Базу данных части клиентов криптобиржи FTX слили в сеть

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-31Terakhir diperbarui pada 2025-08-31

База данных японского подразделения банкротящейся криптобиржи FTX с конфиденциальной информацией более 35 000 пользователей оказалась выложена в сеть, выяснили специалисты Cybernews.

В обнаруженной базе данных находится 26 млн файлов с логинами и именами пользователей, электронной почтой и почтовыми адресами, а также с идентификаторами учетных записей FTX. Обнародована также информация о кредитах, криптовалютных транзакциях, залогах и маржинальных ставках. Эксперты Cybernews обратили внимание, что файлы относительно свежие, некоторые журналы транзакций были созданы в июле 2024 года, несмотря на то что FTX закрыта с конца 2022-го.

В феврале 2023 года FTX Japan завершила процедуру банкротства и вывода средств. Однако, по всей видимости, ее бэкэнд-системы оставались активными до конца 2024 года, предположили в Cybernews. После краха FTX японскую дочернюю компанию приобрела группа BitFlyer Holdings, а в 2024 году FTX Japan была переименована в Custodiem.

Неясно, связана ли обнаруженная утечка с активно используемой инфраструктурой Custodiem или представляет собой «заброшенный артефакт», оставшийся после краха FTX, сомневаются специалисты Cybernews.

Есть опасения, что киберпреступники могут использовать эту информацию для атак на пользователей FTX. За последние месяцы участилось количество фишинговых атак, когда мошенники рассылают людям электронные письма, выдавая себя за крупные компании. Утечка данных также вызывает опасения по поводу конфиденциальности и соблюдения нормативных требований. По японским законам криптокомпании обязаны соблюдать стандарты безопасности, поэтому организация может подвергнуться давлению со стороны регуляторов и даже получить штраф.

В мае стало известно об утечке персональных данных примерно 1 млн пользователей американской криптобиржи Coinbase. Подобные факты утечки конфиденциальной информации подвергают клиентов криптосервисов рискам физического насилия.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit34m yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit34m yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru1j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片