplikasi, dengan biaya transaksi yang lebih rendah memungkinkan nilai bergerak ke protokol di atasnya, menggeser teori dari "protokol gemuk" ke "aplikasi gemuk". Stablecoin memainkan peran kunci sebagai Real World Asset (RWA) pertama yang sukses, menciptakan likuiditas besar-besaran di ekosistem on-chain. Setiap $1 miliar stablecoin baru diperkirakan menghasilkan aktivitas ekonomi sekitar $122 miliar dan pendapatan protokol $19 juta per tahun. Tokenisasi saham akan mengikuti dua gelombang: pertama, akses yang mudah bagi investor global; kedua, peningkatan efisiensi modal melalui komposabilitas di DeFi. Sementara banyak VC kripto yang beralih ke AI, Blockchain Capital tetap fokus karena adanya katalis positif seperti regulasi yang lebih jelas dan adopsi institusional. Industri mengalami "sakit pertumbuhan" karena adopsi arus utama dan kepatuhan, tetapi inti desentralisasi tetap menjadi fondasi yang menarik. AI dan kripto memiliki pola investasi serupa, tetapi kripto telah lama beroperasi di lingkungan tanpa hambatan perangkat lunak, memberikan pelajaran tentang ketahanan.

marsbit12m yang lalu

Blockchain Capital: Bull Market Berikutnya Mungkin Lebih Dekat dari yang Anda Kira

marsbit12m yang lalu

Ujian Tengah Tahun Bursa Korea: Pendapatan Tergerus Separuh, Laba Menguap, Kutukan Siklus Industri Kripto

Dua bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit (milik Dunamu) dan Bithumb, melaporkan penurunan kinerja keuangan yang drastis untuk paruh pertama 2026. Pendapatan Dunamu turun 49,1% menjadi 4.081 miliar won, dengan laba bersih anjlok 74,1%. Sementara itu, pendapatan Bithumb turun 48,7% menjadi 1.688 miliar won, dan justru mencatat kerugian bersih 1.087 miliar won, berbanding terbalik dengan laba tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan volume perdagangan di lima bursa berizin Korea yang menyusut hampir 50%. Penyebabnya adalah perpindahan modal retail ke saham sektor AI dan semikonduktor seperti Samsung Electronics, serta antisipasi penerapan pajak capital gain kripto sebesar 22% mulai 2027. Meski menghadapi krisis, kedua perusahaan tetap melanjutkan rencana IPO. Dunamu bermitra dengan Naver Financial untuk bertransformasi menjadi perusahaan fintech, sementara Bithumb fokus pada perbaikan tata kelola internal. Laporan ini menyoroti tantangan mendasar bursa kripto: ketergantungan ekstrem pada pendapatan fee transaksi membuat mereka sangat siklis, seperti perusahaan sekuritas tradisional. Profitabilitas mereka bergantung sepenuhnya pada kondisi pasar, sehingga sulit mendapatkan valuasi yang stabil dari investor publik. Tantangan terbesar bagi Upbit dan Bithumb adalah meyakinkan pasar bahwa mereka dapat bertahan saat volume perdagangan kembali merosot di masa depan.

marsbit35m yang lalu

Ujian Tengah Tahun Bursa Korea: Pendapatan Tergerus Separuh, Laba Menguap, Kutukan Siklus Industri Kripto

marsbit35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片