Rothschild Upgrades Coinbase to “Buy,” Flags Risks for Circle and Robinhood

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-03Terakhir diperbarui pada 2025-10-03

Rothschild & Co Redburn shifted its outlook on Coinbase (NASDAQ: COIN) to “Buy” on October 3, 2025, raising the price target to $417. The bank’s analysts pointed to stronger revenue diversification and the projected expansion of USDC’s market capitalization as the main factors supporting the upgrade.

According to the reports, lower U.S. interest rates could weigh on short-term revenue, but this is expected to be offset by the expansion of USDC

Why Coinbase?

Coinbase’s role in the stablecoin’s ecosystem, combined with its broader shift toward subscription and service revenue, was described as a key driver for the stock’s long-term outlook.

Rothschild also provided updated data points for investors. The bank adjusted its Coinbase price target from $372 to $417, estimating an upside of 12.1%.

At the time of writing, Coinbase stock (COIN) was trading at $378. The firm also initiated coverage of Circle Internet Group (CRCL) with a “Neutral” rating and a $136 target price, compared with its current trading level of $155.79, according to TradingView.

Risks flagged for Circle and Robinhood

Alongside its positive assessment of Coinbase, Rothschild highlighted concerns about Circle, pointing to its revenue-sharing model as a possible vulnerability. The bank also reiterated a “Sell” rating on Robinhood (NASDAQ: HOOD), arguing the stock is “priced for perfection” and may not reflect potential downside risks.

Broader market context

The diverging ratings reflect how traditional financial analysts are assessing varying strategies in the crypto sector. Coinbase is viewed as having revenue support from USDC growth, while Circle and Robinhood face questions tied to their business models. 

The mixed outlook highlights that investor sentiment toward publicly traded crypto firms remains shaped by both opportunities around stablecoins and ongoing risks from regulation and market conditions.

Also read: Coinbase Hits $1B Milestone in Bitcoin-Backed Onchain Loans


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan lewat X bahwa dia akan "mengambil istirahat". Pernyataan ini menyusul siaran langsung pada 2 Juni di mana dia mengungkapkan frustrasi atas keterbatasan kekuasaannya untuk mencegah kegagalan proyek dan sengketa pendanaan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi Cardano. Pengumuman Hoskinson terkait dengan tekanan lebih luas pada ekosistem Cardano, termasuk rencana penutupan platform analitik TapTools akibat masalah keuangan dan kepergian staf kunci. Dalam siaran langsungnya, Hoskinson memperingatkan bahwa paruh kedua tahun ini mungkin akan membawa lebih banyak tekanan bagi DeFi Cardano, dengan potensi penutupan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Hoskinson menekankan bahwa meski sering disalahkan atas kinerja harga ADA dan kemunduran ekosistem, dia tidak memiliki kendali langsung atas sistem tata kelola Cardano yang didesain untuk berpindah dari entitas pendiri ke pemegang ADA. Dia menyatakan tidak memiliki akses ke kas (treasury), kunci tata kelola, kemampuan untuk menginisiasi hard fork, atau bahkan merek dagang nama "Cardano". Sumber daya untuk mengembangkan ekosistem, katanya, diberikan ke entitas terpisah. Dinamika tata kelola ini juga terlihat saat proposal pendanaan untuk Cardano Summit 2026 ditolak karena tidak mencapai ambang batas persetujuan dua pertiga. Kasus TapTools menjadi contoh nyata batas pengaruh pendiri pasca-desentralisasi. Tantangan bagi Cardano kini adalah apakah sistem tata kelolanya yang kuat dapat bertindak cepat untuk mempertahankan infrastruktur kritis di tengah tekanan pasar, tanpa kembali ke ketergantungan terpusat yang ingin dihindari. Pada saat berita, ADA diperdagangkan pada $0,1886.

bitcoinist2j yang lalu

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

bitcoinist2j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

XRP dan SWIFT sering dianggap sebagai pesaing dalam memodernisasi pembayaran global, namun argumen terbaru menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih pertarungan satu pemenang, perkembangan terkini mengarah pada lingkungan keuangan di mana infrastruktur perbankan tradisional dan sistem penyelesaian berbasis blockchain beroperasi berdampingan. Kunci perdebatan ini terletak pada pemisahan antara *messaging* (pesan) dan *settlement* (penyelesaian). SWIFT berfungsi sebagai lapisan komunikasi antar lembaga keuangan untuk mengirim instruksi pembayaran, tetapi tidak untuk memindahkan nilai secara langsung. Oleh karena itu, pesaing sebenarnya bagi peran komunikasi SWIFT mungkin adalah protokol interoperabilitas blockchain seperti Axelar atau Chainlink, bukan XRP sebagai aset penyelesaian. Banyak bank besar yang terlibat dalam kerangka kerja baru SWIFT juga telah menjajaki solusi berbasis blockchain melalui Ripple. Hal ini menunjukkan bahwa institusi keuangan tidak memilih satu sistem secara eksklusif, tetapi cenderung membangun model hibrida. Mereka menggabungkan teknologi yang menyelesaikan masalah berbeda: jaringan pesan untuk koordinasi dan kepatuhan, serta lapisan penyelesaian terpisah untuk pergerakan nilai yang lebih cepat. Dengan demikian, masa depan pembayaran internasional mungkin bukan tentang kemenangan XRP atau SWIFT, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat beroperasi dalam posisi yang saling melengkapi dalam arsitektur keuangan yang lebih luas.

bitcoinist5j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

bitcoinist5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片