Next Crypto to Explode Live News Today: Timely Insights for Chart Sniffers (September 18)

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-18Terakhir diperbarui pada 2025-09-18

Abstrak

Stay Ahead with Our Timely Insights of Today's Next Crypto to Explode Check out our Live Next Crypto to Explode...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Stay Ahead with Our Timely Insights of Today’s Next Crypto to Explode

Check out our Live Next Crypto to Explode Updates for September 18, 2025!

Crypto is so unthinkably huge at the moment, a nearly $4 trillion industry that’s aiming for world domination.

Recent headlines talk of Circle and Mastercard planning to add USDC to global payment systems, Ethereum and Bitcoin treasuries in the billions of dollars, and Google building its own blockchain.

Bitcoin has an all-time growth of over 180,000,000%, Dogecoin over 43,000%, and some of the newest presale coins often pump 10x, 100x, or even 1,000x on rare occasions.

Explosive potential is probably the single best description for what we’re seeing today in crypto.

Quick Picks for Coins with Explosive Potential

If you’re looking for the most recent insights on the next crypto to explode, stay tuned. We update this page frequently throughout the day, as we get the latest and greatest insider insights for chart sniffers and traders looking for the next coin to explode.

Disclaimer: Crypto is a high-risk investment, and you may lose your capital. Our content is informational only, and it does not constitute financial advice. We may earn affiliate commissions at no extra cost to you.

Trump-Backed Thumzup Media Buys 7.5M Dogecoin for $2 Million: Meme Coins Back on the Menu as Maxi Doge Is Next Crypto to Explode

September 18, 2025 • 10:00 UTC

Thumzup Media, a Trump-backed company, has just bought $2M worth of Dogecoin. It plans to buy DogeHash, a mining operation, and expand its crypto presence in the space.

The company is also building a Crypto Advisory Board and two weeks ago, it projected $103M annual revenue from Dogecoin mining. Clearly, the focus on Dogecoin is doing them a world of good.

Last but not least, a $DOGE ETF is set to launch today, and Dogecoin is already pricing in these developments. Its trading volume shot up by 28% in the last day, with a 3.5% increase in its market cap to $42B.

Maxi Doge ($MAXI) is a new meme coin on presale that’s perfectly positioned to ride the oncoming hype and potential rally. Dogecoin’s younger cousin is determined to dethrone the king with the power of Red Bull,  200-pound PRs, and crypto smarts.

Our Maxi Doge price prediction claims a 831% price increase by the end of 2025, so get in while you can!


Solana Price Surges as Snorter Token ($SNORT) Is the Next Crypto to Explode

September 18, 2025 • 10:00 UTC

Solana’s price is looking ready for its next big move, with on-chain data showing a lot of new people are getting into the game. The number of unique wallets making a transaction for the first time has jumped 16% in a week.

Number of new $SOL addresses.
Source: Glassnode

This new interest is reflected in social media chatter. Solana’s social dominance, as measured by its online mentions compared to other coins, is on the rise, indicating that it’s capturing a growing share of attention.

With all this positive momentum, analysts are predicting that $SOL could break past its recent consolidation and reach resistance at $248.50, potentially even rallying toward $270.18.

The Solana buzz is creating a lot of excitement for projects on its network. One such project is Snorter Token ($SNORT). It’s a utility-backed token for a Telegram-based trading bot that helps you with automated trading and spotting new tokens.

It’s an interesting combo of meme culture and real-world usefulness, and it’s already raised over $3.9M in its presale.

Take a deeper whiff of what $SNORT’s all about.


Authored by Bogdan Patru, Bitcoinist — https://bitcoinist.com/next-crypto-to-explode-live-news-september-18-2025/

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

As a crypto writer, Bogdan’s responsibilities are split between researching and writing articles and entertaining the team with his humor bordering on the politically incorrect, an aspiring Bill Burr, if you will. Thanks to his 12+ years of writing experience in just as many fields, including tech, cybersecurity, modelling, fitness, crypto, and other topics-that-shall-not-be-named, he's become a genuine asset to the team. While his position as a senior writer at PrivacyAffairs thought him valuable lessons about the power of self-management, his entire writing career was and is an exercise in self-improvement. Now, he's ready to sink his teeth into crypto and teach people how to take control of their own money on the blockchain. With fiat as an eternally devaluing currency, Bitcoin and altcoins seem like the best-fitting alternative for Bogdan. Bogdan’s biggest professional accomplishment, aside from securing a position as a main writer for Bitcoinist, was his 5-year run as a writing manager at Blackwood Productions, where he coordinated a team of four writers. During that time, he learned the value of teamwork and that of creating a working environment that breeds efficiency, positivity, and friendship.

Bacaan Terkait

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit35m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit35m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手41m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手41m yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片