2870亿美元稳定币市场:发行商为何纷纷自建公链?

marsbitDipublikasikan tanggal 2025-09-21Terakhir diperbarui pada 2025-09-22

1.稳定币市场现状

随着稳定币监管框架的逐步落地,过去一年里稳定币已成长为加密金融体系乃至跨境支付网络的核心基础设施。无论是个人投资者的交易需求,还是传统机构在清算、资金流转和合规试点中的探索,稳定币都在充当“数字美元”的角色。截止2025年9月,稳定币的总流通量已达2870亿美元,市场格局呈现明显的寡头化特征:Tether 发行的 USDT 占据约59.6%的市场份额,市值超过1709亿美元;Circle 推出的 USDC 以25%的份额位居第二,市值达到742亿美元。两者合计占据了近85%的市场份额。同时,新兴稳定币如 USDe、USDS、USD1、USDf 等也迅速崛起,跻身主流阵营。

公链

伴随稳定币的快速扩张,底层公链也成为最大的受益者。仅在过去一个月内,链上稳定币交易转账量就接近6.26亿笔,其中 Ethereum、Tron、Solana、BNB Chain 占据主导地位。以Tron为例,其链上稳定币转账约6980万笔,单笔平均交易费用在0.14-0.25美元之间,推算出仅稳定币带来的月度手续费收入就高达970万至1740万美元。然而,这部分收益与稳定币发行方无关,而是完全由公链捕获。长期以来,稳定币的发行与流通高度依赖以太坊、波场、Solana 等网络,它们提供交易环境与安全保障,但随着交易体量的膨胀与应用场景拓展,依附模式的价值分配问题日益突出。每一笔稳定币转账产生的手续费,都被底层网络获取,而发行方几乎无法直接分润。以Tron为例,单靠稳定币交易手续费的年收入即可达到上亿美元,但发行方的收益却为零。

这一不对称的价值分配格局促使稳定币发行方加速探索自主公链战略。Circle 在2025年推出Arc区块链,强调合规与支付优化;Tether 陆续发布Plasma与Stable两条稳定币专用链,意在将原本流向以太坊与波场的价值回收至自有体系;Ethena团队推动的Converge也已进入测试网阶段,主打“DeFi 与合规并行”的新型稳定币生态。随着这些项目的落地,稳定币行业正迈入“代币—公链双轮驱动”的新阶段,价值捕获与生态构建的格局都将被重新定义。

公链

2.为什么稳定币发行商们要自建公链

稳定币发行商们集体发链,核心在于从价值依附转向价值捕获,通过提升公链性能、强化合规性为链上用户提供该稳定币专属的公链,从而扩大收益范围以及开辟新的商业模式。其动因可以概括为以下四个层面:

1. 摆脱公链依赖,增强价值捕获

对于Tether、Circle等稳定币发行商来说,用户越多、交易越频繁,外部公链的收益就越高,而自身的增量收益却近乎为零。这种价值捕获失衡已经成为稳定币扩张的制约因素之一。通过自建链,发行方可以完全掌握底层架构,不仅优化稳定币交易体验,还能确保每一笔交易所产生的手续费与生态红利都流入自有体系。

2. 优化体验与降低门槛

现有模式下用户需持有ETH、TRX等代币支付Gas,使用不便。专属链可实现稳定币即Gas,让用户不必额外持币即可完成转账与支付。

3. 提升合规能力,顺畅对接机构

合规已成为行业发展的必选项,自有公链可嵌入监管节点、黑名单和审计功能,满足 AML/KYC 要求,降低机构和银行的接入门槛,提升政策友好度。

4. 拓展商业模式与生态

过去稳定币盈利主要靠储备金利息,发行公链后则可通过手续费、生态应用和开发者网络实现多元化增长。例如Arc强调跨币种结算,Stable和Plasma主打支付网络,Converge探索DeFi+合规路径。

