CleanSpark столкнулась с потенциальными пошлинами в $185 млн за импорт биткоин-майнеров

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-23Terakhir diperbarui pada 2025-08-23

Компания CleanSpark сообщила о возможном наложении таможенных пошлин на сумму до $185 млн. Таможенно-пограничная служба США (CBP) утверждает, что часть майнингового оборудования, импортированного компанией в 2024 году, имеет китайское происхождение и подлежит специальным пошлинам.

В отчете за второй квартал 2025 года CleanSpark указала, что с 27 мая начала получать уведомления от CBP о необходимости уплаты пошлин за майнеры, ввезенные с апреля по июнь 2024 года. В тот период компания использовала исключительно устройства Antminer от Bitmain.

Если CBP добьется своего и пошлины будут применены ретроактивно ко всему импорту с апреля 2024 года, общая сумма требований к CleanSpark может достичь $185 млн без учета предусмотренных законом процентов.

Компания намерена оспаривать эти требования, утверждая, что импортная документация и заявления продавца подтверждают некитайское происхождение оборудования.

«CleanSpark считает претензии CBP необоснованными и будет активно защищаться», — заявили в компании. На 30 июня 2025 года организация не создавала резервов для покрытия потенциальных выплат, так как не считает их вероятными.

CleanSpark не единственная компания, столкнувшаяся с подобными проблемами. Другой публичный майнер, IREN, ранее в этом году сообщил о споре с CBP на $100 млн. Агентство также утверждало, что оборудование IREN, импортированное с апреля 2024 по февраль 2025 года, произведено в Китае. Компания оспаривает эти требования.

Совпадение сроков и растущие финансовые обязательства указывают на усиление контроля со стороны американских таможенных органов за происхождением криптовалютного майнингового оборудования. Это происходит на фоне продолжающегося применения торговых ограничений в отношении китайских товаров.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit5j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit5j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru6j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片