ARK Invests $10 Million in BlackRock-Backed Firm Securitize

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-07Terakhir diperbarui pada 2025-10-07

ARK Invest, an asset management firm led by Cathie Wood, has invested $10 million in Securitize, a tokenized firm backed by BlackRock.

According to its official fund portfolio, Securitize is now the eighth largest investment in ARK’s ARK Venture Fund portfolio, which includes this investment. Based on ARK’s net assets of $325.3 million as of September 30, the fund’s most recent report shows that about 3.25% of its assets are invested in Securitize. 

Founded in 2017, Securitize lets users tokenize real-world assets (RWAs) like bonds, stocks, and funds on blockchain networks. The company is best known for working with BlackRock on the BUIDL Fund, which is a tokenized U.S. Treasury fund that has about $2.8 billion in assets right now.

The investment shows that ARK is becoming more interested in tokenizing real-world assets. This is a sector that is expected to be worth trillions of dollars in the next few years as more traditional institutions move toward blockchain-based financial infrastructure.

BlackRock and Hamilton Lane, with ParaFi Capital and Tradeweb, led a funding round for Securitize earlier this year that raised $47 million. Furthermore, earlier this month, FG Nexus teamed up with Securitize to let shareholders turn both common and preferred shares into tokenized shares on the Ethereum blockchain.

Also Read: Ventuals Launches vHYPE On Hyperliquid To Open Private Markets


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

Menteri Keuangan AS Janet Yellen berusaha menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang, tetapi dampaknya hanya bertahan singkat. Namun, upaya ini memicu pelemahan dolar AS dan menguatkan logika perdagangan "penurunan nilai mata uang". Emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara Bitcoin melonjak lebih dari 25% dalam seminggu, dengan korelasinya terhadap emas berada di level tertinggi sejak pandemi. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang defisit fiskal AS yang membengkak (mendekati $2 triliun) dan tekanan struktural pada suku bunga jangka panjang. Tekanan ini berasal dari persaingan global untuk modal, termasuk pembiayaan defisit pemerintah besar-besaran, kebutuhan pendanaan AI, dan penerbitan obligasi korporasi. Pasar melihat aset seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko ini. Meskipun pemerintah berupaya menurunkan biaya pinjaman, inflasi yang persisten membatasi ruang gerak Federal Reserve. Sementara itu, pasar saham tampak tangguh didukung oleh ekspektasi laba yang kuat, khususnya dari sektor teknologi AI. Namun, imbal hasil obligasi yang mendekati 5% tetap menjadi tantangan bagi saham bernilai tinggi. Peringatan datang dari Ray Dalio yang menyarankan untuk mengurangi eksposur obligasi dan memegang emas serta Bitcoin sebagai proteksi terhadap potensi krisis utang AS. Ke depan, pasar akan menguji ketegangan antara keinginan Washington untuk kondisi finansial yang longgar dan realitas ekonomi yang mendorong suku bunga lebih tinggi, dengan fokus pada laporan laba Nvidia dan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole.

华尔街日报1j yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

华尔街日报1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片