3.当前发行商们的稳定币公链

Tether的双公链策略:Plasma与Stable

作为全球最大的稳定币发行商,Tether在2025年同时推出了Plasma和Stable两个项目,其打算通过双重布局进一步打造属于自己的稳定币公链体系。Stable面向机构和跨境结算,Plasma专注散户和小额支付。

Plasma是专为稳定币支付打造的比特币侧链,获得Tether母公司Bitfinex与Framework等2400万美元融资。治理代币XPL已上线各大交易所盘前交易,市值约65亿美元,预计9月25日正式上线。其最大亮点是USDT转账零手续费,多轮USDT质押活动在短时间内被抢空显示其市场热度。Plasma独特之处在于以比特币主网作为最终结算层继承UTXO安全性,同时兼容EVM实现智能合约无缝迁移。此外,Plasma支持原生隐私功能,用户可选择隐藏地址与金额,并通过无许可桥接引入BTC,实现低滑点兑换和BTC抵押稳定币借贷。

Stable是专为USDT打造的支付型Layer1区块链,由Bitfinex与USDT0支持,并由Tether CEO Paolo Ardoino担任顾问。其核心定位是让USDT更自然地融入全球支付、跨境结算与机构清算场景。Stable最大亮点是USDT原生Gas,用户无需持有平台币即可发起交易,点对点转账完全免Gas,极大降低了使用门槛。Stable的核心亮点作为USDT原生Gas,用户无需持有平台币即可交易,点对点转账免Gas,大幅降低使用门槛。网络采用StableBFT共识,0.7秒出块并一次确认,未来还将引入并行处理和DAG架构,支持数万TPS,兼顾小额支付与机构清算。企业可通过GuaranteedBlockspace获得专属区块空间,并使用Confidential Transfer实现合规隐私转账。Stable兼容EVM,提供SDK与API,方便应用迁移;钱包端则支持银行卡绑定、社交登录和易读地址,优化Web2体验。其战略是以零Gas费和简化体验吸引用户,用免费转账作为引流,逐步拓展跨境支付、企业财务、DeFi微支付和商户收单,构建USDT核心支付网络,形成网络效应后占据枢纽地位。

最合规的稳定币公链:Arc

Arc是Circle推出的专为稳定币支付和RWA资产设计的Layer1。其核心特点包括使用USDC作为原生Gas并完全兼容EVM,同时提供专门设计的Paymaster渠道,使企业可以使用其他稳定币或代币化法币支付Gas,灵活支持多样化的支付需求。

Arc最大的优势在于背靠Circle在传统金融领域的深厚基础,这赋予其天然的合规优势,使企业在链上开展业务时能够处于受监管的环境中风险可控且符合法规要求。为满足机构需求,Arc设计了一系列专属金融工具包括将房地产、股权等传统资产代币化的能力,以及搭建企业级数字支付系统的解决方案。这不仅降低了传统企业进入区块链的门槛,也为需要合规保障的机构提供了安全、高效的金融基础设施。

DeFi+稳定币公链:Converge

Converge是由Ethena Labs与Securitize联合打造的RWA稳定币公链。其专注于建立一个既能满足金融机构合规需求,又能充分发挥DeFi去中心化优势的结算公链。其核心设计亮点在于,高性能:与Arbitrum、Celestia合作推到性能极限达到百毫秒出块,从而降低资产跨链磨损成本。高合规性:USDe与USDtb用作手续费,USDtb依托于BUIDL基金担保的稳定币从而实现高合规性。高安全性:引入Securitize的监管科技模块,引入了独特的验证者网络(CVN),通过Ethena的ENA代币进行质押以保障网络安全。CVN采用权限验证者模型(PoS),并结合KYC/KYB机制确保验证者符合合规要求。这一设计特别针对机构用户,满足其对风险管理和合规性的需求。

