Inside Job? MYX Airdrop Scandal Hits $170 Million – Details

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-13Terakhir diperbarui pada 2025-09-13

Abstrak

MYX Finance, a decentralized exchange, is under fire after reports disclosed that close to 10 million MYX tokens — valued...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

MYX Finance, a decentralized exchange, is under fire after reports disclosed that close to 10 million MYX tokens — valued at about $170 million at the time — were claimed by a cluster of addresses tied to the project.

Based on reports, on-chain investigators flagged a pattern that suggests many of the claims came from wallets created and used in a coordinated way.

100 Wallets Funded, Then Claimed

According to blockchain trackers, about 100 newly created wallets were funded on April 19 and then used to claim airdrop rewards on May 7.

The timing and similarity of the transactions drew attention because the wallets followed an almost identical sequence of steps: funding, claiming, and then moving tokens.

Reports have disclosed that the total amount moved represented about 1% of MYX’s total supply, a large share for an early distribution program.

Suspicious Transfers Point To Project Links

On-chain evidence has been presented that ties at least one of the claiming wallets to a creator-linked address. Investigators say wallet 0x4a31 sent nearly $3 million worth of MYX to a deposit address, 0xeb5A, which is alleged to be linked to a creator’s wallet, 0x8eEB.

These transfers formed part of the narrative that led observers to call the episode a possible Sybil attack — where one actor controls many addresses to claim disproportionate rewards.

MYXUSDT currently trading at $18.10. Chart: TradingView

Team Denies Wrongdoing, Promises Fixes

MYX Finance has rejected claims that the core team orchestrated a coordinated grab. The project acknowledged that some people asked to change addresses before launch and said some incentive streams had differing anti-Sybil protections.

Based on reports, the team emphasized that a separate campaign called “Cambrian” included stricter checks, and it said it will tighten protections going forward.

Price Reaction And Community Backlash

Market reaction was swift. Reports indicate the token price fell as trust eroded among traders and holders. Community voices on social platforms called for clearer audits and for the team to publish a transparent ledger of airdrop recipients.

Some holders demanded that questionable tokens be frozen or returned, while others warned that strong legal or regulatory moves could follow if proof of intentional misconduct appears.

Investigators say the on-chain patterns are suggestive but not conclusive proof of an inside job. According to reports, links between wallets rely on behavioral analysis and the trace of transfers; critics argue these methods can point to correlations without proving direction or orders.

Featured image from Meta, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Orang yang Menciptakan ChatGPT, Sudah Tidak Lagi Menggunakan ChatGPT untuk Bekerja

Pembuat ChatGPT Sudah Tidak Lagi Mengandalkan ChatGPT untuk Bekerja Dalam waktu kurang dari setahun, OpenAI telah menggeser fokus dari chatbot ke agen AI cerdas (AI Agent) bernama Codex. Hingga Juni 2026, Codex menangani 99,8% dari total token keluaran mingguan perusahaan, melonjak drastis dari kurang dari 10% sepuluh bulan sebelumnya. Pergeseran besar terjadi sekitar September lalu ketika Codex diperkuat dengan model yang lebih canggih dan kemampuan yang lebih lengkap, memungkinkannya menangani tugas-tugas yang semakin kompleks. Karyawan OpenAI menemukan bahwa daripada bertanya-jawab dalam kotak dialog, lebih efisien untuk menyerahkan satu set tugas utuh kepada Codex untuk dijalankan secara mandiri. Perubahan ini tidak hanya terjadi di tim teknik, tetapi telah menyebar ke setiap departemen termasuk hukum, keuangan, dan rekrutmen. Saat ini, rata-rata lebih dari 85% token keluaran per karyawan dihasilkan oleh Codex. Agen seperti Codex mengubah unit dasar kerja pengetahuan: dari interaksi tanya-jawab singkat menjadi tugas berjangka panjang yang dapat "dilempar" untuk diselesaikan secara mandiri. Sekitar seperempat permintaan ke Codex kini terkait dengan pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih dari satu jam jika dikerjakan manusia. Yang mengejutkan, pertumbuhan pengguna non-pengembang (pengguna individu dan organisasi) telah melampaui pengembang. Orang-orang dari bidang non-teknik seperti keuangan dan humas menggunakan Codex untuk mengotomatisasi alur kerja mereka, bahkan untuk tugas-tugas pemrograman. Ini menunjukkan bahwa Codex telah berubah dari alat bantu pemrograman menjadi agen alur kerja universal. Codex, yang didukung oleh GPT-5.5, kini dapat menjalankan rantai tugas teknik secara utuh: implementasi, refaktor, debug, pengujian, dan verifikasi. Pengguna berat bahkan dapat menjalankan beberapa agen secara paralel, menghasilkan hingga lebih dari 60 jam kerja agen dalam satu hari. Intinya, cara kerja telah bergeser: dari membuka kotak obrolan menjadi menyerahkan seluruh tugas kepada agen cerdas. Pembeda di masa depan akan terletak pada seberapa besar dan kompleks tugas yang berani dipercayakan kepada AI untuk dijalankan secara mandiri.

marsbit12m yang lalu

Orang yang Menciptakan ChatGPT, Sudah Tidak Lagi Menggunakan ChatGPT untuk Bekerja

marsbit12m yang lalu

Kebangkitan Stablecoin di Amerika Latin, Intinya Bukan 'Kemenangan Teknologi Kripto'

Kebangkitan stablecoin di Amerika Latin pada dasarnya bukanlah "kemenangan teknologi kripto", melainkan respons terhadap kebutuhan lama akan pengiriman uang lintas batas. Artikel ini, melalui percakapan dengan seorang pemilik restoran Tionghoa di Meksiko, menelusuri sejarah "surat perak" tradisional yang digunakan diaspora untuk mengirim uang pulang. Ini menggambarkan bagaimana di Amerika Latin, di mana remitansi sangat penting bagi banyak keluarga, stablecoin seperti USDT dan USDC dipahami bukan sebagai aset kripto, melainkan sebagai "dolar digital" yang dapat diandalkan. Stablecoin memecahkan masalah inti dalam sistem remitansi tradisional: biaya tinggi, lambat, dan ketidakpastian nilai tukar. Mereka berfungsi sebagai infrastruktur remitansi yang efisien, terutama di negara-negara dengan mata uang volatil seperti Argentina dan Venezuela, atau dengan aliran modal lintas batas yang besar seperti Meksiko dan Brasil. Namun, tantangan sebenarnya terletak pada integrasi "dua ujung": on-ramp (mengubah uang tunai atau saldo bank menjadi stablecoin) dan off-ramp (mengubah stablecoin menjadi mata uang lokal yang dapat digunakan, seperti melalui Pix di Brasil atau SPEI di Meksiko). Regulator di kawasan ini semakin memandang stablecoin melalui lensa kebijakan moneter dan kontrol devisa, berusaha untuk mengatur alih-alih melarangnya. Masa depan stablecoin di Amerika Latin terletak pada kemampuannya untuk beroperasi tanpa terlihat di latar belakang, menjadi tulang punggung teknis yang memungkinkan pengiriman uang yang lebih cepat dan lebih murah, sementara pengguna hanya peduli pada satu hal: apakah uangnya sudah sampai.

marsbit1j yang lalu

Kebangkitan Stablecoin di Amerika Latin, Intinya Bukan 'Kemenangan Teknologi Kripto'

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片