Интерес к IPO криптовалютных компаний стремительно растет после успеха Circle на рынке

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-25Terakhir diperbarui pada 2025-08-25

Исследователи Delphi Digital напомнили, что в начале июня 2025 года Circle провела одно из самых ожидаемых криптовалютных IPO, выйдя на Нью-Йоркскую фондовую биржу (NYSE) под тикером CRCL. Компания подала заявку в апреле, а уже 5 июня начались торги. Первые дни показали уверенный рост котировок, и инвесторы, продавшие доли до выхода на биржу, упустили значительную прибыль.

Это событие стало заметным сигналом для участников отрасли: модель через публичный листинг для криптокомпаний может быть столь же прибыльной, как и для традиционных технологических стартапов. После успеха Circle внимание институциональных инвесторов сместилось с ранних токен-раундов в сторону поздних частных сделок и публичных размещений.

Вместо покупки токенов на начальном этапе все больше участников рынка предпочитают инвестировать в компании, которые уже находятся на финальной стадии подготовки к IPO. Такой подход позволяет рассчитывать на переоценку активов после листинга и снижает риски, связанные с волатильностью криптовалют.

Тенденция усиливается новыми заявками на IPO. В июле появились сообщения, что Gemini и Bullish подали документы для конфиденциального размещения акций, а Kraken также ведет активную подготовку к выходу на биржу. Финтех-компания FalconX, специализирующаяся на институциональных криптосервисах, находится на ранней стадии переговоров с потенциальными андеррайтерами. Рост активности среди ведущих участников отрасли указывает на то, что 2025 год может стать переломным в плане публичных размещений.

Переход интереса инвесторов с токенов на акции меняет структуру крипторынка. Для компаний это открывает доступ к более крупным источникам капитала и повышает доверие со стороны традиционных финансовых институтов. Для инвесторов же это создает новые возможности диверсификации портфеля за счет участия в росте стоимости бизнеса, а не только спекуляций на цене токена.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit4j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片