4.未来发展

从长期趋势来看,稳定币发行商集体推出自建公链,无疑将对Ethereum、Tron等老牌公链的地位构成冲击。依托稳定币原生设计,这些新链在机制上展现出独特优势:例如零手续费交易、以稳定币直接充当gas、专为机构用户定制的清算与通道方案等。这类高度垂直化的架构不仅降低了用户迁移的门槛,也使资金流转效率大幅提升。Plasma近期多轮质押活动的热度就是一个典型信号,说明市场对这种新型链的兴趣正快速聚集。更重要的是,稳定币发行商原本就具备较强的合规与安全体系,这种“自带信用”的背景与设计,将极大提升其在传统金融机构中的接受度,推动机构资金的进一步涌入。

然而现实层面来看,自建公链在短期内并不会完全取代Ethereum、Tron等老牌公链。更合理的格局是分工互补:稳定币公链更专注于确定性结算和大规模支付流转,提供稳定、高效的基础设施;而ETH、SOL等依旧是创新应用、复杂金融工具和开放生态的核心舞台。由于以太坊等老牌公链的生态体系已经高度多样化,一时难以被撼动。最大的潜在变数可能在于TRON,其稳定币份额高度依赖USDT,一旦Tether主导的Stable链逐渐成熟,TRON赖以生存的核心优势将被削弱。整体而言,稳定币公链的出现,标志着加密市场进入“稳定币—公链双轮驱动”的全新阶段,它既可能重塑全球支付和清算体系,也可能倒逼传统金融重新定位自身角色,未来几年很可能成为全球金融基础设施演进的关键拐点。

风险提示:

以上信息仅供参考,不应被视为购买、出售或持有任何金融资产的建议。所有信息均系出于诚信提供。然而,我们不就该等信息的准确性、充分性、有效性、可靠性、可用性或完整性作出任何明示或暗示的陈述或保证。

所有加密货币投资(包括理财)本质上均具有高度投机性,并伴随重大亏损风险。过往表现、假设性结果或模拟数据并不必然代表未来结果。数字货币的价值可能上涨或下跌,买卖、持有或交易数字货币可能涉及重大风险。在进行交易或持有数字货币前,您应根据自身的投资目标、财务状况和风险承受能力,认真评估是否适合参与此类投资。BitMart 不提供任何投资、法律或税务建议。

Bacaan Terkait

Orang Pertama yang Akan Terbang Melintas Mars Adalah Seorang Penambang Bitcoin

**Artikel: "Orang Pertama yang Akan Terbang Melintas Mars adalah Seorang Penambang Bitcoin"** Pada 2026, Wang Chun, salah satu pendiri kolam penambangan Bitcoin F2Pool, mengumumkan rencana memimpin misi penerbangan antarbintang berawak pertama manusia yang akan melintas dekat Mars menggunakan Starship SpaceX. Biaya misi ini terutama berasal dari kekayaannya yang terkumpul dari operasi kolam penambangan Bitcoin dan layanan staking PoS-nya, stake.fish. Ketertarikannya pada petualangan dan eksplorasi dimulai sejak kecil, terinspirasi oleh peta dunia. Setelah bekerja di perusahaan perangkat lunak dan melakukan perjalanan ekstensif, ia menemukan Bitcoin pada 2011. Pada 2013, ia ikut mendirikan F2Pool, kolam penambangan Bitcoin pertama di Tiongkok, yang menjadi sumber kekayaan berkelanjutannya. Setelah mengunjungi Kutub Selatan dan Utara, terinspirasi oleh pendaratan roket SpaceX, ia merancang dan mendanai sendiri misi luar angkasa pribadi pertamanya, "Fram2". Pada 2025, sebagai komandan misi, ia dan awak internasionalnya menyelesaikan penerbangan orbit kutub berawak pertama dalam sejarah dengan pesawat Dragon SpaceX, melakukan berbagai eksperimen ilmiah. Kini, Wang Chun mempersiapkan misi yang lebih ambisius: memimpin penerbangan Starship untuk melintas dekat Mars, menjadi misi antarbintang berawak swasta pertama. Kisahnya menunjukkan bagaimana kekayaan dari teknologi seperti Bitcoin dapat membuka jalan bagi individu untuk mendanai dan memimpin eksplorasi antarbintang, menggeser paradigma eksplorasi luar angkasa dari domain eksklusif negara menjadi lebih dapat diakses oleh warga swasta.

