SkyBridge Capital токенизирует $300 млн в сети Avalanche

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-12Terakhir diperbarui pada 2025-08-20

  • SkyBridge Capital планирует разместить около $300 млн из двух фондов в виде токенизированных активов.
  • Токенизация состоится на Avalanche при поддержке Tokeny.
  • Один из фондов компании инвестирует в криптовалюты.
  • CEO компании назвал токенизацию ключевым трендом следующих лет.

Инвестиционная компания SkyBridge Capital планирует разместить около $300 млн в виде токенизированных активов на блокчейне Avalanche. Об этом сообщил основатель и CEO компании Энтони Скарамуччи в интервью для Fortune.

По его словам, речь идет о средствах из двух фондов SkyBridge. Один из них специализируется на инвестициях в криптовалюты, второй — это фонд фондов, который состоит из других инвестиционных продуктов SkyBridge, в частности венчурных и криптовалютных фондов.

«Я фактически вижу 2026-2027 годы как эпоху токенизации реальных активов», — отметил Скарамуччи.

В заявлении говорится, что объем средств, которые будут переведены в токены, составляет около 10% активов под управлением компании.

Для реализации проекта SkyBridge привлечет Tokeny — платформу для токенизации активов. Размещение состоится в сети Avalanche.

Президент Ava Labs Джон Ву подчеркнул, что одной из задач инициативы является перенос активности из традиционного финансового сектора в блокчейн:

«Мы хотим достичь двух вещей. Первое — перенести активность из традиционных финансов в блокчейн, а второе — показать миру, что эта технология может быть полезной с точки зрения экономии расходов».

Напомним, в августе 2025 года объем активов под управлением в сегменте токенизированных активов достиг исторического максимума около $270 млрд.

Bacaan Terkait

CEO atau "Pemimpin Spiritual"? Anthropic Terkena Imbas dari "Keyakinan"nya Sendiri

Anthropic, perusahaan AI berbintang dengan valuasi hampir satu triliun dolar AS, menghadapi tantangan internal terkait krisis kepercayaan dan visi CEO-nya, Dario Amodei. Menurut laporan dari investor awal dan blogger teknologi Brian Roemmele, moral investor dan karyawan turun ke titik terendah karena ketidakpuasan terhadap manajemen yang semakin tertutup. Beberapa karyawan terjebak antara meninggalkan perusahaan (dan kehilangan saham bernilai tinggi) atau bertahan menghadapi tekanan mental. Anthropic dikenal dengan budaya perusahaan yang kuat, berfokus pada keamanan AI dan filosofi masa depan manusia. Proses rekrutmen mencakup "wawancara budaya" yang menanyakan kesediaan karyawan menerima saham nol nilainya jika produk tidak dirilis demi alasan keamanan. CEO Dario Amodei juga mengadakan pertemuan seluruh staf rutin bernama "Dario Vision Quest" (DVQ) untuk menyampaikan visinya, yang oleh beberapa mantan karyawan digambarkan seperti "khotbah pendeta". Kekhawatiran meningkat setelah pernyataan Amodei yang bocor, bahwa Anthropic suatu hari nanti bisa menjadi "satu-satunya perusahaan swasta di dunia," sebuah visi yang mengingatkan pada perusahaan teknologi antagonis dalam fiksi ilmiah. Visi ini memicu pertanyaan tentang konsentrasi kekuasaan yang ekstrem jika AI mengontrol inti dari ekonomi dan masyarakat. Di sisi lain, Anthropic menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan kuartal II-2026 dilaporkan melonjak lebih dari 14 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi lebih dari $115 miliar. Perusahaan juga terus menarik talenta top, seperti peneliti Google Justin Gilmer dan insinyur Microsoft Benjamin Pasero. Intinya, sementara Anthropic tumbuh secara finansial dan produknya (Claude) tetap sangat kompetitif, aset terbesarnya—keyakinan dan misi yang menyatukan tim awal—kini justru menjadi sumber perpecahan dan tantangan tata kelola seiring perusahaan bertumbuh besar.

marsbit8m yang lalu

CEO atau "Pemimpin Spiritual"? Anthropic Terkena Imbas dari "Keyakinan"nya Sendiri

marsbit8m yang lalu

Trading

Spot
活动图片