Winklevoss-Backed Leap Therapeutics to Start Crypto Treasury

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-06Terakhir diperbarui pada 2025-10-06

Leap Therapeutics, Inc. (Nasdaq: LPTX), a biotechnology firm focused on targeted and immuno-oncology therapeutics, today announced the securing of $58.88 million in cash commitments through a private investment in public equity (PIPE) transaction. This capital raise is designed to facilitate the establishment of a digital asset treasury strategy.

The news was announced on October 6, 2025 with a press release which revealed that the financing was led by Winklevoss Capital, a family office of crypto exchange Gemini’s Tyler Winklevoss and Cameron Winklevoss. The firm committed to providing both funding and strategic counsel to Leap as it structures and implements its novel treasury approach. 

Features of the project

The private placement involved the issuance of common stock (or pre-funded warrants) alongside warrants to acquire additional shares, with an aggregate exercise price per unit set at $0.61439. The transaction’s closing is pending and scheduled for approximately October 8, 2025.

Additionally, the agreement shows modifications to the company’s governance structure. The Board of Directors will be expanded to 12 members, with Winklevoss Capital gaining the right to nominate two individuals, one of whom will be the role of Board chairperson.

While the majority of the capital is the formation of the digital asset treasury, a portion will be allocated to advancing Leap’s clinical pipeline. This includes the development of its therapeutic programs, such as sirexatamab (DKN-01) and FL-501. The company is scheduled to present data from a randomized controlled Phase 2 trial of sirexatamab in colorectal cancer at the European Society for Medical Oncology (ESMO) Congress later this month.

Leap Therapeutics has indicated that any disclosures regarding the implementation and operational specifics of its digital asset treasury are anticipated in the near future.

Also Read: AVAT, MLAC Partner to Launch $675M Avalanche Treasury


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

Ray Dalio menganalisis situasi makroekonomi global berdasarkan templat dalam bukunya "How Countries Go Broke: The Big Cycle". Ia menjelaskan siklus utang besar di mana pemerintah menumpuk utang hingga beban pembayaran bunga menjadi tidak berkelanjutan, menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan obligasi. Hal ini memicu kenaikan suku bunga, pelemahan mata uang, atau pencetakan uang oleh bank sentral, yang pada akhirnya mengarah pada krisis utang pemerintah atau "serangan jantung ekonomi". Dalio menggarisbawahi tiga indikator kunci: rasio pembayaran utang pemerintah terhadap pendapatan, ketidakseimbangan pasokan/permintaan obligasi pemerintah, dan skala pembelian obligasi oleh bank sentral dengan uang cetakan. Menurutnya, AS saat ini berada di titik kritis dengan defisit anggaran besar, utang tinggi, dan kebutuhan pembiayaan ulang yang masif. Tanpa koreksi, krisis dapat terjadi dalam beberapa tahun. Sebagai solusi, dia mengusulkan "Solusi 3% Tiga Cara": mengurangi defisit anggaran menjadi 3% dari PDB melalui kombinasi pemotongan belanja, peningkatan pajak, dan penurunan suku bunga secara bertahap. Untuk investor, Dalio merekomendasikan diversifikasi lintas aset dan negara, mengurangi alokasi obligasi, serta meningkatkan alokasi ke emas dan sedikit Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang fiat yang diantisipasi di banyak ekonomi.

marsbit12m yang lalu

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

marsbit12m yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

Menteri Keuangan AS Janet Yellen berusaha menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang, tetapi dampaknya hanya bertahan singkat. Namun, upaya ini memicu pelemahan dolar AS dan menguatkan logika perdagangan "penurunan nilai mata uang". Emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara Bitcoin melonjak lebih dari 25% dalam seminggu, dengan korelasinya terhadap emas berada di level tertinggi sejak pandemi. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang defisit fiskal AS yang membengkak (mendekati $2 triliun) dan tekanan struktural pada suku bunga jangka panjang. Tekanan ini berasal dari persaingan global untuk modal, termasuk pembiayaan defisit pemerintah besar-besaran, kebutuhan pendanaan AI, dan penerbitan obligasi korporasi. Pasar melihat aset seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko ini. Meskipun pemerintah berupaya menurunkan biaya pinjaman, inflasi yang persisten membatasi ruang gerak Federal Reserve. Sementara itu, pasar saham tampak tangguh didukung oleh ekspektasi laba yang kuat, khususnya dari sektor teknologi AI. Namun, imbal hasil obligasi yang mendekati 5% tetap menjadi tantangan bagi saham bernilai tinggi. Peringatan datang dari Ray Dalio yang menyarankan untuk mengurangi eksposur obligasi dan memegang emas serta Bitcoin sebagai proteksi terhadap potensi krisis utang AS. Ke depan, pasar akan menguji ketegangan antara keinginan Washington untuk kondisi finansial yang longgar dan realitas ekonomi yang mendorong suku bunga lebih tinggi, dengan fokus pada laporan laba Nvidia dan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole.

华尔街日报2j yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

华尔街日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片