Wildberries начинает принимать оплату товаров криптовалютой

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-23Terakhir diperbarui pada 2025-09-23

Крупнейший российский онлайн-маркетплейс Wildberries запустил пилотный проект по приему криптовалюты для оплаты заказов в Беларуси. Криптоплатежи за товар будут доступны в экспериментальном режиме резидентам минского Парка высоких технологий — особой экономической зоны, где не действует часть законов страны.

Проект реализуется через партнера Wildberries, резидента Парка высоких технологий — криптоплатформу Whitebird. Это не прямая оплата товаров криптой, а покупка через оформление электронного сертификата, номинированного в белорусских рублях (BYN). Сертификат используется только для оформления заказов на Wildberries.

Оплата товаров криптовалютой делится на несколько этапов. Сначала покупатель выбирает на платформе Wildberries опцию «Оплатить криптовалютой» и отправляет цифровые активы на указанный адрес Whitebird для покупки электронного сертификата. Затем криптобиржа конвертирует поступившую криптовалюту в BYN по текущему курсу и выпускает электронный сертификат, который зачисляется на баланс аккаунта продавца Wildberries.

Курс конвертации обновляется и демонстрируется пользователю маркетплейса в режиме реального времени, комиссия за операцию покупки сертификата не взимается. Сертификат активируется автоматически.

Система поддерживает оплату в USDT, биткоинах, эфире, TRX и TON. Сервис интегрирован в сайт и мобильные приложения Wildberries (iOS, Android), но пока доступен только в пилотном режиме для ограниченной группы белорусских пользователей.

Ранее финансово-технологическое подразделение крупнейшего в Латинской Америке маркетплейса Mercado Libre заявило о запуске в Бразилии корпоративного стейблкоина Meli Dollar, привязанного к доллару США.

Bacaan Terkait

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Robinhood Chain adalah contoh sempurna dari bagaimana perusahaan tradisional memilih model L1+L2 Ethereum saat beralih ke bisnis berbasis blockchain. Alih-alih membangun infrastruktur dari nol atau mengadopsi model rantai mandiri yang mahal, Robinhood menggunakan Ethereum sebagai L1 untuk penyelesaian, keamanan, dan likuiditas, sambil membangun L2 khususnya sendiri dengan teknologi Arbitrum. Ini memungkinkan kendali, kinerja tinggi, dan kepatuhan terhadap regulasi, tanpa biaya dan risiko untuk memelihara ekosistem keamanan dan token gas-nya sendiri. Perbedaan ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam industri crypto. Era sebelumnya didorong oleh model "tokenomics" di mana proyek memilih infrastruktur untuk memaksimalkan nilai token. Namun, era baru ini didominasi oleh bisnis nyata (real-world) yang menggunakan teknologi blockchain sebagai infrastruktur untuk mengoptimalkan produk dan arus kas mereka. Targetnya bukan lagi penjualan token, tetapi melayani kebutuhan konsumen nyata. Perusahaan seperti ini memerlukan keseimbangan: L1 Ethereum menawarkan desentralisasi maksimal, netralitas, dan likuiditas global. Sementara itu, L2 (seperti Base milik Coinbase atau Robinhood Chain) menyediakan lingkungan eksekusi yang dapat dikustomisasi, biaya rendah, dan dikendalikan oleh operator. Model "barbel" Ethereum ini—pusat yang kuat (L1) dan tepi yang sangat terdiversifikasi (L2)—menjadi pilihan bisnis yang rasional bagi perusahaan yang fokus pada produk dan pelanggan. Pergeseran ini menguntungkan Ethereum dan ETH. Adopsi oleh bisnis nyata akan mengintegrasikan ETH lebih dalam ke dalam ekonomi dunia, mendistribusikannya ke lebih banyak pengguna, dan memperkuat statusnya sebagai aset likuid dan penyimpan nilai yang andal. Keputusan Robinhood bukanlah eksklusif, melainkan mercusuar untuk masa depan di mana perusahaan dunia nyata membangun di atas Ethereum melalui keputusan komersial pragmatis, bukan ideologi.

Odaily星球日报2j yang lalu

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Odaily星球日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片