Galaxy Digital Launches GalaxyOne Platform for U.S. Investors

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-06Terakhir diperbarui pada 2025-10-06

Galaxy Digital Inc. (NASDAQ: GLXY) has launched GalaxyOne, a new financial platform aimed at U.S. investors. The platform combines high-interest cash accounts, cryptocurrency trading, and U.S. stock trading to let investors manage different types of investments on a single app or website.

GalaxyOne’s main offering, Galaxy Premium Yield, gives U.S. accredited investors the chance to earn an 8% annual return on their cash through investment notes issued by Galaxy Digital LP. These notes are backed by Galaxy’s institutional lending operations, which have been active since 2018. 

Each investment requires a minimum of $25,000 and is capped at $1 million per investor, with a total platform limit of $250 million. Interest is calculated daily and paid monthly into a GalaxyOne Cash account.

For all investors, GalaxyOne Cash provides a high-yield cash account with a 4% APY, insured by the FDIC up to $250,000 through Cross River Bank. Investors on GalaxyOne can choose to have the interest they earn automatically reinvested into major cryptocurrencies like Bitcoin, Ethereum, or Solana.

With GalaxyOne, trading cryptocurrencies like Bitcoin, Ethereum, and Solana happens instantly, and interest can even be set to reinvest automatically. The platform also lets investors trade U.S. stocks and ETFs without paying commissions, with the option to buy small fractions of shares starting at $10. Retirement accounts, including traditional and Roth IRAs, are available, and earning extra income is possible by lending out eligible stocks.

GalaxyOne was developed from the mobile platform Fierce, acquired by Galaxy in 2024. Zac Prince, Galaxy Digital’s Managing Director, leads the platform, while Fierce’s former CEO, Rob Cornish, now serves as GalaxyOne’s Chief Technology Officer.

Positioning in the market

The platform enters a regulatory environment that has become clearer for both traditional and digital assets in the U.S. GalaxyOne is trying to stand out from platforms like Coinbase and Robinhood by focusing on strong risk management, clear information, and solid security for all its products. It is positioning itself as a versatile tool for U.S. retail investors looking to combine traditional and digital investments.

Mike Novogratz, Galaxy’s CEO, said, “We’ve spent years building institutional-quality infrastructure to serve the world’s most sophisticated investors. Now, we’re extending that edge to individuals.” Zac Prince added, “GalaxyOne delivers exactly that: a unified opportunity to earn yield on cash, trade crypto, and access U.S. equities.”

Also Read: CME Group to Launch 24/7 Trading for Crypto Futures and Options


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

Ray Dalio menganalisis situasi makroekonomi global berdasarkan templat dalam bukunya "How Countries Go Broke: The Big Cycle". Ia menjelaskan siklus utang besar di mana pemerintah menumpuk utang hingga beban pembayaran bunga menjadi tidak berkelanjutan, menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan obligasi. Hal ini memicu kenaikan suku bunga, pelemahan mata uang, atau pencetakan uang oleh bank sentral, yang pada akhirnya mengarah pada krisis utang pemerintah atau "serangan jantung ekonomi". Dalio menggarisbawahi tiga indikator kunci: rasio pembayaran utang pemerintah terhadap pendapatan, ketidakseimbangan pasokan/permintaan obligasi pemerintah, dan skala pembelian obligasi oleh bank sentral dengan uang cetakan. Menurutnya, AS saat ini berada di titik kritis dengan defisit anggaran besar, utang tinggi, dan kebutuhan pembiayaan ulang yang masif. Tanpa koreksi, krisis dapat terjadi dalam beberapa tahun. Sebagai solusi, dia mengusulkan "Solusi 3% Tiga Cara": mengurangi defisit anggaran menjadi 3% dari PDB melalui kombinasi pemotongan belanja, peningkatan pajak, dan penurunan suku bunga secara bertahap. Untuk investor, Dalio merekomendasikan diversifikasi lintas aset dan negara, mengurangi alokasi obligasi, serta meningkatkan alokasi ke emas dan sedikit Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang fiat yang diantisipasi di banyak ekonomi.

marsbit36m yang lalu

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

marsbit36m yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

Menteri Keuangan AS Janet Yellen berusaha menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang, tetapi dampaknya hanya bertahan singkat. Namun, upaya ini memicu pelemahan dolar AS dan menguatkan logika perdagangan "penurunan nilai mata uang". Emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara Bitcoin melonjak lebih dari 25% dalam seminggu, dengan korelasinya terhadap emas berada di level tertinggi sejak pandemi. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang defisit fiskal AS yang membengkak (mendekati $2 triliun) dan tekanan struktural pada suku bunga jangka panjang. Tekanan ini berasal dari persaingan global untuk modal, termasuk pembiayaan defisit pemerintah besar-besaran, kebutuhan pendanaan AI, dan penerbitan obligasi korporasi. Pasar melihat aset seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko ini. Meskipun pemerintah berupaya menurunkan biaya pinjaman, inflasi yang persisten membatasi ruang gerak Federal Reserve. Sementara itu, pasar saham tampak tangguh didukung oleh ekspektasi laba yang kuat, khususnya dari sektor teknologi AI. Namun, imbal hasil obligasi yang mendekati 5% tetap menjadi tantangan bagi saham bernilai tinggi. Peringatan datang dari Ray Dalio yang menyarankan untuk mengurangi eksposur obligasi dan memegang emas serta Bitcoin sebagai proteksi terhadap potensi krisis utang AS. Ke depan, pasar akan menguji ketegangan antara keinginan Washington untuk kondisi finansial yang longgar dan realitas ekonomi yang mendorong suku bunga lebih tinggi, dengan fokus pada laporan laba Nvidia dan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole.

华尔街日报3j yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

华尔街日报3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片