U.S. Targets Huione Group Over Billions in Crypto Laundering

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-04

Global regulators are ramping up pressure on crypto crime with the U.S. Treasury moving to shut down Cambodia-based conglomerate Huione Group’s access to its financial ecosystem. 

The move comes after findings by the Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) showing Huione’s participation in laundering over $4 billion in crypto-linked crime proceeds. 

As per the FinCEN release, Huione enabled major financial flows tied to cyber heists, crypto scams, and DPRK-linked thefts between August 2021 and January 2025. The bureau identified Huione as a “primary money laundering concern” under Section 311 of the USA PATRIOT Act. The proposed rule aims to block U.S. banks from offering any accounts or services to the group. 

Huione’s subsidiaries—including Huione Pay, Huione Crypto, and Huione Guarantee—collectively enabled payments in both fiat and crypto. These firms also sold scam-related tools and launched a stablecoin used for laundering.

Huione’s Network and Crypto Scam Operations

Huione’s platform became a hub for “pig butchering” scams, where fraudsters trick victims into fake crypto investments. The DPRK alone moved over $37 million through Huione, according to FinCEN. Moreover, another $336 million came from scams and darknet cybercrime.

While processing billions, Huione did not implement any AML and KYC policies. The company openly admitted having gaps in its vetting system. FinCEN also found the businesses under Huione had no published frameworks of compliance. Consequently, vandalization of funds took place through these gaps by cybercriminals for their perpetration and concealment.

Global Campaigns Against Crypto Scammers

According to the Turkish daily newspaper Daily Sabah, Turkish authorities seized the assets of crypto exchange ICRYPEX and its CEO, Gökalp Içer. Prosecutors claim ICRYPEX helped criminal groups convert illegal profits into crypto and reintroduce them into the financial system.

As crypto-related crime continues to grow, both U.S. and international regulators are stepping up their efforts to impose stricter controls. The recent actions against Huione and ICRYPEX highlight the increasing global pressure to combat money laundering schemes that are fueled by cryptocurrency.

Also Read: SEC Launches “Project Crypto” to Make USA the Crypto Capital



Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit1j yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto2j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片