Криптовалютные ETF укрепляют свои позиции на рынке США

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-26Terakhir diperbarui pada 2025-09-27

Эксперты ETF Store отметили, что сегмент криптовалютных ETF стал одним из ключевых драйверов рынка. После запуска первых биткоин-фондов в январе 2024 года и эфириум-продуктов в июле того же года, интерес инвесторов продолжает расти. Теперь ETH-ETF занимают 15% спотового объема торгов против 3% на старте, что подчеркивает спрос на регулируемые продукты вместо прямого владения цифровыми монетами.

Регуляторная среда также изменилась. Комиссия по ценным бумагам и биржам США упростила процедуру рассмотрения заявок на криптоETF. Это открыло путь для массового одобрения новых фондов, что стало важным сигналом для институциональных инвесторов. По данным аналитиков, десятки заявок уже находятся на финальной стадии рассмотрения, и рынок готовится к новому притоку ликвидности.

Ситуация оказала давление на крупнейших участников индустрии. Vanguard долгое время блокировал доступ клиентов к биткоин- и эфириум-ETF, мотивируя это «незрелостью» активов. Однако на фоне действий BlackRock и других конкурентов эта позиция стала невыгодной. Инвесторы все чаще обращали внимание на ограничение, что вынудило компанию смягчить курс.

Эксперты ETF Store подчеркивают, что криптоETF меняют стратегию управления капиталом для розничных и институциональных участников. Доступ к регулируемым инструментам снижает барьеры для входа и делает рынок цифровых валют частью классических инвестиционных портфелей. Это также помогает снять часть рисков, связанных с хранением и безопасностью токенов.

При этом растущий интерес к криптовалютным ETF совпадает с трендом на токенизацию. Участники рынка считают, что этот процесс будет еще более масштабным, чем внедрение криптовалютных фондов, и станет новым этапом интеграции блокчейна в традиционные финансы.

Общий рост рынка ETF также подтверждает рекордная статистика. Только в августе 2025 года было запущено 74 новых фонда. Это на 55% больше, чем годом ранее, и эксперты ожидают, что число инновационных ETF в этом году превысит 1000.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit3j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit3j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片