OKB tumbles 10%, holder addresses drop 13.7% – $125 support is crucial

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-25Terakhir diperbarui pada 2025-08-26

Key Takeaways

OKB fell nearly 10% as bear volume collapsed from 209.5 million to 41.8K. Holder addresses dropped 13.7%, signaling retail exit. Support at $125 and spot volume trends will decide near-term direction.


OKB [OKB] gave back some of last week’s market gains. The altcoin prices plunged nearly 10% in the past 24 hours on the daily chart.

The move comes just days after the token recorded a progressive bullish run, leaving traders debating whether this was a routine correction or the start of a deeper pullback could be on the cards.

Source: TradingView

Fading bearish pressure

Digging deeper into the technicals, the Stochastic RSI approached oversold territory, which often points to exhaustion in selling pressure. That would normally favor at least a short-term bounce.

Similarly, seller activity also appeared to ease.

AMBCrypto inferred from IntoTheBlock’s data that the total number of tokens sold by bears collapsed from 209.5 million to just 41.8K, suggesting aggressive profit-taking may have already played out.

Source: IntoTheBlock/TradingView

Cautionary flags remain

Despite these bullish hints, the on-chain picture looked more mixed. The number of OKB holding addresses fell sharply in the past 24 hours, dropping from ~7.3K to ~6.2K.

Naturally, a decline in wallet activity during a price pullback often shows smaller investors rotating out of positions.

This drop offered a cautionary signal, leaving the market more dependent on whales and speculative traders to sustain momentum.

Source: IntoTheBlock/TradingView

What comes next for OKB?

The next few sessions will be crucial in shaping OKB’s trajectory. If selling pressure continues to shrink while RSI resets, the token could stabilize and attempt a rebound.

Having said that, the decline in holding addresses was a red flag, suggesting the dip may be more than just a correction.

Retail traders appeared to step back as volatility picked up, leaving the market’s next direction largely in whales’ hands.

In the near term, focus should be on whether the token can defend its key support levels—the next being the demand zone near $125.

Spot volume will also be critical. A renewed accumulation would hint at a rebound. If not, the lack of fresh demand could leave OKB vulnerable to a deeper bearish run.

Share

Bacaan Terkait

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报1j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

Penulis asli: Zhang Yaqi Sumber asli: Wall Street News Pasar saham global terus mencetak rekor tertinggi didorong oleh gelombang AI, tetapi bahan bakar yang mendukung kenaikan ini semakin berbahaya—dari AS hingga Korea Selatan, saldo pembiayaan dan skala ETF berleveraj telah mencapai batas sejarah. Sifat pro-siklus dari leveraj itu sendiri memperbesar risiko ekor volatilitas pasar secara berlipat ganda. Saldo utang margin di AS melonjak 54% pada Mei, menyentuh puncak sejarah $1,4 triliun. Sementara itu, total aset ETF berleveraj hampir menggandakan dalam kurang dari 70 hari, mencapai lebih dari $220 miliar pada awal Juni. Risiko dari kegilaan penambahan leveraj ini pertama kali terlihat di pasar Korea: Indeks KOSPI anjlok 10% pekan lalu, memicu circuit breaker, kemudian rebound dengan cepat, dan kembali terhenti, menyebabkan volatilitas yang parah dan melemahkan saham terkait AI di AS. Barclays memperingatkan bahwa dana berleveraj telah membeli sekitar $300 miliar dalam produk turunan terkait saham dan indeks sejak akhir Maret. Jika perlu ditutup secara terpusat dalam waktu singkat, dampaknya akan "mengerikan". Morgan Stanley juga mengingatkan bahwa ketergantungan pembeli marginal pada pembiayaan leveraj belum pernah terjadi sebelumnya, dan pembiayaan ini menjadi lebih mahal dan langka. Charles Schwab telah memperketat persyaratan margin. Leveraj ETF tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga dapat mendistorsi harga saham yang dilacaknya—efek "ekor yang mengibaskan anjing". Peningkatan dana memaksa pembelian derivatif, yang di-lindung nilai dengan membeli saham fisik, mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Mekanisme ini juga bekerja secara terbalik saat tren berbalik, menciptakan spiral negatif yang memperkuat diri sendiri. Pasar Korea berfungsi sebagai contoh peringatan: KOSPI naik 87% tahun ini, didorong oleh raksasa chip memori seperti Samsung dan SK Hynix. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi ditambah dengan leveraj ekstrem meningkatkan kerapuhan pasar. Leveraj di pasar Korea diperkirakan antara 2x hingga 5x, dengan penurunan 16-36% berpotensi memicu margin call. Otoritas Korea menyatakan penyesalan karena tidak menghentikan penerbitan dana saham berleveraj tunggal yang berisiko tinggi, yang 92% dipegang oleh investor ritel. Biaya pembiayaan saham juga meroket. Spread antara tingkat pembiayaan tersirat untuk berjangka S&P 500 dan suku bunga acuan SOFR (diukur oleh kontrak AXW) mencapai level tertinggi sejak Desember 2020, menunjukkan tekanan. Sementara itu, eksposur aset ekuitas yang dipegang oleh dealer utama AS melalui pembiayaan sekuritas mencapai rekor $223 miliar. Kenaikan pasar sangat terkonsentrasi di sektor teknologi informasi, yang berarti kenaikan didukung oleh dana berleveraj di segelintir saham. Morgan Stanley memperingatkan tentang risiko non-linier: biaya pembiayaan yang tinggi menghentikan pembeli berleveraj, menghilangkan pembeli marginal dan momentum naik. Koreksi harga kemudian memicu deleveraj, yang memperbesar tekanan jual. Indeks kondisi keuangan telah mengencar, tetapi kenaikan pasar saham menutupi tekanan ini. Jika deleveraj memicu penurunan pasar, investor harus menilai ulang kondisi keuangan dan jalur kebijakan Fed. Kekuatan teknis yang sebelumnya memperbesar momentum naik melalui ekspansi leveraj mungkin mulai memotong ke arah sebaliknya.

marsbit1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片