Исследователи Kaiko оценили перспективы развития торговой платформы Coinbase

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

Аналитики Kaiko напомнили: на прошлой неделе Coinbase опубликовала финансовые результаты за 2-й квартал 2025 года, которые оказались ниже ожиданий аналитиков. Выручка составила $1,5 млрд, что на 3,3% выше по сравнению с аналогичным периодом прошлого года, но ниже прогноза в $1,59 млрд. Акции COIN завершили неделю снижением, чему поспособствовали опасения по поводу новых тарифов Дональда Трампа и общей нестабильности на фондовом рынке.

По мнению экспертов, слабые квартальные показатели объясняются снижением торговой активности. Объемы на Coinbase Exchange в течение отчетного периода резко упали: с $89 млрд в апреле до менее чем $57 млрд в июне. Для сравнения, в 1-м квартале месячные объемы не опускались ниже $100 млрд. Такая зависимость от волатильности по-прежнему делает бизнес Coinbase уязвимым к рыночным колебаниям.

Компания осознает проблему и активно ищет пути снижения корреляции от торговой модели. Одним из ключевых направлений развития становится трансформация Coinbase в так называемую Everything Exchange — универсальное криптоприложение. Цель — не просто предоставление доступа к сделкам, а интеграция Web3-сервисов, стейкинга, управления активами и других финансовых инструментов в единую платформу.

Модель суперприложения ориентирована на пользователей, которым нужны не только трейдинг-функции, но и полноценная инфраструктура цифровых финансов. Подобные амбиции уже реализуются в Азии через WeChat и Alipay, и Coinbase стремится перенести подобный подход в криптовалютную среду. По заверению экспертов, такой формат может обеспечить стабильный пользовательский поток и доходность даже в периоды низкой рыночной активности.

Таким образом, несмотря на спад во 2-м квартале, Coinbase переориентирует бизнес на устойчивый рост. Будущее компании будет зависеть от того, насколько эффективно она сможет превратиться из простой биржи в полноценную цифровую платформу нового поколения.

Bacaan Terkait

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

Boom AI Hadapi Masalah Penggunaan Utang Berlebihan Setelah Runtuhnya Dana dengan 67% Investasi Dana lindung nilai Situational Awareness AI milik Leopold Aschenbrenner anjlok sekitar 67% pada Juli karena margin call, memaksa penjualan seluruh portofolio publiknya. Keruntuhan ini mempertanyakan prospek pasar saham untuk paruh kedua 2026. Meski prediksi permintaan AI akurat, dana yang sebelumnya mencetak return 439% dengan leverage 4x hampir mengalami bencana akibat penurunan 35-47% pada posisi utamanya di infrastruktur dan chip AI. Kesalahan bukan pada taruhannya. Portofolio dana banyak berisi saham seperti SanDisk dan Micron, didukung data pertumbuhan permintaan chip memori dan kenaikan harga NAND serta DRAM. Namun, indeks semikonduktor Philadelphia turun hampir 30% dari puncaknya, dan leverage tinggi mencegah dana bertahan hingga pemulihan. Bank sentral seperti Bank of England telah memperingatkan risiko peningkatan leverage di pasar saham, terutama pada perusahaan AI yang dinilai terlalu tinggi. Mereka mengingatkan insiden seperti Archegos 2021. Pertanyaan terbuka adalah apakah perdagangan AI institusional akan bertahan. JP Morgan menyebut efek leverage mungkin masih ada, tetapi investor cenderung beralih ke aset riil berjangka panjang. Investasi AI tidak melambat (diperkirakan mencapai $7.6 triliun untuk daya komputasi dan data center), namun pasar mungkin lebih berhati-hati dalam menerima risiko, dan apakah penurunan berikutnya akan dihadapi modal sabar atau penjualan panic oleh pemegang saham dengan leverage tinggi.

cryptonews.ru4m yang lalu

Boom AI Hadapi Masalah Overleverage Setelah Kejatuhan Dana dengan 67% Investasi

cryptonews.ru4m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

Blockstream telah mengumumkan dimulainya fase beta untuk layanan pertukaran aset tanpa kepercayaan (trustless swap) mereka, yang disebut Blockstream Swaps. Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi perpindahan Bitcoin antara jaringan utama (mainchain), Lightning Network, dan sidechain Liquid. Keputusan ini muncul tak lama setelah Boltz, penyedia layanan serupa, menutup operasinya karena serangan yang dilakukan oleh agen kecerdasan buatan (AI). Blockstream menekankan bahwa mereka tidak bermaksud menggantikan Boltz, melainkan untuk meningkatkan ketahanan dan keandalan ekosistem Bitcoin. Mereka telah mengembangkan layanan ini sebelumnya, namun penutupan Boltz memberikan dorongan urgensi. Blockstream Swaps melengkapi kemampuan pertukaran atom antara Lightning dan Liquid yang telah ada, dengan menambahkan dukungan untuk Bitcoin jaringan utama, sehingga menciptakan konektivitas penuh antara ketiga lapisan tersebut. Sementara itu, penutupan Boltz dan insiden keamanan pada operator Lightning Network lainnya seperti ZEUS telah menimbulkan kekhawatiran. Namun, data menunjukkan bahwa jaringan Lightning Network secara keseluruhan tetap tumbuh selama periode tersebut, mengindikasikan masalah terletak pada level operator, bukan protokol inti. Industri saat ini sedang menghadapi perlombaan senjata dalam keamanan siber, dengan banyak perusahaan Bitcoin yang kini beralih ke laboratorium AI canggih untuk melawan ancaman yang semakin canggih dari penyerang yang memanfaatkan AI.

cryptonews.ru6m yang lalu

Blockstream Swaps Masuk Fase Beta, Mengisi Kekosongan di Ekosistem BTC yang Ditinggalkan Boltz

cryptonews.ru6m yang lalu

Trading

Spot
活动图片