Robinhood Eyes Europe With Prediction Markets Push

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-30Terakhir diperbarui pada 2025-09-30

Robinhood Markets (Nasdaq: HOOD) is moving to expand its footprint in the fast-evolving world of event-based trading. The company’s stock surged past $142 this week, marking an all-time high, following reports that it plans to take its prediction markets product beyond U.S. borders, specifically targeting the United Kingdom and broader European market.

CEO Vlad Tenev confirmed earlier that users had already traded more than 4 billion event contracts on the platform, which first introduced prediction markets ahead of the 2024 U.S. election. Bloomberg later reported that Robinhood is in talks with the UK’s Financial Conduct Authority to bring the product overseas. The company is also ramping up offerings tied to major sporting events like college football and the NFL.

Robinhood’s move into prediction markets aligns with its user base’s appetite for risk, extending beyond meme stocks and crypto into event-driven speculation. Financially, the strategy appears to be working: Q2 net revenue surged 45% to $989 million, with operating costs rising just 12%, leading to $386 million in net income and fueling a 275% year-to-date rally in HOOD stock.

Robinhood Eyes Europe With Prediction Markets Push
Robinhood Price Chart. Source: TradingView

Robinhood eyes retail access to private equity deals

Meanwhile, Robinhood is also waiting on a regulatory green light from the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) to launch its Robinhood Ventures Fund I, a retail-accessible product offering exposure to private, pre-IPO companies. If approved, the fund would trade under the ticker ‘RVI’ on the NYSE and invest in high-growth firms through their IPO phases and beyond.

Previously, the company unveiled tokenized stock products in Europe, giving users access to firms like OpenAI and SpaceX. Ventures Fund I would extend this access into the U.S., challenging long-standing restrictions that favor institutions.

Taken together, the prediction market expansion and the SEC fund application reflect Robinhood’s dual push: one outward, toward new global markets and asset types, and one inward, to democratize traditionally off-limits financial instruments. 

Also read: Robinhood Seeks SEC Nod for New Private Markets Fund


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Dengan Peralihan ke Pengeluaran Nyata oleh Agen AI, XRP Bisa Memasuki Fase Baru

**Ringkasan:** **Judul: Dengan Transisi Agen AI ke Pengeluaran Nyata, XRP Dapat Memasuki Tahap Baru** Artikel ini membahas potensi tahap baru bagi XRP seiring dengan evolusi agen kecerdasan buatan (AI) otonom dari hanya membeli aset digital menjadi melakukan tugas komersial nyata. Chandler Fang, mantan eksekutif Ripple dan co-founder startup t54, menjelaskan ekonomi agen ini, menekankan pada adopsi XRP Ledger (XRPL). **Poin-poin Penting:** 1. **Transaksi Mesin ke Mesin Sudah Nyata:** Agen AI telah melakukan lebih dari satu juta transaksi tanpa campur tangan manusia di XRPL, membuktikan kelayakan penyelesaian antar mesin. 2. **Tiga Tahap Adopsi Komersial:** * **Tahap 1 (Digital):** Agen membeli dan menggunakan produk digital seperti layanan API, komputasi, dan model AI. Ripple's XRPL AI Starter Kit sudah mendukung pembayaran ini dengan XRP atau Ripple USD (RLUSD). * **Tahap 2 (Pengeluaran Terbatas):** Agen diberi wewenang terbatas untuk melakukan pembelian fisik atau jasa berdasarkan aturan anggaran dan persetujuan yang ditetapkan pengguna. Program Mastercard "Agent Pay for Machines" dan keterlibatan RippleX memperluas model ini. * **Tahap 3 (Integrasi Tersembunyi):** Agen terintegrasi penuh ke dalam platform seperti treasuri, logistik, dan aplikasi keuangan. Pengguna tidak perlu berinteraksi langsung dengan XRPL; agen memilih infrastruktur blockchain di latar belakang untuk efisiensi. 3. **Peran XRP dan RLUSD:** XRP dan RLUSD dianggap saling melengkapi, bukan bersaing. XRP dapat menangani pembayaran langsung, perutean, atau penyelesaian akhir, sementara RLUSD memberikan nilai stabil dalam dolar untuk pembelian tertentu. 4. **Pengukuran Adopsi yang Lebih Baik:** Volume transaksi saja tidak cukup. Metrik yang lebih berarti termasuk aktivitas berulang, pendapatan pedagang, kepatuhan terhadap aturan anggaran, pengiriman yang berhasil, dan penyelesaian sengketa yang efisien. 5. **Masa Depan yang Mulus:** Adopsi jangka panjang mungkin tidak terlihat jelas oleh pengguna akhir, mirip dengan peluncuran ChatGPT di mana infrastruktur yang dibangun bertahun-tahun tiba-tiba menjadi mainstream. Fokusnya adalah pada aktivitas ekonomi nyata yang dilakukan melalui XRPL, bukan sekadar kemampuannya digunakan. **Kesimpulan:** Masa depan XRPL terletak pada kemampuannya untuk mendukung aktivitas ekonomi yang bermakna dan otomatis oleh agen AI, dengan adopsi yang semakin tersembunyi dan terintegrasi ke dalam sistem bisnis yang ada.

cryptonews.ru3j yang lalu

Dengan Peralihan ke Pengeluaran Nyata oleh Agen AI, XRP Bisa Memasuki Fase Baru

cryptonews.ru3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片