Financial Analyst Reveals How XRP Will Bridge Physical And Digital Value

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-13Terakhir diperbarui pada 2025-10-14

Abstrak

The growing shift in global finance is pointing toward a future where traditional assets, like gold, merge with digital systems—and...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The growing shift in global finance is pointing toward a future where traditional assets, like gold, merge with digital systems—and XRP may play a pivotal role in connecting the two. Financial analyst Versan Aljarrah of Black Swan Capitalist suggested that XRP could serve as the bridge between physical and digital value, aligning with its goal to become a global bridge currency that enables instant, low-cost settlements across different networks and asset classes. 

XRP’s Role In Bridging Physical And Digital Value

On October 10, Aljarrah shared a post on X social media asserting that gold is returning as the world’s reserve asset and that the next phase of global finance involves its digitization. He explained that XRP plays a vital role in this financial transformation. According to him, XRP represents the bridge that will connect tangible Real-World Assets (RWA), such as gold, to the digital systems now being developed worldwide. 

His arguments centre on XRP’s design as a natural settlement technology capable of transferring value instantly between assets and networks without relying on traditional intermediaries such as SWIFT. To support his claim, Aljarrah referenced statements made by renowned gold mining expert and investor Pierre Lassonde, who explained that central banks worldwide have been quietly restructuring their reserves over the past few years. 

Lassonde noted that central banks have purchased large amounts of gold, roughly one-third of the newly mined production, while simultaneously reducing their holdings of US dollars. He said that the dollar’s share in global reserves has fallen from 72% in 2020 to below 58%, while gold reserves holdings have more than doubled. 

He also emphasized that countries like China, India, Turkey, and Poland are buying gold to reduce reliance on a reserve currency tied to another nation’s debt. Gold, by contrast, is an independent currency that is not tied to any country’s debt. Lassonde further highlighted China’s efforts to develop a competing financial messaging network to SWIFT, one that’s gaining traction among emerging economies in Africa and Asia. 

These changes, according to the mining expert, reflect a major reordering of global power and financial independence, accelerated by frustrations with the current US administration’s aggressive stance toward global partners. Aljarrah has connected this sentiment to XRP, envisioning the cryptocurrency’s function as a bridge between diverging systems, linking physical wealth, like gold, with borderless digital liquidity. 

The Token As The Backbone Of The New Financial System

In a more recent post, Aljarrah clarified that XRP was not intended to be traded for short-term gains, but rather to be held as a key to the emerging digital financial structure. He referred to this transformation as “the Ripple effect,” describing XRP as the backbone and rails of a new monetary system where value moves seamlessly between banks, assets, and borders. 

According to him, holding the altcoin symbolizes entry into a future financial system that is free from traditional intermediaries and centralized control. This vision closely aligns with Ripple’s long-term goal of modernizing cross-border payments by integrating blockchain technology into the institutional finance sector.

XRP
XRP trading at $2.62 on the 1D chart | Source: XRPUSDT on Tradingview.com
Featured image from Adobe Stock, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Semua Altcoin Besar Mengalami Kenaikan. 5 Koin Teratas Berdasarkan Pertumbuhan dalam Tujuh Hari

Semua aset kripto utama dalam 100 besar berdasarkan kapitalisasi pasar mencatatkan kenaikan harga selama tujuh hari terakhir (14-21 Agustus). Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing naik 25% dan 30%. Pasar secara keseluruhan mulai menguat pada 17 Agustus, didorong oleh pertemuan di Gedung Putih antara Presiden AS Donald Trump dengan perwakilan regulator dan perusahaan kripto terkemuka. **5 Aset Kripto dengan Pertumbuhan Tertinggi:** 1. **Ethena (ENA): +65%** Kenaikan didukung pengumuman kerja sama dengan broker FalconX untuk membuka jalur kredit senilai $1 miliar, menggunakan cadangan stablecoin USDe. 2. **SPX6900 ($SPX): +40%** Meme coin ini naik meski tanpa berita kemitraan spesifik. Volatilitas mungkin dipicu pengumuman Coinbase yang akan menangguhkan perdagangan futures $SPX. 3. **XRP ($XRP): +40%** Mencatat minggu terbaiknya sejak pemilu 2024. Didorong adopsi Jeonbuk Bank (Korea Selatan) untuk layanan pembayaran Ripple dan penerbitan obligasi swasta senilai $275 juta oleh Ripple. 4. **Venice Token ($VVV): +35%** Token platform AI ini menguat setelah pendapatan tahunan produknya dikabarkan melebihi $100 juta. Mekanisme pembakaran token yang menggunakan sebagian biaya platform juga berkontribusi. 5. **Pump.fun ($PUMP): +35%** Token platform peluncuran meme coin ini meroket berkat pendapatan protokol yang mencapai rekor $23,5 juta dalam seminggu. Sebagian pendapatan digunakan untuk membeli dan membakar token $PUMP. *Artikel ini disajikan hanya untuk tujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi. Aset kripto bersifat volatil dan dapat menyebabkan kerugian finansial.*

cryptonews.ru14m yang lalu

Semua Altcoin Besar Mengalami Kenaikan. 5 Koin Teratas Berdasarkan Pertumbuhan dalam Tujuh Hari

