Tokenized gold tops $2.5B in value! – Why investors are buying in

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-09-02Terakhir diperbarui pada 2025-09-02

Key Takeaways

Tokenized gold surged to a record $2.59 billion market cap, fueled by rising spot prices. With $2.3 billion supply on Ethereum, it’s rapidly becoming the bridge between traditional assets and the on-chain economy.


Gold isn’t just glittering in vaults!

Tokenized gold has hit a record $2.59 billion in total value, a sign that investors are warming up to digital wrappers of real-world assets.

With physical gold prices going closer to an ATH, it seemed like traders have been looking for quicker, easier ways to get exposure without dealing with the hassle of bars and bullion.

Tokenized gold hits $2.5 bln market cap

At press time, tokenized gold’s market cap stood at $2.59 billion, with 24-hour trading volumes nearing $494 million.

tokenized goldtokenized gold

Source: CoinGecko

Leading the pack are Tether Gold [XAUT] and PAX Gold [PAXG], which together account for more than $2.3 billion worth of supply on Ethereum [ETH].

tokenized goldtokenized gold

Source: X

Both tokens mirrored gold’s surge, with XAUT trading around $3,475 (+3.5% in the past month) and PAXG at $3,494 (+4.0%). UGold Inc. also gained, rising 1.5% to $3,660.

Gold inches toward April highs

This surge rode on bullion’s own rally.
Spot gold traded around $3,485 per ounce at press time, going closer to its April peak.
tokenized goldtokenized gold

Source: TradingView

The move has been fueled by a steepening U.S. Treasury yield curve, which often pushes investors toward safe-haven assets. After weeks of sideways action, gold has climbed nearly 6% since mid-August, regaining momentum.

Why tokenized gold is gaining momentum

So what’s fueling the rush into tokenized gold?

For one, it makes ownership simpler. Investors can buy fractions of an ounce, trade 24/7, and skip storage headaches. On top of that, borderless transfers and smart contracts automate redemption seamlessly.

Beyond retail investors, institutions and DeFi platforms are integrating tokenized gold into their systems, unlocking new use cases. 

In essence, it offers the stability of physical bullion with the flexibility and efficiency of blockchain technology, making it ideal for the on-chain economy.

Share

Bacaan Terkait

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep seperti metaverse, Web3.0, platform data simulasi, digital twin, dan Physical AI bermunculan, menciptakan kebingungan. Konsep-konsep ini bukanlah hal yang sama dengan Model Dunia (World Model), tetapi semuanya mengarah pada tren besar: kaburnya batas antara dunia digital dan fisik. Model Dunia berperan sebagai "lapisan kognitif" atau "sistem operasi dasar" yang bertanggung jawab agar AI dapat memahami dan mensimulasikan dunia. Analisis hubungannya dengan konsep lain adalah sebagai berikut: 1. **Metaverse**: Ini adalah tujuan atau "ruang pengalaman" imersif. Model Dunia berpotensi menjadi "mesin" atau alat pembuat konten otomatisnya, menghasilkan dunia 3D yang dapat diinteraksi dari teks, sehingga mengatasi hambatan pembuatan konten yang mahal. 2. **Web3.0**: Berfokus pada kepemilikan data, identitas, dan insentif ekonomi berbasis blockchain (masalah aturan/ekonomi). Ini berada di lapisan teknis yang berbeda dengan Model Dunia (masalah rekayasa pemahaman dunia). 3. **Platform Data Simulasi** (mis. untuk mobil otonom): Dapat dilihat sebagai versi 1.0 dari Model Dunia. Platform tradisional mengandalkan pembuatan skenario manual/berbasis aturan, sedangkan Model Dunia (versi 2.0) menggunakan AI untuk menghasilkan variasi skenario yang realistis secara otomatis dan masif. 4. **Digital Twin**: Adalah cermin real-time dari objek fisik (mis. pabrik, kota). Model Dunia melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan untuk **memprediksi masa depan** dan mensimulasikan hasil dari berbagai tindakan, bukan hanya mereplikasi keadaan saat ini. 5. **Physical AI** (AI fisik seperti robot, mobil otonom): Model Dunia adalah komponen intinya, khususnya untuk fungsi "memahami" hukum dunia dan memprediksi konsekuensi sebelum bertindak. Ini adalah "korteks otak" yang mensimulasikan sebelum eksekusi. Secara hierarki, Model Dunia berada di **Lapisan Kognitif**, yang mendukung lapisan aplikasi (simulasi, digital twin), lapisan aksi (Physical AI), dan lapisan pengalaman (metaverse). Ia bergantung pada infrastruktur dasar seperti komputasi dan data. Kesimpulannya, Model Dunia bukanlah konsep-konsep tersebut, tetapi ia berpotensi menjadi **sistem operasi** atau fondasi kognitif yang dibutuhkan banyak konsep itu untuk mewujudkan janji-janjinya dalam menghubungkan dan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik.

marsbit5j yang lalu

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片