Минфин США вступил в активную стадию реализации законопроекта GENIUS для контроля крипторынка

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-24Terakhir diperbarui pada 2025-08-24

Эксперты CoinDesk сообщили, что Министерство финансов США (UST) начало работу над проектом GENIUS, который станет частью реализации нового закона о стейблкоинах. Ведомство обратилось к общественности с просьбой поделиться идеями по выявлению и пресечению незаконной деятельности в криптовалютной сфере. В частности, Минфин интересуют методы, которые финансовые организации уже используют или могут применять для отслеживания отмывания денег и других преступлений с цифровыми активами.

Собранные предложения должны помочь создать инструменты для более прозрачного и безопасного функционирования криптовалютных рынков. Участникам отрасли предоставлен 60-дневный период для подачи комментариев. Это стандартная практика при введении новых законов, когда федеральные агентства уточняют порядок их реализации. В будущем к работе подключатся и другие регуляторы, включая Управление контролера денежного обращения (OCC) и Федеральную корпорацию страхования депозитов (FDIC).

GENIUS Act стал первым значимым шагом к созданию национальной системы регулирования криптовалют. Однако эксперты отмечают, что он решает лишь часть задач. Следующим этапом станет разработка правил для более широкого сегмента цифровых активов. Конгресс уже обсуждает законопроект Digital Asset Market Clarity Act, который должен установить рамки для всего крипторынка.

Палата представителей ранее одобрила этот документ с широкой поддержкой обеих партий. Теперь вопрос перейдет в Сенат, где подход к регулированию может несколько отличаться. Таким образом, работа по формированию комплексной правовой базы для цифровых активов в США продолжится и в ближайшие месяцы.

Администрация Дональда Трампа активно поддерживает развитие криптовалютного сектора. Президент не раз заявлял о необходимости формирования дружественных условий для инноваций. Для ускорения процесса он уже подписал несколько указов, направленных на стимулирование работы регуляторов. Руководители федеральных агентств также подтверждают готовность к изменениям. Глава SEC Пол Аткинс отметил, что многие меры можно начать реализовывать уже сейчас.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit5j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片