Hashgraph Launches TransAct For crypto-free Hedera Enterprise Use

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-02Terakhir diperbarui pada 2025-09-02

The Hashgraph Group (THG), a Switzerland-based enterprise software provider, has launched TransAct, a new solution designed to let companies and governments process transactions on the Hedera network without holding native cryptocurrency HBAR or managing digital wallets.

The new product aims to address common operational and compliance barriers that have hindered large-scale enterprise adoption of distributed ledger technology (DLT). According to a press release, TransAct abstracts away the complexity of managing digital wallets and paying network fees, a process often restricted by corporate risk and compliance departments.

TransAct strips out crypto’s usual headaches, ditching wallet custody and gas fee micromanagement, with a fully managed, SaaS gateway that invoices in USD. Clients can sign with their own keys, keeping full visibility and no exposure to HBAR. It delivers real-time control and enterprise-level uptime blockchain infrastructure without the crypto baggage. It is particularly aimed at institutions restricted by internal compliance rules from engaging directly with digital assets.

Stefan Deiss, Co-Founder and CEO of THG, positioned the product as a bridge between enterprise IT environments and public ledgers said “With TransAct, we are removing one of the major barriers to enterprise adoption, the complexity and compliance risk of holding crypto and managing digital wallets.”

He further noted, “By providing an enterprise-grade transaction gateway to interact and transact on the Hedera network, we are enabling financial institutions, e-commerce platforms, technology firms, and other organisations to process digital transactions through our easy-to-use platform, while we take care of all the technical and compliance challenges in the background.”

The platform also supports developers through open-source components released under Project Hiero via the Linux Foundation’s Decentralized Trust initiative (LFDT). However, certain proprietary features will remain exclusive to enterprise subscribers.

Micha Roon, Head of Engineering at The Hashgraph Group, pointed to TransAct’s regulatory edge: it lets enterprises operate on Hedera without holding HBAR, cutting out crypto accounting headaches and compliance red tape.

As the race to onboard institutions heats up, TransAct carves out a niche for Hedera: blockchain infrastructure without the burden of token custody. For risk-averse players, it’s Web3, minus the regulatory strings.

Also Read: Thunes and Ripple tighten grip on cross-border blockchain payments


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep seperti metaverse, Web3.0, platform data simulasi, digital twin, dan Physical AI bermunculan, menciptakan kebingungan. Konsep-konsep ini bukanlah hal yang sama dengan Model Dunia (World Model), tetapi semuanya mengarah pada tren besar: kaburnya batas antara dunia digital dan fisik. Model Dunia berperan sebagai "lapisan kognitif" atau "sistem operasi dasar" yang bertanggung jawab agar AI dapat memahami dan mensimulasikan dunia. Analisis hubungannya dengan konsep lain adalah sebagai berikut: 1. **Metaverse**: Ini adalah tujuan atau "ruang pengalaman" imersif. Model Dunia berpotensi menjadi "mesin" atau alat pembuat konten otomatisnya, menghasilkan dunia 3D yang dapat diinteraksi dari teks, sehingga mengatasi hambatan pembuatan konten yang mahal. 2. **Web3.0**: Berfokus pada kepemilikan data, identitas, dan insentif ekonomi berbasis blockchain (masalah aturan/ekonomi). Ini berada di lapisan teknis yang berbeda dengan Model Dunia (masalah rekayasa pemahaman dunia). 3. **Platform Data Simulasi** (mis. untuk mobil otonom): Dapat dilihat sebagai versi 1.0 dari Model Dunia. Platform tradisional mengandalkan pembuatan skenario manual/berbasis aturan, sedangkan Model Dunia (versi 2.0) menggunakan AI untuk menghasilkan variasi skenario yang realistis secara otomatis dan masif. 4. **Digital Twin**: Adalah cermin real-time dari objek fisik (mis. pabrik, kota). Model Dunia melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan untuk **memprediksi masa depan** dan mensimulasikan hasil dari berbagai tindakan, bukan hanya mereplikasi keadaan saat ini. 5. **Physical AI** (AI fisik seperti robot, mobil otonom): Model Dunia adalah komponen intinya, khususnya untuk fungsi "memahami" hukum dunia dan memprediksi konsekuensi sebelum bertindak. Ini adalah "korteks otak" yang mensimulasikan sebelum eksekusi. Secara hierarki, Model Dunia berada di **Lapisan Kognitif**, yang mendukung lapisan aplikasi (simulasi, digital twin), lapisan aksi (Physical AI), dan lapisan pengalaman (metaverse). Ia bergantung pada infrastruktur dasar seperti komputasi dan data. Kesimpulannya, Model Dunia bukanlah konsep-konsep tersebut, tetapi ia berpotensi menjadi **sistem operasi** atau fondasi kognitif yang dibutuhkan banyak konsep itu untuk mewujudkan janji-janjinya dalam menghubungkan dan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik.

marsbit4j yang lalu

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

marsbit4j yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

Pada 26 Juni, saham sektor CPO di A-Shares jatuh lebih dari 6%, dipicu oleh peluncuran platform interkoneksi optik "Glass Bridge" oleh raksasa serat optik AS, Corning. Teknologi ini menggunakan pandu gelombang kaca wafer-level untuk penyelarasan pasif antara serat optik dan chip fotonik, yang berpotensi menyederhanakan arsitektur CPO tradisional yang bergantung pada unit array serat (FAU) dan perangkat penyelarasan aktif presisi. Pasar khawatir hal ini akan mengurangi permintaan jangka panjang untuk komponen FAU tradisional. Inti Glass Bridge terletak pada tiga karakteristik: manufaktur wafer-level untuk konsistensi produksi massal, antarmuka koneksi fisik TMT yang terstandarisasi untuk integrasi yang mudah, dan arsitektur konektor densitas tinggi yang dapat dilepas untuk fleksibilitas. Corning menegaskan bahwa Glass Bridge melengkapi, bukan sepenuhnya menggantikan, solusi FAU yang ada, terutama dalam skenario kepadatan sangat tinggi. Reaksi pasar mencerminkan pergeseran nilai dalam industri interkoneksi optik AI. Dana mengalir keluar dari saham CPO dan PCB menengah, beralih ke saham terkait substrat kaca seperti Kaishan Tech dan Dier Laser. Analis melihat substrat kaca sebagai material inti kemasan generasi berikutnya, menawarkan peluang diferensiasi bagi industri domestik, terutama di tengah meningkatnya permintaan komputasi AI dan tantangan paten substrat silikon.

marsbit4j yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片