DeFi Groups, a16z Urge SEC to Create Blockchain Safe Harbor

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-03Terakhir diperbarui pada 2025-08-13

The DeFi Education Fund and venture capital giant Andreessen Horowitz (a16z) are calling on the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) to create a regulatory safe harbor for certain blockchain-based applications. 

In a joint letter sent Wednesday to SEC Commissioner Hester Peirce, the groups proposed a framework that would exempt qualifying decentralized finance (DeFi) apps from broker-dealer registration requirements.

The proposal comes as the SEC, under the Trump administration, signals a shift in its approach to digital asset regulation. Over the past year, the agency has launched a crypto task force aimed at setting a “sensible regulatory path,” dropped investigations into several crypto companies, and introduced “Project Crypto” to modernize rules around digital assets. President Donald Trump has publicly vowed to make the United States the “crypto capital.”

The letter from a16z and the DeFi Education Fund specifically cites prior enforcement actions that the groups argue misapplied securities laws to blockchain software. The SEC had alleged that Coinbase Wallet functioned as an unregistered broker, a claim later dismissed by a court. Uniswap Labs and OpenSea were also previously investigated, but those inquiries were dropped.

Under the proposed safe harbor, applications would be excluded from broker-dealer oversight if they are non-custodial, do not make recommendations or exercise discretion, and are built on decentralized protocols. 

According to the letter, most blockchain apps are “fundamentally non-custodial, passive software tools that allow users to interact directly with public, decentralized network and protocol infrastructure.”

Amanda Tuminelli, executive director of the DeFi Education Fund, explained that the safe harbor aims to be flexible while offering much-needed clarity for developers. She noted that the proposal is intended to give front-end developers clear guidelines, allowing them to build without the fear of being subjected to unreasonable requirements that don’t align with the realities of the technology.

Andreessen Horowitz has a history of advocating for clearer crypto regulations in the U.S., frequently pressing for securities laws to be kept off activities that do not present traditional market risks. The latest petition aligns with growing support for DeFi from both the White House and SEC leadership.

“The guiding principle of the safe harbor is that only those apps which do not engender the risks that the Exchange Act’s broker-dealer regulatory regime was designed to address should be eligible,” the proposal states, adding that in such cases, requiring registration as a broker would be “unwarranted and inappropriate.”

Also Read: SEC’s Atkins Eyes Policy Reforms After Ripple Case Ends



Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片