Trump Media, Crypto.com, and Yorkville Launches $6.42B CRO Treasury

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-03Terakhir diperbarui pada 2025-08-27

Nasdaq listed Yorkville Acquisition Corp. and Trump Media & Technology Group Corp. have announced a partnership with Crypto.com exchange for a $6.24 billion CRO treasury. The treasury, called Trump Media Group CRO Strategy, Inc., is focused on acquisition of CRO, the native token of the Cronos ecosystem. 

As per the official release, the trio will be founding partners in the treasury and they will purchase $1 billion worth of CRO at market price, roughly 6.31 billion tokens, representing nearly 19% of its total market supply. Additionally, the treasury will use $200 million in cash and $220 million cash-in mandatory exercise warrants, with an additional $5 billion equity line of credit from an affiliate of Yorkville, YA II PN, Ltd. 

The move will make Trump Media Group CRO Strategy, Inc., the first and largest publicly traded CRO treasury company. Beside the deal, YA II PN, Ltd. also entered into a backstop agreement to purchase Class A ordinary shares of Yorkville Acquisition Corp. 

“Financial markets are becoming increasingly digital every day, and companies of all sizes and sectors are strategically planning for the future by establishing digital asset treasuries anchored by assets that have created a comprehensive value proposition and are poised for even greater utility,” said Devin Nunes, Chairman and CEO of Trump Media & Technology Group.

CRO Token Spikes 25% 

Following the announcement, CRO token price surged by staggering 23%, surging from $0.1623 to $0.1996 in hours. Although it is nearly 80% away from the previous all-time high of $0.9698, marked in November 2021. 

So far the Trump Media Group CRO Strategy, Inc. is the largest altcoin strategy in existence compared to CRO’s market cap. At the time of writing, the total market capitalization for Cronos (CRO) token sits at $6.57 billion–as per CoinMarketCap data

Altcoin Treasury Trend Accelerates

While the Ethereum (ETH) primitive ruled the crypto market in the first half of 2025, the altcoin treasury trend is now taking the central stage with various publicly traded companies increasingly adopting altcoins like Ethereum and Solana (SOL) as treasury assets. The trend is inspired by MicroStrategy‘s Bitcoin strategy and SharpLink Gaming’s pivot to ETH.

Also read: Altcoins Make Bitcoin Growth Stronger: Tim Draper



Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片