U.K. Lags in Crypto Race says Former Finance Minister George Osborne

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-04

George Osborne, the UK’s former Finance Minister who now advises crypto giant Coinbase, is saying that the UK is falling behind other countries when it comes to regulating cryptocurrencies, especially “stablecoins.”

In an op-ed for the Financial Times, Osborne claimed this delay could cause the UK to miss out on a major financial revolution, just like the one in the 1980s known as the “Big Bang”. According to him, Chancellor Rachel Reeves and Bank of England Governor Andrew Bailey are not moving fast enough. 

Osborne said the UK rose to global financial leadership by embracing risk. He also warned that now it’s falling behind as others like the US, EU, Singapore, and Abu Dhabi push forward.

Call for Clear Rules

Osborne stated that Reeves should follow the U.S. Congress and create proper laws for stablecoins. He claimed that blaming regulators for delays is just an excuse. The U.S. has recently passed a law called the Genius Act supporting the use of stablecoins, while the EU has also introduced its own rules.

The UK government has said that it is working on crypto regulation and plans to create clear, strong rules to protect investors and support innovation. It also pointed out that the UK is still Europe’s top fintech hub and cooperating with the U.S. on tech-related policies.

Bank of England Still Cautious

In 2023, the Bank had said any stablecoin used widely in the UK should be 100% backed by central bank deposits that earn no interest, a move that made UK-based stablecoins less appealing.

But now, the Bank of England is rethinking that approach. It may allow these stablecoins to earn some return, and a public consultation is expected later this year.

Andrew Bailey, the Bank of England governor, is more careful. He recently said stablecoins need to be safe and reliable. If they’re not, they could disrupt the UK’s financial system. He doesn’t support allowing regular banks to issue stablecoins but prefers something called “tokenized deposits,” a safer digital version of money already held in banks.

U.K. Lags Behind Others

Despite early proposals from the UK’s Treasury and Financial Conduct Authority, the country still doesn’t have a full legal framework for stablecoins. Meanwhile, U.S. dollar-based stablecoins dominate 99% of the global $250 billion market.

While Osborne pushes for action, Reeves’ team insists there is no conflict with the Bank of England and that efforts are ongoing.

Also Read: Coinbase UK Ad Ban Sparks Crypto Debate, Says CEO Brian Armstrong



Bacaan Terkait

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

Harga Bitcoin (BTC) sempat turun di bawah $60.000 ke level $58.000, namun berhasil pulih ke $61.540 pada saat laporan. Meski menunjukkan kenaikan 2% dalam 24 jam, BTC masih mengalami penurunan 8% dalam sebulan, memicu kekhawatiran. Analisis teknis menunjukkan sinyal campuran. RSI di atas 55 dan MACD hijau mengisyaratkan kekuatan bull, namun tidak kuat karena garis sinyal dan MACD hampir menyatu. Bollinger Bands yang melebar menandakan volatilitas mendatang. Data on-chain dari CryptoQuant mengungkapkan reset pasar. Eksposur bersih panjang manajer aset di futures CME turun ke level terendah sejak peluncuran ETF spot AS, menunjukkan penurunan keyakinan, bukan pergeseran bearish. Minat terbuka turun drastis 63.5%, menandakan pengurangan leverage di pasar derivatif. Posisi hedging juga ringan, menciptakan "kekosongan posisi" yang bisa memicu pergerakan besar berikutnya jika institusi kembali. Penahan jangka panjang (LTH) diduga membeli di harga lebih rendah, membantu membentuk dasar harga dan meredakan tekanan jual. BTC kini berada di atas rata-rata bergerak 7-hari, tetapi masih di bawah rata-rata 30-hari, mengindikasikan momentum jangka pendek membaik meski tren belum sepenuhnya bullish. Di sisi lain, terjadi perpindahan aset besar-besaran, termasuk transfer 1.000 BTC ke Coinbase Prime yang dikaitkan dengan Tim Draper dan pergerakan serupa dari dompet terkait Clifton Collins. Meski berpotensi menambah pasokan, transfer ini tidak selalu berarti penjualan segera. Analis Axel Adler Jr. memperingatkan bahwa metrik on-chain menunjukkan risiko penurunan masih ada, karena BTC belum mencapai kondisi jenuh jual parah seperti di dasar siklus sebelumnya. **Kesimpulan Utama:** * Bitcoin berada di atas $61.500, tetapi masih di bawah rata-rata bergerak 30-hari. * Penarikan dan pelepasan aset dari ETF tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga BTC saat ini dan mendatang.

ambcrypto14m yang lalu

Bitcoin Incar Lonjakan Makro ke $70K Setelah Jatuh di Bawah $60K – Apa yang Menunggu BTC Selanjutnya?

ambcrypto14m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit2j yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片