Metaplanet создает дочерние компании в США и Японии

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-23Terakhir diperbarui pada 2025-09-23

Крупнейший японский корпоративный держатель биткоинов Metaplanet Holdings сообщил о диверсификации бизнеса и создании двух дочерних компаний в США и Японии.

Дочерние компании позволят отделить закупку биткоинов от дополнительных источников дохода, не связанных с управлением резервами первой криптовалюты, объяснили представители Metaplanet.

Американское подразделение Metaplanet Income в Майами, штат Флорида, должно сосредоточиться на операциях с производными финансовыми инструментами на базе биткоина. Это позволит отделить генерацию доходов от курсовой разницы биткоина и выручки от предложения деривативов. Задача: улучшить общее управление рисками и повысить прозрачность операций. В совет директоров американской компании вошли руководители Metaplanet Саймон Герович (Simon Gerovich), Дилан ЛеКлэр (Dylan LeClair) и Даррен Виния (Darren Winia).

Дочерняя фирма Metaplanet в Японии, Bitcoin Japan, собирается заняться организацией публичных мероприятий вроде конференции Bitcoin Japan Conference и управлением медиабизнесом, включая сайт Bitcoin.jp и издание Bitcoin Magazine Japan. Bitcoin Japan возглавят Саймон Герович и Есихиса Икуруми (Yoshihisa Ikurumi).

Холдинг заверил, что реорганизация бизнеса окажет минимальное влияние на консолидированные финансовые результаты Metaplanet.

Ранее холдинг Metaplanet заявил, что завершил размещение акций и намерен выделить до конца года около 204,1 млрд иен ($1,38 млрд) на покупку биткоинов.

Bacaan Terkait

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Robinhood Chain adalah contoh sempurna dari bagaimana perusahaan tradisional memilih model L1+L2 Ethereum saat beralih ke bisnis berbasis blockchain. Alih-alih membangun infrastruktur dari nol atau mengadopsi model rantai mandiri yang mahal, Robinhood menggunakan Ethereum sebagai L1 untuk penyelesaian, keamanan, dan likuiditas, sambil membangun L2 khususnya sendiri dengan teknologi Arbitrum. Ini memungkinkan kendali, kinerja tinggi, dan kepatuhan terhadap regulasi, tanpa biaya dan risiko untuk memelihara ekosistem keamanan dan token gas-nya sendiri. Perbedaan ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam industri crypto. Era sebelumnya didorong oleh model "tokenomics" di mana proyek memilih infrastruktur untuk memaksimalkan nilai token. Namun, era baru ini didominasi oleh bisnis nyata (real-world) yang menggunakan teknologi blockchain sebagai infrastruktur untuk mengoptimalkan produk dan arus kas mereka. Targetnya bukan lagi penjualan token, tetapi melayani kebutuhan konsumen nyata. Perusahaan seperti ini memerlukan keseimbangan: L1 Ethereum menawarkan desentralisasi maksimal, netralitas, dan likuiditas global. Sementara itu, L2 (seperti Base milik Coinbase atau Robinhood Chain) menyediakan lingkungan eksekusi yang dapat dikustomisasi, biaya rendah, dan dikendalikan oleh operator. Model "barbel" Ethereum ini—pusat yang kuat (L1) dan tepi yang sangat terdiversifikasi (L2)—menjadi pilihan bisnis yang rasional bagi perusahaan yang fokus pada produk dan pelanggan. Pergeseran ini menguntungkan Ethereum dan ETH. Adopsi oleh bisnis nyata akan mengintegrasikan ETH lebih dalam ke dalam ekonomi dunia, mendistribusikannya ke lebih banyak pengguna, dan memperkuat statusnya sebagai aset likuid dan penyimpan nilai yang andal. Keputusan Robinhood bukanlah eksklusif, melainkan mercusuar untuk masa depan di mana perusahaan dunia nyata membangun di atas Ethereum melalui keputusan komersial pragmatis, bukan ideologi.

Odaily星球日报2j yang lalu

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Odaily星球日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片