Fact Check: NASA is Not Promoting Ripple

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-06Terakhir diperbarui pada 2025-10-06

There have been many rumours spreading like wildfire on social media that NASA is endorsing Ripple. People have been talking about these claims on X. 

Our analysis has found that these claims are nothing more than a misinterpretation of NASA’s 2017 report. 

The context

In 2017, when NASA released a report named “Bitcoin, Blockchains and Efficient Distributed Spacecraft Mission Control” by Daniel Mandl. The primary focus was on Bitcoin’s blockchain as a model for improving spacecraft mission management. The study looked at different types of blockchains, such as public, consortium, and private ones like Ripple, Ethereum, and Hyperledger, to see if they would work for space operations. Mandl talked about how blockchain could help space missions by cutting costs, making them more reliable, automating tasks, and giving them audit trails that can’t be changed. 

The report also talks about problems with traditional blockchains, such as slow transaction speeds and large file sizes. It stresses the need for lightweight, hardened versions of blockchain that are made for spacecraft. The paper doesn’t pick a favorite blockchain platform, but it does talk about them as part of a bigger study of how useful they might be for NASA’s mission control systems.

Debunking the claims 

Interestingly, the report has resurfaced after years gaining significant traction in the blockchain and crypto space. Recently, many social media handles are falsely claiming that NASA is endorsing Ripple. 

Adding to the confusion, an X post by @ProfRipplEffect shared a part of a 2018 Space Symposium paper by Karen L. Jones instead of the NASA report. It talked about Ripple as an example of an open, permissioned ledger that could be used for real-time asset transfers, especially in the space sector for secure supply chains and identity management. This paper is unrelated to NASA’s 2017 blockchain research and does not imply NASA’s support for Ripple.

In another post by @JackTheRipple, it said that NASA’s blockchain presentation “acknowledges Ripple and XRP.” The discussion was mostly about how blockchain could be used in spacecraft operations, and the comments were more about early interest than any recent support. These claims have no factual basis and stem from misinterpretations of a seven-year-old research document.

In conclusion, NASA is not promoting Ripple. It is researching blockchain technology, which many have misinterpreted as endorsing cryptocurrencies. 

Also Read: Michael Saylor Tells MrBeast to “Buy Bitcoin” as Bitcoin Hits ATH


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

Ray Dalio menganalisis situasi makroekonomi global berdasarkan templat dalam bukunya "How Countries Go Broke: The Big Cycle". Ia menjelaskan siklus utang besar di mana pemerintah menumpuk utang hingga beban pembayaran bunga menjadi tidak berkelanjutan, menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan obligasi. Hal ini memicu kenaikan suku bunga, pelemahan mata uang, atau pencetakan uang oleh bank sentral, yang pada akhirnya mengarah pada krisis utang pemerintah atau "serangan jantung ekonomi". Dalio menggarisbawahi tiga indikator kunci: rasio pembayaran utang pemerintah terhadap pendapatan, ketidakseimbangan pasokan/permintaan obligasi pemerintah, dan skala pembelian obligasi oleh bank sentral dengan uang cetakan. Menurutnya, AS saat ini berada di titik kritis dengan defisit anggaran besar, utang tinggi, dan kebutuhan pembiayaan ulang yang masif. Tanpa koreksi, krisis dapat terjadi dalam beberapa tahun. Sebagai solusi, dia mengusulkan "Solusi 3% Tiga Cara": mengurangi defisit anggaran menjadi 3% dari PDB melalui kombinasi pemotongan belanja, peningkatan pajak, dan penurunan suku bunga secara bertahap. Untuk investor, Dalio merekomendasikan diversifikasi lintas aset dan negara, mengurangi alokasi obligasi, serta meningkatkan alokasi ke emas dan sedikit Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang fiat yang diantisipasi di banyak ekonomi.

marsbit36m yang lalu

Analisis Makro Terbaru Ray Dalio: Lebih Banyak Beli Emas, Beli Sedikit Bitcoin

marsbit36m yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

Menteri Keuangan AS Janet Yellen berusaha menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang, tetapi dampaknya hanya bertahan singkat. Namun, upaya ini memicu pelemahan dolar AS dan menguatkan logika perdagangan "penurunan nilai mata uang". Emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara Bitcoin melonjak lebih dari 25% dalam seminggu, dengan korelasinya terhadap emas berada di level tertinggi sejak pandemi. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang defisit fiskal AS yang membengkak (mendekati $2 triliun) dan tekanan struktural pada suku bunga jangka panjang. Tekanan ini berasal dari persaingan global untuk modal, termasuk pembiayaan defisit pemerintah besar-besaran, kebutuhan pendanaan AI, dan penerbitan obligasi korporasi. Pasar melihat aset seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko ini. Meskipun pemerintah berupaya menurunkan biaya pinjaman, inflasi yang persisten membatasi ruang gerak Federal Reserve. Sementara itu, pasar saham tampak tangguh didukung oleh ekspektasi laba yang kuat, khususnya dari sektor teknologi AI. Namun, imbal hasil obligasi yang mendekati 5% tetap menjadi tantangan bagi saham bernilai tinggi. Peringatan datang dari Ray Dalio yang menyarankan untuk mengurangi eksposur obligasi dan memegang emas serta Bitcoin sebagai proteksi terhadap potensi krisis utang AS. Ke depan, pasar akan menguji ketegangan antara keinginan Washington untuk kondisi finansial yang longgar dan realitas ekonomi yang mendorong suku bunga lebih tinggi, dengan fokus pada laporan laba Nvidia dan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole.

华尔街日报3j yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

华尔街日报3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片