Coinbase, PayPal offer stablecoin returns despite GENIUS Act

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-05Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

Coinbase and PayPal are still giving users returns on their stablecoin balances, even though the new GENIUS Act bans stablecoin issuers from offering interest or passive income. Signed into law last month, the GENIUS Act (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act) provides a legal framework for regulated stablecoins in the U.S. 

The law bans issuers from giving interest or rewards, since lawmakers want stablecoins to be used just for payments, not treated like investments. Yet both Coinbase and PayPal have found a legal workaround. They aren’t the issuers.

During Coinbase’s Q2 earnings call last week, CEO Brian Armstrong informed shareholders that the company will continue to offer 4.1% annual rewards on USDC, one of the most widely used dollar-backed stablecoins. Armstrong explained that Coinbase does not issue USDC, and that what it offers are “rewards,” not interest.

USDC is issued by Circle, not Coinbase. Although both companies co-developed the token, Coinbase formally exited its issuer role in 2023, allowing it to continue incentives without falling under the new law’s restrictions.

PayPal made a similar case. Its stablecoin, PYUSD, offers users 3.7% annual returns via PayPal and Venmo. Though the coin is branded and promoted by PayPal, the actual issuer is Paxos, a regulated financial firm. On its latest earnings call, PayPal CEO James Alexander Chriss described rewards as a key product feature that helps bring new users to the platform.

A Senate staffer familiar with the bill said that the GENIUS Act was intentionally narrow. The law targets only issuers, not payment platforms or secondary market actors, to avoid classifying stablecoins like bank deposits.

While critics argue that these rewards are interest in disguise, the companies maintain they are operating fully within legal boundaries. Regulators might step in later if these rewards become too large to raise concerns or start blurring the line between payments and investments. But for now, Coinbase and PayPal are moving full steam ahead, offering returns while staying just outside the legal line.

Also Read: PayPal Launches ‘Pay with Crypto’ for U.S. Merchants



Bacaan Terkait

Zuckerberg Mengagetkan AI Bull Market

Sebagai raksasa teknologi yang dikenal sebagai "pemakan modal", Mark Zuckerberg tiba-tiba memutuskan untuk tidak sekadar membeli daya komputasi AI. Meta dilaporkan akan menjual kelebihan daya komputasi AI-nya secara internal kepada klien eksternal. Berita ini memicu reaksi berantai di pasar pada 2 Juli. Saham-saham infrastruktur AI seperti Nvidia, TSMC, AMD, Micron, dan CoreWeave anjlok, menyebabkan sektor tersebut kehilangan triliunan dolar dalam kapitalisasi pasar dalam semalam. Saham Meta sendiri justru naik 8%. Aksi ini mengguncang narasi inti yang mendorong valuasi industri AI selama dua tahun terakhir: bahwa daya komputasi (GPU) akan selalu langka. Seluruh cerita bullish AI dibangun di atas asumsi bahwa pertumbuhan AI sama dengan pertumbuhan GPU yang selalu kekurangan pasokan. Jika asumsi ini goyah, seluruh rantai pasokan, mulai dari GPU, HBM, PCB, hingga modul optik dan pusat data, harus menghitung ulang valuasinya. Meta memiliki setidaknya tiga motivasi: meningkatkan utilisasi aset selama periode rendah penggunaan, mengubah strategi dari sekadar menjual model (seperti OpenAI) menjadi menyediakan platform komputasi layanan lengkap (seperti AWS), dan pada akhirnya mendefinisikan ulang infrastruktur AI sebagai "pabrik AI" yang terintegrasi (GPU + kerangka pelatihan + model + cloud). Yang ditakutkan pasar adalah perubahan logika permintaan. Jika GPU dapat disewa dengan mudah dari raksasa seperti Meta, perusahaan AI baru mungkin tidak perlu membeli secara besar-besaran. Permintaan akan bergeser dari pertumbuhan linier berdasarkan jumlah perusahaan menjadi penyesuaian dinamis berdasarkan penggunaan aktual. Ini mengancam model bisnis perusahaan seperti CoreWeave yang bergantung pada kelangkaan GPU. Meski saham pulih keesokan harinya, ini mencerminkan penyesuaian valuasi. Narasi inti telah bergeser dari "kelangkaan mutlak" menuju "kelangkaan struktural" dan akhirnya "penggerak efisiensi". Masa di mana hanya dengan menimbun GPU dapat meningkatkan valuasi tampaknya berakhir. Era baru industri AI akan ditentukan oleh pemanfaatan aset, biaya operasional (TCO), dan pengembalian aset (ROA), bukan hanya oleh pengeluaran modal (Capex).

marsbit2m yang lalu

Zuckerberg Mengagetkan AI Bull Market

marsbit2m yang lalu

Trading

Spot
活动图片