marsbit1j yang lalu

Orang Pertama yang Akan Terbang Melintas Mars Adalah Seorang Penambang Bitcoin

marsbit1j yang lalu

Bisa Mencuri Data Sembarangan! Alat Pemrograman AI Populer Ini Terungkap Punya Celah Besar

Alat pemrograman AI populer Claude Code dari Anthropic terbukti memiliki celah keamanan besar yang memungkinkan pencurian data sembarangan. Peneliti keamanan Aonan Guan mengungkapkan bahwa sandbox jaringan di Claude Code, yang diluncurkan sejak Oktober 2025, memiliki kerentanan bypass lengkap melalui serangan injeksi *null byte* dalam protokol SOCKS5. Kerentanan ini memungkinkan proses di dalam sandbox mengakses host mana pun yang sebenarnya dilarang oleh kebijakan pengguna. Celah ini terjadi karena perbedaan interpretasi string antara lapisan JavaScript (yang memeriksa izin) dan fungsi C (yang menangani koneksi). Dengan menyisipkan *null byte* (misal: `attacker.com\x00.google.com`), filter mengizinkan akses karena menganggap koneksi menuju Google, tetapi koneksi sebenarnya dialihkan ke server penyerang. Ketika dikombinasikan dengan teknik injeksi prompt (seperti yang dijelaskan dalam penelitian sebelumnya "Comment & Control"), celah ini dapat membentuk rantai serangan lengkap untuk mengekstrak kredensial API, token GitHub, atau data sensitif lainnya dari lingkungan pengguna dan mengirimkannya ke server eksternal. Yang mengkhawatirkan, Anthropic diketahui telah memperbaiki celah ini secara diam-diam pada pembaruan April tanpa pemberitahuan keamanan, CVE, atau informasi kepada pengguna. Tidak ada versi Claude Code yang aman dari risiko bypass sandbox selama 5,5 bulan sejak fitur sandbox diluncurkan. Peneliti menekankan bahwa rasa aman yang palsu dari sandbox yang cacat justru lebih berbahaya daripada tidak memiliki sandbox sama sekali.

marsbit2j yang lalu

Bisa Mencuri Data Sembarangan! Alat Pemrograman AI Populer Ini Terungkap Punya Celah Besar

marsbit2j yang lalu

Menghemat 3 Miliar Token dalam Seminggu, Panduan Caching Kode Claude oleh Insinyur Anthropic

