Tornado Cash Trial: DOJ Weighs Charges Against More Crypto VC Firms

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-27Terakhir diperbarui pada 2025-07-27

Abstrak

Dragonfly Capital, a cryptocurrency venture capital firm (VC), may be facing charges from the US Department of Justice (DOJ) related...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Dragonfly Capital, a cryptocurrency venture capital firm (VC), may be facing charges from the US Department of Justice (DOJ) related to its early investment in Tornado Cash, co-founded by Roman Storm. 

Fox journalist Eleanor Terret reported that federal authorities are contemplating charges against several individuals at Dragonfly, including General Partner Tom Schmidt. 

Dragonfly Capital’s Role In Tornado Cash

During a recent court session, Assistant US Attorney (AUSA) Rehn indicated that charges could extend beyond Schmidt, leading to a request to seal the transcript of his comments. 

The court proceedings revealed email exchanges between Tornado Cash co-founder Roman Storm and Dragonfly partners, Haseeb Qureshi and Tom Schmidt, discussing the potential implementation of Know-Your-Customer (KYC) protocols for the platform. 

This detail adds another layer to the scrutiny surrounding Dragonfly’s involvement with Tornado Cash which has been scrutinized over the past years for allegedly being used by bad actors to launder “billions of dollars” in illicit funds, including stolen crypto.

In response to the ongoing investigation, Haseeb Qureshi took to social media platform X (formerly Twitter), to defend Dragonfly’s position. He clarified that the firm invested in PepperSec, the developers of Tornado Cash, in August 2020, citing a belief in the importance of open-source privacy technologies. 

Qureshi emphasized that prior to the investment, Dragonfly secured an external legal opinion confirming that Tornado Cash was compliant with existing laws, as outlined by the Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) in 2019.

Warns Of Dangerous Precedent

The US Department of Justice has reportedly stated in open court that they are considering charges against Dragonfly based on its investment in the Tornado Cash team. Qureshi expressed concern over this potential course of action, arguing that it would set a dangerous precedent. 

He underscored that Dragonfly did not have operational control over Tornado Cash, maintained no contact with any malicious users, and consistently encouraged compliance with legal standards among its portfolio companies.

Moreover, Qureshi pointed out that bringing charges against a venture capital firm for a portfolio company’s alleged wrongdoing would be unprecedented and could have a chilling effect on investments in the cryptocurrency and privacy-preserving technology sectors

He emphasized that Dragonfly has fully cooperated with the Department of Justice’s investigation, stating that the firm has never been a target of the inquiry and has always adhered to legal guidelines.

In light of the potential charges, Qureshi expressed confidence in Dragonfly’s legal standing, asserting that any attempts to prosecute the firm would be unfounded and contrary to the facts. 

He noted that the government’s statements in court could be aimed at undermining Tornado Cash’s defense, making it more challenging for Schmidt to testify.

Tornado Cash
The daily chart shows TORN’s price recovery. Source: TORNUSDT on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

**CLARITY Act dalam Hitungan Mundur: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto Jika Tidak Lolos Sebelum Reses Agustus?** Undang-Undang Pasar Aset Digital (*CLARITY Act*), yang bertujuan memperjelas batas regulasi antara SEC dan CFTC serta memberikan jalur hukum untuk token terdesentralisasi, menghadapi tenggat waktu ketat. RUU ini harus melewati proses di Senat AS sebelum reses 10 Agustus, namun negosiasi terakhir terhambat oleh isu etika kepemilikan kripto pejabat dan klausul perlindungan pengembang (*developer*). Kemungkinan lolos tahun ini turun menjadi sekitar 40%. Jika gagal lolos sebelum reses, dampak utama di pasar diperkirakan bukan kejatuhan drastis, melainkan aliran keluar modal berkelanjutan dari produk seperti ETF, yang sudah terlihat dengan rekor penarikan dari ETF Bitcoin AS pada Juni. Aset seperti XRP, yang sangat bergantung pada kepastian status komoditas dari RUU ini, berpotensi kehilangan "premium" positif regulasinya. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum yang sudah diklasifikasikan sebagai komoditas mungkin terdampak lebih ringan, meski inovasi di sektor DeFi bisa terus terbebani ketidakpastian. Ada tiga skenario ke depan: (1) lolos sebelum reses Agustus, memicu pemulihan harga; (2) tertunda hingga 2027, memperpanjang periode ketidakpastian; atau (3) gagal total dan harus diajukan kembali di Kongres mendatang. Meski menghadapi rintangan politik dan waktu yang sempit, proses RUU ini hingga tahap lanjut menunjukkan upaya serius AS dalam menjawab keraguan regulasi di sektor kripto.

