Биржевые ассоциации требуют внедрения жесткого контроля для токенизированных акций

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-24Terakhir diperbarui pada 2025-08-25

Мировые фондовые биржи обратились к ведущим регуляторам. Они просят их ужесточить контроль за токенизированными акциями. Всемирная федерация бирж (WFE) направила письмо в SEC, ESMA и IOSCO, где предупредила о рисках таких продуктов. По мнению ассоциации, токенизированные ценные бумаги могут подорвать рыночную стабильность и нанести ущерб инвесторам.

Регуляторы обеспокоены тем, что токены копируют акции, но не предоставляют держателям реальных прав и не обеспечены рыночными механизмами защиты. Это означает, что инвесторы рискуют остаться без привычных гарантий. В письме WFE также отмечается: активное продвижение токенизированных акций может вводить в заблуждение клиентов, представляя их как полноценные ценные бумаги.

Под удар могут попасть и сами эмитенты, если их бренды будут использоваться для выпуска токенов без прямого участия компаний. Ассоциация подчеркивает, что в случае провала подобных продуктов пострадает репутация организаций, а также доверие к фондовому рынку в целом.

Сектор токенизированных акций активно развивается: Coinbase и Robinhood уже предложили такие продукты клиентам. В июне вторая запустила оцифровизированные акции в ЕС и заявила о планах выпускать токены на частные компании, включая OpenAI и прочие. Однако в руководстве самого учреждения публично сообщили, что не имеют к этому отношения и не одобряют такое решение.

Coinbase, в свою очередь, пытается получить разрешение Комиссии SEC на предоставление таких услуг своим клиентам. Несмотря на интерес к новым инструментам, компании сталкиваются с неопределенностью и риском санкций из-за отсутствия четких правил регулирования.

Инвесторы реагируют осторожно: акции Coinbase и Robinhood уже продемонстрировали снижение на фоне растущего давления регуляторов. Усиление надзора может временно ограничить рост рынка токенизированных активов и снизить интерес розничных участников

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit4j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片