Наследница Thomson Reuters потеряла $80 млн на криптовалюте

RBK-cryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-25Terakhir diperbarui pada 2025-08-25

Тейлор Томсон доверила криптопортфель в управление подруге, но после потери миллионов подала на нее в суд

Наследница миллиардного состояния медиагруппы Thomson Reuter Тейлор Томсон потеряла более $80 млн на криптовалютах, сообщает The Wall Street Journal (WSJ). Активами Томсон управляла подруга Эшли Ричардсон, которой позже Томсон предъявила иск.

Отмечается, что первоначально инвестиции были сделаны после консультаций девушек с экстрасенсами. Затем Ричардсон приняла активное участие в управлении криптопортфелем Томсон: во время бума 2021 года подруга управляла криптовалютами Томсон на сумму более $140 млн.

Однако спад на крипторынке в середине 2022 года нанес серьезный удар по портфелю. По оценкам консалтинговой фирмы Guidepost Solutions, убытки Thomson превысили $80 млн.

Телеграм-канал «РБК-Крипто» — подпишитесь и будьте в курсе самых главных и актуальных новостей о криптовалюте.

Присоединяйтесь к форуму «РБК-Крипто» в Telegram для обсуждения новостей и тенденций криптомира.

Юристы заявили, что Ричардсон совершила более 450 тыс. сделок без надлежащего разрешения Томсон. Но Ричардсон отвергла обвинения, заявив, что действовала по указанию владелицы криптовалют. Контракт подруги не заключали, и все происходило на основании устных договоренностей.

В 2023 году Томсон подала в суд на Ричардсон и компанию Persistence, в токен которой (XPRT) последняя инвестировала $40 млн Томсон и, как утверждает, большую часть своих денег. Цена актива обвалилась практически до нуля, и Томсон потребовала через суд вернуть ей $25 млн, утверждая, что Ричардсон и Persistence сговорились против нее.

Ричардсон подала встречный иск на $10 млн, обвинив Томсон в клевете. Издание сообщает, что Томсон и Persistence достигли соглашения, а дело против Эшли Ричардсон продолжается.

«Криптозимы не предвидится». Почему Дэвид Бейли уверен в росте рынка

«Сезон WLFI». Криптопроект Трампов начнет выпуск токенов на рынок

Цена Ethereum достигла максимума почти в $5 тыс. Чем сопровождался рост

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit4j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片