Эстер Пирс: Американский регулятор все еще работает над классификацией криптовалют

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-23Terakhir diperbarui pada 2025-08-26

Комиссия по ценным бумагам и биржам США (SEC) все еще работает над структурой регулирования и предложения цифровых активов, заявила комиссар Эстер Пирс (Hester Peirce) в интервью для подкаста Blockworks Empire.

Пирс рассказала, что с того момента, как она в марте возглавила целевую рабочую группу SEC по созданию прозрачных правил регулирования криптоотрасли, было проведено более ста совещаний с лидерами криптоиндустрии.

Общая повестка встреч была сосредоточена на изучении вопроса, какие цифровые активы считать ценными бумагами, а какие — нет. Например, токенизированные акции, по ее словам, должны регулироваться как ценные бумаги, тогда как мемкоины, такие как TRUMP, скорее всего, останутся вне юрисдикции ведомства.

Пирс отметила, что SEC по-прежнему придерживается правила, что «свобода доступа не подразумевает свободу от последствий предложения продажи токенов американским инвесторам».

«Наша цель состоит в том, чтобы создать свод правил, которые позволят людям проводить ICO и эйрдропы таким образом, чтобы они понимали как это должно соответствовать законам о ценных бумагах», — заявила Пирс.

Она добавила, что в этом вопросе согласна с недавними комментариями председателя SEC Пола Аткинса (Paul Atkins), который сказал: «На мой взгляд, существует очень мало токенов, которые являются ценными бумагами, но все зависит от того, в какой упаковке они представлены и как они продаются».

«Понятие “ценная бумага” очень широкое. Мы часто думаем только об акциях и облигациях, но существуют также инвестиционные контракты, в которые можно завернуть все, что угодно. Сейчас мы работаем над тем, как определить, сопровождается ли продажа токенов инвестиционным предложением и как долго должны действовать обязательства продавца токена перед покупателями», — сказала Пирс.

Ранее Эстер Пирс заявила, что разработчики программного обеспечения с открытым исходным кодом не должны нести ответственность за незаконное использование созданных ими сервисов.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit5j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片