Объем торгов криптобирж Латинской Америки вырос на 800%

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-25Terakhir diperbarui pada 2025-08-25

Криптовалютные биржи Латинской Америки зафиксировали рекордный уровень объема криптовалютных торгов, который вырос с $3 млрд в 2021 году до $27 млрд по итогам 2024-го. Всплеск активности клиентов отражает бум интереса к цифровым активам в регионе, заявили аналитики платформы Dune Research.

Ключевыми драйверами роста криптовалютных операций в латиноамериканском регионе Dune Research назвала социальные и экономические факторы, такие как политическая нестабильность и высокая инфляция. Например, в Аргентине, где местная фиатная валюта переживает девальвацию, биткоин и эфир стали популярными инструментами для хеджирования инвестиционных рисков, а долларовые стейблкоины вроде USDT активно применяются для повседневных транзакций благодаря стабильности цены.

Помимо этого, в криптовалютные технологии активно вовлекается молодое поколение. Латинская Америка лидирует по темпам роста числа криптоинвесторов, особенно среди пользователей до 35 лет. Их привлекает доступность и простота покупки токенов через локальные биржи, объясняют специалисты Dune Research.

Криптовалютный рынок латиноамериканского региона достиг по итогам года примерно $162 млрд, но к 2033 году может вырасти до $442 млрд с ежегодным темпом прироста в пределах 11%, предположили аналитики Dune Research.

92.png

Крупнейшая криптобиржа Латинской Америки Bitso значительно укрепила позиции на рынке. Если в 2021 году криптоплатформа обработала транзакции на $2 млрд, то к 2024 году объем торгов на Bitso взлетел до $25.2 млрд, показав рост на 1160%, что составило более 93% общего объема операций с цифровыми активами в регионе. Ближайшие конкуренты, такие как Mercado Bitcoin и Lemon Cash, также отметили значительный прирост транзакций за тот же период, сообщили в Dune Research.

Ранее команда криптовалютной биржи Bitso сообщила, что наибольшей популярностью у трейдеров из Латинской Америки пользуются стейблкоины USDC и USDT, на которые приходится около 39% общего объема покупок цифровых активов.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit4j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片