**Panduan Menghemat Token dengan Cache di Claude Code: Tips dari Engineer Anthropic** Banyak pengguna Claude Code merasa kuota token cepat habis, terutama dalam sesi panjang. Namun, dari perspektif engineer Anthropic, biaya sebenarnya seringkali bukan ditentukan oleh banyaknya kode yang ditulis, melainkan oleh seberapa baik sistem dapat menggunakan kembali konteks yang sudah diproses. Inti artikel ini adalah cara menghemat token melalui mekanisme **cache**. Penulis berhasil menghemat lebih dari 300 juta token dalam seminggu, dengan 91 juta token di-cache dalam satu hari. Biaya token yang di-cache hanya **10%** dari biaya token input biasa, sehingga 91 juta token cache setara dengan biaya sekitar 9 juta token biasa. Sesi panjang Claude Code terasa lebih "tahan lama" karena konteks yang berulang berhasil digunakan kembali, bukan karena model bekerja gratis. **Bagaimana Cache Bekerja?** Cache beroperasi dengan prinsip **cocokkan awalan (prefix matching)**. Claude akan menyimpan lapisan konteks yang berbeda (sistem, proyek, percakapan) ke dalam cache. Selama awalan permintaan berikutnya tetap sama, Claude dapat membaca dari cache alih-alih memproses ulang seluruh konteks. **Hal Penting yang Perlu Diketahui:** * **Biaya:** Token cache hanya dikenakan biaya 10% dari token input biasa. * **Durasi Cache (TTL):** Untuk Claude Code berlangganan, cache bertahan **1 jam**. Untuk API default dan Sub-agent, TTL-nya **5 menit**. * **Lapisan Cache:** Terdiri dari lapisan sistem (instruksi dasar, alat), lapisan proyek (CLAUDE.md, aturan), dan lapisan percakapan (riwayat chat). **Kebiasaan untuk Mengoptimalkan Cache (95% Pengguna):** 1. **Jangan jeda terlalu lama:** Jika sesi menganggur lebih dari 1 jam, cache akan kedaluwarsa. Lebih baik mulai sesi baru dengan handoff yang jelas. 2. **Ganti tugas, mulai ulang:** Saat beralih tugas, lakukan reset bersih (misalnya dengan `/clear`) dan gunakan "session handoff" untuk meringkas progres sebelumnya ke sesi baru. Ini lebih efisien daripada memaksa melanjutkan sesi yang sudah "dingin". 3. **Untuk dokumen besar, gunakan Projects:** Di Claude.ai, masukkan dokumen besar ke dalam **Projects** alih-alih menempelkannya berulang kali di chat, karena Projects memiliki optimasi cache yang lebih baik. **Aktivitas yang Merusak Cache:** * **Beralih model** (misalnya dari Sonnet ke Opus) akan menghapus cache karena setiap model memiliki cache sendiri. * **Mengaktifkan mode "Opus plan"** juga melibatkan pergantian model (dari Opus ke Sonnet) sehingga mereset cache. * Mengedit CLAUDE.md di tengah sesi *tidak* langsung merusak cache saat itu; perubahan akan berlaku saat sesi dimulai ulang. **Kesimpulan:** Anda tidak perlu memahami semua detail teknis cache. Fokus pada prinsip 80/20: token cache jauh lebih murah, TTL Claude Code adalah 1 jam, hindari pergantian model untuk menjaga cache, dan lakukan handoff yang rapi antar tugas untuk efisiensi maksimal. Dengan mengadopsi kebiasaan ini, Anda dapat memperpanjang sesi coding secara signifikan dan membuat kuota token lebih hemat.

marsbit3j yang lalu

Menghemat 3 Miliar Token dalam Seminggu, Panduan Caching Kode Claude oleh Insinyur Anthropic

marsbit3j yang lalu

Di Bawah Gempuran Raksasa Tether dan Circle, Bagaimana Stablecoin Valas Dapat Menonjol?