marsbit2j yang lalu

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

marsbit2j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos bukanlah sekadar dampak negatif sederhana, melainkan kompleks dan mengubah lanskap persaingan. Bagian utama dari artikel ini membahas bahwa pengumuman OUSD (Open Dollar) tidak serta merta menjadi "vonis mati" bagi Circle (CRCL). Meskipun harga saham Circle turun 15-20%, perusahaan tetap memiliki keunggulan likuiditas yang dalam, integrasi yang ada, dan keunggulan sebagai pelopor. Bahkan, renegosiasi atau pengakhiran kemitraan dengan Coinbase berpotensi mendekatkan pendapatan bersihnya. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan stablecoin default dalam ekosistem Stripe karena keunggulan rekayasa dan produknya, mengancam pangsa USDC di segmen tersebut. Tantangan inti adopsi korporat, yaitu eksposur kredit terhadap penerbit yang bukan berperingkat investasi, tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Untuk Tether, OUSD tidak langsung menargetkan pasar intinya. Tether diperkirakan akan tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle, meski pangsa pasarnya mungkin turun seiring pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Paxos dianggap menghadapi tekanan yang lebih signifikan. OUSD berpotensi melemahkan proposisi nilai utama USDG, dan keunggulan regulasi Paxos juga dapat terkikis seiring waktu, menjadikannya tantangan yang lebih mendasar dibandingkan bagi para pesaingnya. Artikel menyimpulkan bahwa Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran dan fintech serta mempertimbangkan akuisisi defensif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

marsbit2j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

marsbit2j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

**Ringkasan: Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Berita Buruk, Melainkan Dinamika Kompetisi yang Kompleks** Artikel ini menganalisis dampak peluncuran OUSD (diperkirakan terkait Stripe) terhadap para penerbit stablecoin utama. Intinya, dampaknya berbeda-beda dan kompleks: * **Terhadap Circle (USDC):** Bukanlah "vonis mati". Meski harga saham CRCL turun 15-20%, reaksi pasar dianggap wajar. Circle masih punya keunggulan likuiditas dalam, integrasi yang ada, dan first-mover advantage. Bahkan, jika kerja sama dengan Coinbase dihentikan, pendapatan bersih Circle bisa hampir dua kali lipat dalam jangka pendek, memberinya lebih banyak ruang untuk bersaing. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan default di ekosistem Stripe karena keunggulan produk dan rekayasa Stripe. Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran/fintech dan mempertimbangkan akuisisi defensif. * **Terhadap Tether (USDT):** Dampaknya minimal. OUSD tidak langsung menarget pasar inti Tether, yang tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle. Pangsa pasar Tether mungkin terus turun seiring waktu, tetapi dalam pasar stablecoin yang secara keseluruhan terus tumbuh. * **Terhadap Paxos (USDP, USDG):** Tekanan justru lebih besar. OUSD berpotensi melemahkan keunggulan utama USDG. Seiring kerangka regulasi menjadi matang, keunggulan regulasi Paxos juga bisa terkikis. Oleh karena itu, tantangan dari OUSD bagi Paxos lebih mendekati tingkat eksistensial, yang menjelaskan mengapa Paxos kini lebih fokus pada bisnis *brokerage-as-a-service*. Artikel juga menyoroti bahwa hambatan utama adopsi stablecoin korporat—yaitu paparan kredit terhadap penerbit yang (seperti Circle dan Bridge) bukan berperingkat investasi—tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Peluang terbesar justru ada di pasar hijau (*greenfield*) yang belum terjamah dengan baik.

链捕手2j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

链捕手2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片