Hyperliquid Enters India: Hype or Real?

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-03Terakhir diperbarui pada 2025-09-03

The recent emergence of an X account named ‘Hyperliquid India’ has raised significant concerns within the crypto community. In a post shared today, it claimed that, “Hyperliquid has entered the (Indian flag) chat.”.

The post gained significant reach as multiple blue tick accounts, such as India Blockchain month and Transak welcomed hyperliquid through it, providing an inappropriate narrative of its authenticity.

Hyperliquid India Post: Source: XHyperliquid India Post: Source: X
Hyperliquid India Post: Source: X

Community Initiative Claims Lack Official Verification

The account description includes an invitation to founders, developers, traders, and creators by providing a link to join its channel on Telegram although it labels itself community driven. 

However, investigation conducted by The Crypto Times, found no public confirmation from official Hyperliquid channels supporting this group. None of Hyperliquid’s verified social media accounts follow or endorse the group, and official Telegram channels including Hyperliquid Announcements and Hyperliquid News do not recognize the initiative. Further, despite official accounts reacting to it positively, the account handle does mention that it is a “community initiative.” 

Hyperliquid is a decentralized exchange, so having a country-specific version does not make much sense. The Telegram link shared by this group is also an informal chat group, and not an official announcement channel.

Mixed Response 

Users like India Blockchain Month also welcomed Hyperliquid India on X, calling it a good time since India Blockchain Month has only started this September. Others flagged it as a possible fraud and asked Hyperliquid to verify its legitimacy. Despite the account’s bio stating it is community-led and several users raising scam concerns, many still believed it was legitimate as verified and reputable profiles appeared to welcome it. 

Meanwhile, inside the telegram group, multiple members are still claiming the group to be official, despite the clear community driven description.

Hyperliquid India Telegram Channel | Source: TelegramHyperliquid India Telegram Channel | Source: Telegram
Hyperliquid India Telegram Channel | Source: Telegram

Safety Recommendations for Users

Amidst the fake profile concerns and overall crypto scams being on the rise, crypto security experts have recommended the following precautions:

  • Verify Official Channels: Only follow Hyperliquid’s confirmed social media accounts and official Telegram channels
  • Avoid Personal Information Sharing: Do not provide private keys, personal details, or financial information to unverified groups
  • Report Suspicious Activity: Flag potential fraud attempts to platform administrators and community moderators
  • Exercise Caution: Wait for official confirmation before engaging with country-specific crypto groups

The Hyperliquid India profile has not yet attempted to provide trading signals or investment promises, though security experts warn these are common tactics used by cryptocurrency scammers and engagement farmers.

The Hyperliquid India Telegram group is unverified and could be risky. Users should exercise caution, avoid revealing personal information, and stick to official Hyperliquid channels for accurate updates.

Also Read: 21Shares Launches First Etp Tracking Hyperliquid On Six Swiss Exchange


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep seperti metaverse, Web3.0, platform data simulasi, digital twin, dan Physical AI bermunculan, menciptakan kebingungan. Konsep-konsep ini bukanlah hal yang sama dengan Model Dunia (World Model), tetapi semuanya mengarah pada tren besar: kaburnya batas antara dunia digital dan fisik. Model Dunia berperan sebagai "lapisan kognitif" atau "sistem operasi dasar" yang bertanggung jawab agar AI dapat memahami dan mensimulasikan dunia. Analisis hubungannya dengan konsep lain adalah sebagai berikut: 1. **Metaverse**: Ini adalah tujuan atau "ruang pengalaman" imersif. Model Dunia berpotensi menjadi "mesin" atau alat pembuat konten otomatisnya, menghasilkan dunia 3D yang dapat diinteraksi dari teks, sehingga mengatasi hambatan pembuatan konten yang mahal. 2. **Web3.0**: Berfokus pada kepemilikan data, identitas, dan insentif ekonomi berbasis blockchain (masalah aturan/ekonomi). Ini berada di lapisan teknis yang berbeda dengan Model Dunia (masalah rekayasa pemahaman dunia). 3. **Platform Data Simulasi** (mis. untuk mobil otonom): Dapat dilihat sebagai versi 1.0 dari Model Dunia. Platform tradisional mengandalkan pembuatan skenario manual/berbasis aturan, sedangkan Model Dunia (versi 2.0) menggunakan AI untuk menghasilkan variasi skenario yang realistis secara otomatis dan masif. 4. **Digital Twin**: Adalah cermin real-time dari objek fisik (mis. pabrik, kota). Model Dunia melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan untuk **memprediksi masa depan** dan mensimulasikan hasil dari berbagai tindakan, bukan hanya mereplikasi keadaan saat ini. 5. **Physical AI** (AI fisik seperti robot, mobil otonom): Model Dunia adalah komponen intinya, khususnya untuk fungsi "memahami" hukum dunia dan memprediksi konsekuensi sebelum bertindak. Ini adalah "korteks otak" yang mensimulasikan sebelum eksekusi. Secara hierarki, Model Dunia berada di **Lapisan Kognitif**, yang mendukung lapisan aplikasi (simulasi, digital twin), lapisan aksi (Physical AI), dan lapisan pengalaman (metaverse). Ia bergantung pada infrastruktur dasar seperti komputasi dan data. Kesimpulannya, Model Dunia bukanlah konsep-konsep tersebut, tetapi ia berpotensi menjadi **sistem operasi** atau fondasi kognitif yang dibutuhkan banyak konsep itu untuk mewujudkan janji-janjinya dalam menghubungkan dan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik.

marsbit42m yang lalu

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

marsbit42m yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

Pada 26 Juni, saham sektor CPO di A-Shares jatuh lebih dari 6%, dipicu oleh peluncuran platform interkoneksi optik "Glass Bridge" oleh raksasa serat optik AS, Corning. Teknologi ini menggunakan pandu gelombang kaca wafer-level untuk penyelarasan pasif antara serat optik dan chip fotonik, yang berpotensi menyederhanakan arsitektur CPO tradisional yang bergantung pada unit array serat (FAU) dan perangkat penyelarasan aktif presisi. Pasar khawatir hal ini akan mengurangi permintaan jangka panjang untuk komponen FAU tradisional. Inti Glass Bridge terletak pada tiga karakteristik: manufaktur wafer-level untuk konsistensi produksi massal, antarmuka koneksi fisik TMT yang terstandarisasi untuk integrasi yang mudah, dan arsitektur konektor densitas tinggi yang dapat dilepas untuk fleksibilitas. Corning menegaskan bahwa Glass Bridge melengkapi, bukan sepenuhnya menggantikan, solusi FAU yang ada, terutama dalam skenario kepadatan sangat tinggi. Reaksi pasar mencerminkan pergeseran nilai dalam industri interkoneksi optik AI. Dana mengalir keluar dari saham CPO dan PCB menengah, beralih ke saham terkait substrat kaca seperti Kaishan Tech dan Dier Laser. Analis melihat substrat kaca sebagai material inti kemasan generasi berikutnya, menawarkan peluang diferensiasi bagi industri domestik, terutama di tengah meningkatnya permintaan komputasi AI dan tantangan paten substrat silikon.

marsbit43m yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

marsbit43m yang lalu

Trading

Spot
活动图片