Philippines Authorities Move To Put Key Public Records On Blockchain After Mass Protests

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-26Terakhir diperbarui pada 2025-09-26

Abstrak

Government agencies in the Philippines have begun recording certain public documents on a blockchain ledger, a step officials say is...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Government agencies in the Philippines have begun recording certain public documents on a blockchain ledger, a step officials say is meant to make records harder to change and easier for citizens to check.

The move comes after mass demonstrations this month that called out suspected corruption in public works and flood control projects.

Integrity Chain Piloted For Infrastructure Contracts

According to reports, a platform called Integrity Chain — developed with BayaniChain Ventures — is being used to log public-works contracts and progress updates.

The system anchors cryptographic hashes on the Polygon network so files can be proven unchanged later. Local civic groups and some universities have been named as independent validators who can attest to entries, and their attestations are also recorded.

Budget Documents Notarized On-Chain

Reports have disclosed that the Philippines Department of Budget and Management has already been using blockchain notarization for budget paperwork.

Special Allotment Release Orders (SAROs) and Notices of Cash Allocation (NCAs) can be hashed and uploaded so anyone can check whether a document was altered after publication.

Officials describe this as a way to make parts of the budget trackable in public view while keeping sensitive details protected.

Total crypto market cap currently at $3.76 trillion. Chart: TradingView

Why The Shift Happened Now

Public anger spiked in September after large protests over alleged corruption tied to infrastructure projects. Demonstrations reached tens, and some estimates said crowds swelled to over 100,000 in the capital on September 21, 2025.

Based on reports, lawmakers and city officials pointed to those street protests as a key reason to speed up transparency measures.

Makati City, a major financial hub in the Philippines. Image: Ayala Land

City Launches Local Pilot

At the city level, Baguio has rolled out a local system branded GoodGovChain to log municipal financial statements, procurement records, and infrastructure reports.

The launch, according to city leaders, is aimed at making official documents available and nearly impossible to tamper with after publication.

Philippines Lawmakers Propose A National System

Meanwhile, a Senate filing — Senate Bill No. 1330 — was lodged to create a National Budget Blockchain System, according to press releases.

The proposal would let Philippines citizens trace national spending more easily. Lawmakers backing the measure argue that blockchain logs could give the public a clearer view of where funds move, though opponents warn about cost and complexity.

Featured image from Corporate Finance Institute, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

Baru saja, pertandingan tenis manusia vs robot pertama di dunia dimulai. Dalam acara pembukaan World Humanoid Robot Olympics kedua yang disiarkan secara global, robot humanoid asal Tiongkok, "Xingzai" dari Galaxy General, bertanding melawan juara tenis manusia, Zheng Jie. Pertandingan ini menampilkan duel ganda campuran manusia-robot dan tunggal. Robot tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa: bergerak lincah, mengembalikan pukulan forehand dan backhand, serta beradaptasi dengan taktik Zheng Jie seperti moonball dan pukulan slice. Meski sempat terjatuh, robot itu mampu bangkit dengan cepat sendiri. Ia bahkan melakukan penyelamatan spektakuler dengan langkah besar, memukau penonton. Kecepatan servenya mencapai lebih dari 100 km/jam, dengan waktu reaksi hanya sepersekian detik. Pertandingan ini bukan sekadar demonstrasi keterampilan, melainkan tes tekanan ekstrem untuk *embodied AI* (kecerdasan berwujud). Tenis menuntut integrasi real-time dari persepsi, pengambilan keputusan, kendali gerak seluruh tubuh, dan strategi melawan lawan hidup dalam lingkungan fisik yang dinamis—jauh lebih kompleks daripada permainan papan seperti Go yang dimainkan AlphaGo. Kunci keberhasilan ini adalah model AI terpadu "Galaxy Star Brain" (AstraBrain). Berbeda dengan arsitektur tradisional yang memisahkan "otak" (perencanaan) dan "otak kecil" (kendali gerak), AstraBrain menggabungkan keduanya dalam satu model, menghilangkan penundaan dan kehilangan informasi. Model ini dilatih melalui dua tahap: pertama, belajar pola gerak dasar dari data manusia yang tidak sempurna; kedua, melalui evolusi dan pertandingan melawan agen AI lain di lingkungan simulasi virtual jutaan kali. Di sinilah keterampilan seperti menyelamatkan bola atau bangkit setelah jatuh "muncul" dengan sendirinya. Momen "AstraTennis" ini menandai tonggak sejarah: AI tidak hanya berpikir, tetapi sekarang bertindak dan berinteraksi dalam dunia fisik dengan ketangkasan dan ketahanan yang menakjubkan, menunjukkan kekuatan inovasi Tiongkok di era baru kolaborasi manusia dan mesin.

marsbit57m yang lalu

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

marsbit57m yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

Dalam perlombaan pembayaran AI, Coinbase muncul sebagai pemain tak terduga yang memimpin dalam transaksi Agent. Data menunjukkan lebih dari 90% transaksi Agent on-chain terjadi di Base, 99% transaksi bisnis Agent diselesaikan dengan USDC, dan lebih dari 97% menggunakan protokol x402. Inti dari posisi Coinbase adalah "Agentic Wallets", infrastruktur dompet yang dirilis Februari 2026, yang memberikan identitas keuangan mandiri kepada AI Agent. Berbeda dengan Visa atau Stripe yang menghubungkan Agent ke jaringan pembayaran manusia, Coinbase memberikan dompet sendiri untuk Agent, memungkinkannya memegang aset dan melakukan transaksi secara otonom dalam batasan yang ditetapkan. Kebutuhan ini muncul karena karakteristik transaksi Agent: mikro, frekuensi tinggi, dan otomatis antara mesin. Pembayaran kartu tradisional memiliki masalah biaya tinggi, kebutuhan otorisasi berulang, dan kesulitan penelusuran. Dompet berbasis stablecoin seperti USDC di Base menawarkan biaya rendah, otorisasi berbasis kode, dan identitas transaksi yang jelas. Coinbase membangun ekosistem tertutup yang lengkap: Base (jaringan Layer 2), Agentic Wallets, protokol x402, dan aset seperti cbBTC. Ini memungkinkan pengalaman pembayaran Agent yang mulus sepenuhnya dalam ekosistemnya. Posisi terdepan ini terbentuk bukan dari perencanaan khusus untuk pembayaran Agent, tetapi dari investasi bertahun-tahun dalam infrastruktur on-chain (Base, x402) yang kebetulan sangat cocok untuk kebutuhan ekonomi Agent yang meledak. Ini menunjukkan bahwa dalam adopsi teknologi baru, pihak dengan infrastruktur siap pakai yang paling matang seringkali menuai manfaat pertama, bahkan sebelum standar akhir ditetapkan. Coinbase saat ini adalah yang terdepan dalam menjalankan pembayaran Agent secara aktual.

marsbit1j yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片