India Blockchain Month 2025: Regulatory Clarity Tops Agenda in Delhi

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-25Terakhir diperbarui pada 2025-09-25

India Blockchain Month (INBM) 2025 has officially commenced, transforming the nation’s capital into a global hub for Web3 innovation this week. The event, now in its second year, brings together thousands of developers, founders, investors, and policymakers for a series of high-profile gatherings aimed at accelerating the country’s position in the global digital asset economy.

The main events, organized by BlockOn Ventures and Web3preneur, are taking place on September 25 and 26, 2025, at the JW Marriott and Welcomhotel by ITC Hotels in Aerocity, New Delhi. The festival’s timing is strategic, running parallel to the highly anticipated ETHGlobal Delhi Week, creating a concentrated nexus of talent and capital.

A Packed Agenda: From AI and RWAs to Regulation

The two-day summit features a dense agenda with eight flagship events, each targeting a critical vertical within the Web3 space. Key themes include the convergence of Artificial Intelligence (AI) with blockchain, the tokenization of Real-World Assets (RWAs), and dedicated forums for venture capital and startup-founder networking.

A significant focus of the event is the “Regulatory Roundtable,” which will bring together policymakers and industry experts to discuss the future of digital asset oversight in India. 

The speaker lineup features some of the most influential voices in the Indian blockchain ecosystem, including Dilip Chenoy, Chairman of the Bharat Web3 Association; Raj Kapoor, Founder of the India Blockchain Alliance; and Prasanna Lohar, Founder of the India Blockchain Forum. They will be joined by ecosystem leaders from major protocols like Avalanche and Arbitrum.

A Push for Clarity Amidst A Crypto Crossroads

India Blockchain Month comes at a pivotal moment for the nation’s digital asset industry. India is consistently ranked as one of the world’s largest and most active markets for grassroots crypto adoption, with a user base estimated to be in the tens of millions. However, the industry has long operated in a complex regulatory environment, marked by high taxation and a prolonged wait for a comprehensive legal framework.

Events like INBM are therefore more than just conferences; they are a powerful statement to policymakers. By showcasing the depth of innovation, the scale of the developer community, and the interest from global investors, the organizers aim to make a strong case for a pro-innovation regulatory framework. 

The discussions held this week, particularly in the regulatory roundtable, will be closely watched as they are expected to help shape the dialogue around the country’s upcoming Digital Asset Basic Act.

Also Read: India Makes Cybersecurity Audits Mandatory for Crypto Firms

A Community-Driven Movement

According to the organizers, the event is supported by a coalition of over 250 partners, including more than 100 Web3 communities and 100 media outlets, reinforcing its community-driven ethos. The goal is to present a unified voice for “Bharat’s” decentralized future.

The Crypto Times is a media partner for India Blockchain Month 2025. For the full agenda and registration details, please visit the official event website.


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

Baru saja, pertandingan tenis manusia vs robot pertama di dunia dimulai. Dalam acara pembukaan World Humanoid Robot Olympics kedua yang disiarkan secara global, robot humanoid asal Tiongkok, "Xingzai" dari Galaxy General, bertanding melawan juara tenis manusia, Zheng Jie. Pertandingan ini menampilkan duel ganda campuran manusia-robot dan tunggal. Robot tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa: bergerak lincah, mengembalikan pukulan forehand dan backhand, serta beradaptasi dengan taktik Zheng Jie seperti moonball dan pukulan slice. Meski sempat terjatuh, robot itu mampu bangkit dengan cepat sendiri. Ia bahkan melakukan penyelamatan spektakuler dengan langkah besar, memukau penonton. Kecepatan servenya mencapai lebih dari 100 km/jam, dengan waktu reaksi hanya sepersekian detik. Pertandingan ini bukan sekadar demonstrasi keterampilan, melainkan tes tekanan ekstrem untuk *embodied AI* (kecerdasan berwujud). Tenis menuntut integrasi real-time dari persepsi, pengambilan keputusan, kendali gerak seluruh tubuh, dan strategi melawan lawan hidup dalam lingkungan fisik yang dinamis—jauh lebih kompleks daripada permainan papan seperti Go yang dimainkan AlphaGo. Kunci keberhasilan ini adalah model AI terpadu "Galaxy Star Brain" (AstraBrain). Berbeda dengan arsitektur tradisional yang memisahkan "otak" (perencanaan) dan "otak kecil" (kendali gerak), AstraBrain menggabungkan keduanya dalam satu model, menghilangkan penundaan dan kehilangan informasi. Model ini dilatih melalui dua tahap: pertama, belajar pola gerak dasar dari data manusia yang tidak sempurna; kedua, melalui evolusi dan pertandingan melawan agen AI lain di lingkungan simulasi virtual jutaan kali. Di sinilah keterampilan seperti menyelamatkan bola atau bangkit setelah jatuh "muncul" dengan sendirinya. Momen "AstraTennis" ini menandai tonggak sejarah: AI tidak hanya berpikir, tetapi sekarang bertindak dan berinteraksi dalam dunia fisik dengan ketangkasan dan ketahanan yang menakjubkan, menunjukkan kekuatan inovasi Tiongkok di era baru kolaborasi manusia dan mesin.

marsbit2j yang lalu

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

marsbit2j yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

Dalam perlombaan pembayaran AI, Coinbase muncul sebagai pemain tak terduga yang memimpin dalam transaksi Agent. Data menunjukkan lebih dari 90% transaksi Agent on-chain terjadi di Base, 99% transaksi bisnis Agent diselesaikan dengan USDC, dan lebih dari 97% menggunakan protokol x402. Inti dari posisi Coinbase adalah "Agentic Wallets", infrastruktur dompet yang dirilis Februari 2026, yang memberikan identitas keuangan mandiri kepada AI Agent. Berbeda dengan Visa atau Stripe yang menghubungkan Agent ke jaringan pembayaran manusia, Coinbase memberikan dompet sendiri untuk Agent, memungkinkannya memegang aset dan melakukan transaksi secara otonom dalam batasan yang ditetapkan. Kebutuhan ini muncul karena karakteristik transaksi Agent: mikro, frekuensi tinggi, dan otomatis antara mesin. Pembayaran kartu tradisional memiliki masalah biaya tinggi, kebutuhan otorisasi berulang, dan kesulitan penelusuran. Dompet berbasis stablecoin seperti USDC di Base menawarkan biaya rendah, otorisasi berbasis kode, dan identitas transaksi yang jelas. Coinbase membangun ekosistem tertutup yang lengkap: Base (jaringan Layer 2), Agentic Wallets, protokol x402, dan aset seperti cbBTC. Ini memungkinkan pengalaman pembayaran Agent yang mulus sepenuhnya dalam ekosistemnya. Posisi terdepan ini terbentuk bukan dari perencanaan khusus untuk pembayaran Agent, tetapi dari investasi bertahun-tahun dalam infrastruktur on-chain (Base, x402) yang kebetulan sangat cocok untuk kebutuhan ekonomi Agent yang meledak. Ini menunjukkan bahwa dalam adopsi teknologi baru, pihak dengan infrastruktur siap pakai yang paling matang seringkali menuai manfaat pertama, bahkan sebelum standar akhir ditetapkan. Coinbase saat ini adalah yang terdepan dalam menjalankan pembayaran Agent secara aktual.

marsbit3j yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片