Visa Expands Stablecoin Support with Paxos and Circle

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-01Terakhir diperbarui pada 2025-08-01

Visa, a world leader in digital payments, has released a significant expansion of its stablecoin settlement platform. The company is now supporting more stablecoins and blockchain networks to make cross-border money transfers faster, more efficient, and easier for users around the world.

According to Rubail Birwadker, Visa’s global head of growth products and partnerships, said, “We believe that when stablecoins are trusted, scalable and interoperable, they can fundamentally transform how money moves around the world.”

New Stablecoins Added

Visa has added support for two new dollar-backed stablecoins. One is PayPal USD (PYUSD) issued by Paxos and used by PayPal and another is Global Dollar (USDG), also issued by Paxos.

These are in addition to a new collaboration with Paxos, a regulated digital asset specialist. This step introduces additional choices for users and developers looking to settle in stable digital currency.

Visa is also adding support for EURC, a euro-backed stablecoin from Circle, the company behind USDC.  This means Visa’s partners can now settle transactions in both U.S. dollars and euros using blockchain technology.

Support for More Blockchains

In addition to new stablecoins, Visa is adding more blockchain networks. It has included Stellar and Avalanche, both with their reputation for speed and low fees, to make stablecoin transactions faster and cheaper.

These add to Visa’s current backing of Ethereum and Solana. Four stablecoins on four blockchains are now supported by Visa’s stablecoin settlement technology.

Why This Matters

Visa’s vision is to enable stablecoin payments to be scalable, trusted, and interoperable. With support for more coins and chains, Visa is making it easier for wallets, developers, fintechs, and banks to use digital assets in daily transactions. Visa’s objective is to make stablecoin payments scalable, trustworthy, and interoperable.

Visa indicates it is interested in facilitating reduction of the friction that remains present in cross-border payments, wherein there is delay and high charges. Stablecoins provide a cheaper, quicker solution, and Visa is creating the infrastructure to facilitate them on a large scale.

Also Read: Visa Expands Stablecoin Business in Europe, Middle East, Africa



Bacaan Terkait

Stablecoin Adalah 'Kaum Loyalis' Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Langsung

**Ringkasan: Stablecoin Adalah "Pro-Kerajaan" dalam Dunia Kripto: Open USD Menarik Sistem Moneter Lama Turun Langsung** Munculnya Open USD, stablecoin dolar yang didukung oleh aliansi lebih dari 140 institusi seperti Visa, Mastercard, BlackRock, Google, dan Coinbase, menandai pergeseran persaingan stablecoin. Menurut cendekiawan Hu Yilin, ini bukan sekadar persaingan produk, melainkan perebutan infrastruktur dasar yang melibatkan keuangan tradisional, jaringan pembayaran, dan ekosistem blockchain. Hu Yilin berargumen bahwa stablecoin bukanlah "kaum moderat" dalam revolusi kripto, melainkan lebih mirip "reformis pro-kerajaan" di dalam sistem moneter lama. Mereka mengadopsi efisiensi blockchain namun tetap mempertahankan posisi sentral dolar AS dan Federal Reserve. Dengan demikian, stablecoin seperti Open USD tidak menantang hegemoni dolar, melainkan memperkuatnya dengan "paket peningkatan blockchain", menjadikan sistem dolar lebih efisien dan global. Dengan keterlibatan langsung raksasa keuangan tradisional, narasi awal stablecoin tentang mendisrupsi sistem lama menjadi bermasalah. Jika misinya hanya meningkatkan efisiensi, maka ketika sistem lama mengadopsi stablecoin sendiri, proyek asli kripto seperti Circle (penerbit USDC) kehilangan keunggulan revolusionernya. Hu Yilin membedakan antara jalur "moderat" seperti Michael Saylor (yang mempertahankan inti revolusioner "bitcoin standard") dan jalur "pro-kerajaan" stablecoin. Ia menegaskan bahwa revolusi kripto sejati, seperti revolusi Copernican dalam astronomi, memerlukan pergeseran paradigma mendasar: keyakinan bahwa tatanan moneter dan aktivitas ekonomi pasar tidak memerlukan bank sentral sebagai pusat tetap. Sementara stablecoin berguna sebagai alat transisi, jika dunia *on-chain* akhirnya tetap menggunakan dolar sebagai patokan, maka "revolusi blockchain" hanyalah alat tambahan (*add-on*) untuk sistem dolar.

marsbit23m yang lalu

Stablecoin Adalah 'Kaum Loyalis' Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Langsung

marsbit23m yang lalu

Stablecoin Adalah 'Pihak Pro-Kerajaan' di Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Tangan Sendiri

Stabil Open USD muncul, persaingan stablecoin berkembang dari perebutan pasar oleh startup kripto menjadi perang infrastruktur yang melibatkan keuangan tradisional, jaringan pembayaran, platform teknologi, dan ekosistem blockchain. Menurut cendekiawan Hu Yilin, stablecoin bukanlah "faksi moderat" dalam revolusi kripto, melainkan lebih seperti "reformis loyalis" di dalam sistem moneter lama: warisi efisiensi blockchain, tetapi pertahankan status sentral dolar AS dan Federal Reserve. Open USD, diluncurkan oleh 140+ lembaga seperti Visa, Stripe, BlackRock, dan Google, mewakili pergeseran signifikan. Alih-alih menantang hegemoni dolar, stablecoin seperti ini justru memperkuat dan membuat sistem dolar lebih efisien dengan teknologi blockchain. Hu Yilin mengibaratkannya dengan sistem Tychonic dalam revolusi Copernican—mengadopsi keunggulan teknis baru tetapi menolak inti revolusi dengan menjaga "Bumi (dolar)" tetap tak bergerak di pusat. Hal ini menciptakan dilema bagi perusahaan stablecoin asli seperti Circle (penerbit USDC). Jika misi mereka hanya meningkatkan efisiensi sistem lama, maka ketika raksasa tradisional seperti Visa meluncurkan stablecoin mereka sendiri, pembenaran revolusioner perusahaan asli memudar. Untuk tetap relevan, inovator kripto perlu mempertahankan elemen "pembangkangan" yang sejati, seperti menjunjung standard kripto asli (seperti Bitcoin), desentralisasi, atau resistensi sensor. Kesuksesan stablecoin berbasis dolar justru dapat memperkuat hegemoni dolar, di mana aktivitas on-chain yang berkembang menguntungkan aset dolar off-chain. Bagi aset kripto seperti Ethereum yang bercita-cita tinggi, bergantung pada narasi "bahan bakar" atau biaya transaksi saja tidak cukup; mereka harus berani mengusung narasi revolusi moneter yang mendasar. Inti revolusi kripto, analog dengan momen Copernican, adalah meyakinkan pasar bahwa tatanan moneter yang stabil tidak memerlukan bank sentral tetap sebagai pusatnya. Stablecoin adalah alat transisi yang bermanfaat, tetapi revolusi sejati terjadi ketika pasar percaya bahwa uang dapat ditentukan secara desentralisasi oleh aktivitas pasar itu sendiri, bukan oleh otoritas pusat. Open USD mungkin merupakan langkah kooptasi oleh sistem lama, sementara revolusi sesungguhnya menuntut pergeseran paradigma yang lebih radikal.

链捕手26m yang lalu

Stablecoin Adalah 'Pihak Pro-Kerajaan' di Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Tangan Sendiri

链捕手26m yang lalu

Trading

Spot
活动图片