**Ringkasan: Jalan Keluar untuk Stablecoin Valas di Bawah Dominasi Tether dan Circle** Stablecoin baru menghadapi tantangan besar melawan raksasa seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC) yang telah membangun likuiditas dan jaringan yang kuat selama lebih dari satu dekade. Alih-alih bersaing langsung dengan menerbitkan stablecoin valas "spot" baru, jalur yang lebih realistis dan efisien adalah membangun **valas sintetis** di atas fondasi USDT/USDC yang sudah ada. Dengan pendekatan ini, pengguna tetap memegang USDT/USDC sebagai aset dasar, tetapi saldo akun mereka dapat ditampilkan dan diperdagangkan dalam mata uang lokal pilihan mereka (seperti EUR, CHF, SGD). Model ini meniru instrumen keuangan TradFi yang sudah mapan seperti **Non-Deliverable Forward (NDF) dengan Mark-to-Market (MtM)**, yang banyak digunakan untuk paparan valas tanpa penyelesaian fisik mata uang. Keunggulan utama valas sintetis berbasis NDF meliputi: * **Pertukaran yang kuat** berdasarkan oracle, bukan bergantung pada likuiditas spot lokal yang terbatas. * **Likuiditas dan utilitas** penuh dari USDT/USDC (pintu masuk/keluar, yield, penerimaan). * **Efisiensi modal** tinggi karena hanya menyelesaikan selisih keuntungan/kerugian. * **Kemudahan skalabilitas** ke berbagai mata uang. Pengguna potensial utama untuk infrastruktur ini adalah: 1. **Neobank, dompet, & penyedia layanan kustodian** yang ingin menawarkan akun multivaluta untuk menarik pengguna dan bisnis global, meningkatkan simpanan, dan mencegah aliran keluar ke sistem bank tradisional. 2. **Strategi carry trade valas**, di mana pengguna dapat memperoleh yield dari selisih suku bunga antar negara (contohnya meminjam Yen dan berinvestasi dalam Brazilian Real) dengan tetap memegang stablecoin dolar sebagai jaminan. 3. **Pembayaran global untuk bisnis**, memungkinkan merchant menerima pembayaran dalam berbagai mata uang dan melakukan lindung nilai risiko valas secara sintetis di rantai, mirip dengan layanan yang ditawarkan Stripe di luar rantai. Dengan memanfaatkan jaringan USDT/USDC yang sudah ada dan menerapkan model valas sintetis yang terinspirasi dari NDF, proyek-proyek baru dapat menghindari masalah "ayam atau telur" yang menghambat stablecoin valas spot, dan secara efektif melayani permintaan yang berkembang untuk pengalaman perbankan dan pembayaran multivaluta di ekosistem crypto.

marsbit3j yang lalu

Di Bawah Gempuran Raksasa Tether dan Circle, Bagaimana Stablecoin Valas Dapat Menonjol?

marsbit3j yang lalu

Setelah $2 Miliar Dihapus, Manus Berencana Melakukan IPO di Hong Kong untuk Bangkit?

Setelah akuisisi senilai US$20 miliar dari Meta dilarang oleh regulator China pada April 2026, startup AI asal China, Manus, menghadapi krisis besar. Rencana Meta mengakuisisi Manus dengan valuasi US$20 miliar untuk melengkapi strategi AI-nya dihentikan oleh Komite Keamanan Investasi Asing China karena masalah keamanan teknologi. Namun, ketiga pendiri Manus—Xiao Hong, Ji Yichao, dan Zhang Tao—tidak menyerah. Mereka dilaporkan sedang menggalang dana sekitar US$10 miliar untuk membeli kembali perusahaan dari Meta dengan valuasi minimal US$20 miliar. Langkah ini diikuti rencana membentuk perusahaan patungan di China dan melakukan IPO di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). IPO di Hong Kong dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar. HKEX telah menjadi tujuan utama perusahaan teknologi China, dengan pasar yang sangat terbuka terhadap perusahaan AI berpertumbuhan tinggi meski masih rugi. Contohnya, Zhizhang dan MiniMax telah mencapai valuasi yang sangat tinggi di sana. Manus, yang memiliki pendapatan tahunan berulang (ARR) US$1 miliar pada Desember 2025, berharap dapat meraih valuasi yang lebih tinggi melalui IPO ini. Pilihan ini diambil karena jalur akuisisi oleh raksasa asing kini tertutup rapat, sementara pendanaan swasta tidak cukup untuk mendukung pengembangan jangka panjang di tengah persaingan ketat di bidang AI Agent. IPO di Hong Kong diharapkan dapat memberikan modal berkelanjutan bagi Manus untuk berinovasi dan bersaing secara mandiri, mengubah kisahnya dari target akuisisi menjadi pemain utama yang independen.

marsbit3j yang lalu

Setelah $2 Miliar Dihapus, Manus Berencana Melakukan IPO di Hong Kong untuk Bangkit?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片