Polymarket оставит право предлагать исходы прогнозов только избранным участников

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-22Terakhir diperbarui pada 2025-08-22

  • Переход с OOV2 на MOOV2 сузит круг авторов предложений по урегулированию рынков.
  • Изменение направлено на снижение числа споров и улучшение качества проверок.
  • Ограничение вызвало критику из-за риска централизации.

Платформа Polymarket переходит на обновленный контракт Managed Optimistic Oracle V2 (MOOV2) от UMA. Он позволит вносить предложения по закрытию рынков только адресам из белого списка. Решение одобрено 6 августа 2025 года в рамках голосования по управлению UMA (UMIP-189).

MOOV2 призван снизить количество необоснованных и преждевременных предложений, которые в старой системе OOV2 часто вызывали споры и задержки до четырех дней. Теперь предложения смогут подавать лишь проверенные авторы, тогда как оспаривать их по-прежнему разрешено всем пользователям.

По данным PolymarketGuide, новая модель подразумевает предварительное обсуждение идеи перед ее подачей. В белый список изначально вошли 37 адресов, включая сотрудников Risk Labs и Polymarket, а также пользователей с более чем 20 подтвержденными предложениями и точностью выше 95%.

UMA и Polymarket считают, что опытная группа авторов снизит вероятность ошибок на неконфликтных рынках, таких как спорт, погода или цены криптовалют. Однако критики называют это шагом к централизации и предлагают решать проблему за счет более четких правил, а не ограничения участников.

Обновление также направлено на защиту от манипуляций и атак на систему управления. Переход на MOOV2 пока в тестовой фазе — Polymarket уже запустил первые запросы в основной сети Polygon с реальными вознаграждениями за предложения.

Ранее стало известно, что UMA и Polymarket работают с EigenLayer над созданием системы оракулов нового поколения. Она должна повысить надежность и функциональность рынка предсказаний.

Напомним, мы писали, что Polymarket нацелилась на прибыль с резервов USDC из-за запуска стейблкоина.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit6j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit6j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru6j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片