Стриминговая платформа BeLive рассматривает возможность приобретения цифровых активов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-01Terakhir diperbarui pada 2025-07-01

Компания BeLive Holdings (NASDAQ: BLIV), B2B-провайдер white-label инфраструктуры для прямых эфиров и видеостриминга, объявила, что рассматривает возможность использования цифровых активов в рамках своей стратегии управления корпоративной казной. Этот шаг является частью более масштабной программы по повышению эффективности использования капитала и поддержке децентрализованных платежных технологий внутри экосистемы компании.

В настоящее время BeLive оценивает целесообразность выделения части корпоративных резервов на цифровые активы, такие как биткоин и другие токены, приносящие доход. Любое решение компании должно будет соответствовать требованиям по управлению рисками и нормативному соблюдению. BeLive рассматривает цифровые активы как способ диверсификации казны, повышения ликвидности и поддержки платежных инструментов для создателей контента и партнеров платформы.

Этот шаг отражает аналогичные действия других компаний, которые изучают альтернативные финансовые стратегии с использованием активов на блокчейне. Компания подтвердила, что на данный момент не приобретала цифровые активы. Любые будущие инвестиции будут осуществляться с особой осторожностью и в рамках регулируемой правовой среды.

Изображение: Wirestock

Bacaan Terkait

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

Menteri Keuangan AS Janet Yellen berusaha menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang, tetapi dampaknya hanya bertahan singkat. Namun, upaya ini memicu pelemahan dolar AS dan menguatkan logika perdagangan "penurunan nilai mata uang". Emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara Bitcoin melonjak lebih dari 25% dalam seminggu, dengan korelasinya terhadap emas berada di level tertinggi sejak pandemi. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang defisit fiskal AS yang membengkak (mendekati $2 triliun) dan tekanan struktural pada suku bunga jangka panjang. Tekanan ini berasal dari persaingan global untuk modal, termasuk pembiayaan defisit pemerintah besar-besaran, kebutuhan pendanaan AI, dan penerbitan obligasi korporasi. Pasar melihat aset seperti emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko ini. Meskipun pemerintah berupaya menurunkan biaya pinjaman, inflasi yang persisten membatasi ruang gerak Federal Reserve. Sementara itu, pasar saham tampak tangguh didukung oleh ekspektasi laba yang kuat, khususnya dari sektor teknologi AI. Namun, imbal hasil obligasi yang mendekati 5% tetap menjadi tantangan bagi saham bernilai tinggi. Peringatan datang dari Ray Dalio yang menyarankan untuk mengurangi eksposur obligasi dan memegang emas serta Bitcoin sebagai proteksi terhadap potensi krisis utang AS. Ke depan, pasar akan menguji ketegangan antara keinginan Washington untuk kondisi finansial yang longgar dan realitas ekonomi yang mendorong suku bunga lebih tinggi, dengan fokus pada laporan laba Nvidia dan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole.

华尔街日报2j yang lalu

Upaya Menteri Keuangan AS Tekan Yield Obligasi Memicu 'Trading Depresiasi Mata Uang'! Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan, Bitcoin Tembus Naik Lebih 25% Pekan Ini

华尔街日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片