前 Framework 分析师下场创业,一文读懂无缝连接传统金融的链上支付设施 Fellow | CryptoSeed

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-06-30Terakhir diperbarui pada 2025-06-30

作者:ChainCatcher

 

随着 Web3 技术不断发展并逐步渗透至日常金融场景,用户对高效、便捷、低门槛的链上支付方式的需求也愈发强烈。Fellow 正是在这一背景下诞生的链上支付基础设施项目,旨在通过即时结算与身份抽象机制,打通传统银行、数字支付与去中心化金融之间的通道,为用户提供极简化、高信任度的资金流动解决方案。

据官方信息显示,该项目通过创新性的“手机号即地址”设计,Fellow 使得加密支付的门槛显著降低,用户仅需手机号即可完成转账、收款等操作,无需复杂的钱包地址管理与链上交互知识。目前,该项目将在 iOS 上原生运行,并集成多种加密钱包与支付工具,致力于为 Web2 用户提供更为平滑的 Web3 迁移路径。

一、看懂实现即时结算的底层运行原理

Fellow 所构建的链上支付逻辑,以“即时支付”能力为核心优势,围绕以下两个维度构建起完整的技术闭环。首先是手机号地址绑定机制,用户在注册 Fellow 后,系统会将其手机号映射为链上地址,实现与传统支付方式的语义一致性,使 Web2 用户也能自然迁移到 Web3;然后是即时结算技术,Fellow 致力于提升链上交易体验,努力缩短交易确认时间,提升资金结算的效率和稳定性。该系统设计支持高频、小额的资金结算需求,旨在为用户提供更加流畅、快速的链上交易体验。

在当前多链生态逐步成熟、链上应用爆发式增长的时代背景下,支付体验成为用户能否真正迁移到链上的关键门槛之一。Fellow 通过“手机号即地址”的创新范式降低认知门槛,通过“即时结算”技术提升使用体验,精准解决当前链上转账过程中存在的慢、贵、易错问题。

Fellow 的市场策略以北美消费者和开发者群体为核心,旨在构建一个以开发者工具、用户习惯、平台集成为一体的“链上支付网络层”。其愿景是成为链上金融中不可或缺的基础设施拼图,对标 Stripe 在传统支付体系中的角色。

在未来,Fellow 有望拓展至更多国家和地区,并逐步与 L2 网络、AA 钱包等基础能力打通,进一步夯实“资金无边界流动”这一核心理念。

二、前 Framework Ventures 分析师出山,团队背景可观

Fellow 由 Josh Litchman 联合创办并担任 CEO。他此前曾担任 Pixels 生态系统总监,主导协议集成与产品生态建设。他曾是 FrameworkVentures 的分析师,深入研究链上基础设施、数字资产与新兴协议发展路径。他还曾在 Impatient Ventures 早期阶段参与建立数字资产业务,积累了丰富的一线加密市场经验。团队的另一核心成员则是 Fellow 的重要技术推动者,专注于链上身份与钱包交互设计,致力于优化用户体验和数据权限体系。

此外,Fellow 还获得 Coinbase 与 Privy 等安全基础设施提供方的支持,构建了一套高安全性、强隐私保护的身份交互框架,致力于为用户打造更加平滑、可信的“Web2 向 Web3”过渡路径。

三、结语

链上金融的真正普及,离不开稳定、高效、低门槛的支付路径。Fellow 正以即时支付为切入口,重新构想 Web3 时代的支付基础设施。其“手机号即账户”的设计,消除了用户对加密世界的陌生感;而快速、稳定的结算引擎,则让链上转账体验不输 Web2。随着开发工具的不断完善和生态合作的拓展,Fellow 正逐步搭建起一座联通现实世界与链上资产的桥梁。

Fellow 不是另一个钱包,而是一种新的支付方式 —— 快速、智能、面向未来。

(本文仅供参考,不构成投资建议)

Bacaan Terkait

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit45m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit45m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手51m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手51m yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片