cryptonews.ru14m yang lalu

Justin Sun Klaim Kemenangan, WLF Nyatakan Tak Ada yang Terjadi

Sengketa hukum antara Justin Sun dan World Liberty Financial (WLF) mencuat setelah Sun mengklaim kemenangan dalam sidang pengadilan, sementara WLF membantahnya. Perselisihan ini bermula dari pembekuan 45 juta token USD 1 oleh WLF, yang diduga terkait penolakan Sun terhadap investasi tambahan. Kasus ini menyoroti kekhawatiran lebih luas tentang wewenang penerbit stablecoin dalam membekukan dana pengguna. USD 1, stablecoin WLF yang beredar di berbagai blockchain dengan kapitalisasi besar, menjadi pusat perhatian. Kemampuan penerbit untuk membekukan dompet digital dipertanyakan, menyentuh isu kepercayaan dalam ekosistem kripto. Klaim Sun tentang "kemenangan besar" dalam sidang di pengadilan federal California pada 20 Agustus dibantah keras oleh salah satu pendiri WLF, Zach Witkoff, yang menyebut pernyataan Sun penuh kebohongan dan menegaskan tidak ada keputusan yang dikeluarkan. Informasi publik dari pengadilan hingga 8 Juni hanya menunjukkan jadwal sidang, sehingga klaim kedua pihak belum dapat diverifikasi. Konflik ini juga melibatkan gugatan timbal balik: WLF menggugat Sun atas pencemaran nama baik di Florida, sementara Sun menggugat WLF dengan tuduhan praktik sentralisasi terselubung. Latar belakang kasus ini semakin rumit dengan penyelesaian investigasi SEC terhadap Sun pada Maret 2026, yang kemudian memicu dugaan "uang damai" dari politisi. Di tengah sengketa, WLF terus berkembang dan mendapat persetujuan awal dari OCC untuk mendirikan bank trust nasional. Namun, token tata kelola WLFI mengalami penurunan harga sekitar 87% dari puncaknya, mencerminkan ketidakpastian pasar yang berlarut-larut menyusul konflik hukum ini.

cryptonews.ru16m yang lalu

Justin Sun Klaim Kemenangan, WLF Nyatakan Tak Ada yang Terjadi

cryptonews.ru16m yang lalu

AI Sudah Tidak Bisa Selamatkan Harga Saham Raksasa Teknologi Lagi

Setelah ronde laporan keuangan perusahaan internet raksasa Tiongkok baru-baru ini, terjadi fenomena menarik: saham Tencent, Alibaba, Baidu, Kuaishou, dan NetEase turun, sementara Xiaomi menjadi pengecualian. Padahal, semua perusahaan ini memiliki cerita AI. Konsensus AI yang kuat justru membuat premi AI semakin sulit diperoleh. Dulu, sekadar meluncurkan model besar atau mendeklarasikan "All in AI" sudah cukup untuk menciptakan narasi valuasi baru. Kini, pertanyaan pasar telah bergeser: "Apa yang sebenarnya diubah AI pada perusahaan Anda?" Pertanyaan ini mengungkap enam tantangan berbeda: 1. **Tencent**: Menghadapi masalah *return on capital*. Arus kas yang kuat dari bisnis inti digunakan kembali untuk investasi besar di GPU dan infrastruktur AI. 2. **Alibaba**: Menghadapi siklus reinvestasi besar-besaran. Meski jalur komersialisasi AI melalui Alibaba Cloud dan Tongyi Qianwen semakin jelas, investasi yang besar mengubah fokus pada profitabilitas. 3. **Baidu**: Menghadapi masalah penggantian bisnis lama (iklan pencarian) yang menyusut lebih cepat dengan pertumbuhan bisnis AI baru. 4. **Kuaishou**: Menghadapi masalah skala. Produk AI *Kling* tumbuh pesat (>200%), tetapi belum cukup besar untuk mengubah pertumbuhan grup yang melambat. 5. **Xiaomi**: Menghadapi masalah ekosistem. AI (MiMo) dilihat sebagai kemampuan dasar untuk menghubungkan perangkat keras (ponsel, mobil, IoT), bukan sebagai bisnis mandiri. 6. **NetEase**: Mempertanyakan apakah perlu mendefinisikan ulang diri sebagai "perusahaan AI". AI digunakan secara efisien untuk pengembangan game, tetapi nilai inti perusahaan tetap terletak pada konten dan operasi. Kesimpulannya, AI tidak menyetarakan semua perusahaan di garis start yang sama. Ia berfungsi seperti **kaca pembesar** yang memperbesar arus kas, bisnis lama, kemampuan organisasi, beban sejarah, dan keunggulan kompetitif asli setiap perusahaan. Pada akhirnya, pasar akan kembali ke pertanyaan mendasar: seberapa baik bisnis utama, bagaimana AI dapat menghasilkan pendapatan atau efisiensi, dan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Konsensus AI yang kuat justru mengurangi premi dari AI itu sendiri.

marsbit21m yang lalu

AI Sudah Tidak Bisa Selamatkan Harga Saham Raksasa Teknologi Lagi

marsbit21m yang lalu

Trading

Spot
活动图片