Сооснователь Tornado Cash Роман Шторм может отправиться в тюрьму на 40 лет

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-29Terakhir diperbarui pada 2025-08-29

Заключительные обсуждения по делу соучредителя Tornado Cash, Романа Шторма, завершились в федеральном суде Нью-Йорка. Теперь присяжным предстоит вынести вердикт, который определит его судьбу. Стало известно, что разработчику грозит более 40 лет тюрьмы, если его признают виновным по всем пунктам обвинения.

Прокуратура представила свою позицию, утверждая, что Шторм создал Tornado Cash не для защиты конфиденциальности, а в качестве инструмент для отмывания денег. По их словам, платформа стала убежищем для хакеров, в том числе для северокорейской группировки Lazarus Group. Злоумышленники отмыли через нее миллиарды долларов.

Адвокаты Шторма пока продолжают настаивать на невиновности своего клиента. Они утверждают, что подсудимый создавал Tornado Cash как нейтральный инструмент для повышения анонимности транзакций. При этом он никак не мог предвидеть, что им будут пользоваться злоумышленники.

Защита подчеркивает, что Шторм, как и любой другой разработчик, не должен нести ответственность за действия третьих лиц, использующих его софт. В своих аргументах они ссылаются на Первую поправку к Конституции США, которая защищает свободу слова.

Во время судебного процесса адвокаты Шторма рассматривали возможность объявить ивент Mistrial (классифицируется как судебная ошибка) из-за, по их мнению, неуместных свидетельств. Однако судья не удовлетворила их ходатайство.

Обвинительный приговор может создать опасный прецедент для криптосообщества. Авторы кода будут нести прямую ответственность за действия третьих лиц. Многие эксперты опасаются, что такой исход затормозит внедрение инноваций в США. Подобная логика может быть применена и к создателям других открытых инструментов, например, операционных систем или протоколов связи.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit2j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit2j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru3j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片