В России предложили создать систему подконтрольных государству криптообменников

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-28Terakhir diperbarui pada 2025-08-28

Депутаты Госдумы России от фракции «Новые люди» Антон Ткачев, Ярослав Самылин и Георгий Арапов направили письмо главе Банка России Эльвире Набиуллиной с предложением создать механизм гослицензирования криптообменников.

По словам депуатов, создание «легальных обменников» сократит нелегальный оборот криптоактивов, укрепит доверие россиян к цифровым монетам, а государство — усилит контроль над денежными потоками.

«Просим Вас, уважаемая Эльвира Сахипзадовна, поручить профильным департаментам Банка России проработать вопрос о создании механизма лицензирования легальных криптовалютных обменников с физическим присутствием», — говорится в прошении.

Законодатели предлагают ввести для пунктов обмена цифровыми активами минимальное требование к размеру уставного капитала, а их руководителей обязать проходить проверку и отвечать требованиям Центробанка. Предлагается установить лимит для каждой сделки в гособменнике:

  • 1 млн рублей в Москве и Санкт-Петербурге;

  • 500 000 рублей в остальных городах и регионах.

Операции по обмену криптовалют должны сопровождаться идентификацией клиентов по паспорту. Все данные о покупке и продаже цифровых активов следует передавать в Федеральную налоговую службу (ФНС), считают депутаты фракции «Новые люди».

Ранее первый зампред комитета Совета Федерации России по бюджету и финансовым рынкам Александр Шендерюк-Жидков выступил с предложением разрешить компаниям, зарегистрированным в специальных административных районах на острове Русский (Приморский край) и острове Октябрьский (Калининградская область) протестировать расчеты в криптовалюте.

Правительство России предложило установить штрафы за «неправомерную организацию оборота криптовалюты». Штрафовать собираются тех, кто оплачивает товары и услуги криптовалютой, майнит в обход госреестра майнеров, майнит и не отчитывается вовремя госорганам.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit2j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit2j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru3j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片