橱窗里的 Labubu,屏幕里的 NFT,解锁 IP 情绪营销的魔法

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-05-31Terakhir diperbarui pada 2025-05-31

撰文:Nancy,PANews

 

一只丑萌小怪兽 Labubu 悄然站在橱窗里,玻璃外是粉丝排队抢购的长龙,只为那只可能开出隐藏款的惊喜。类似的,一串数字化的图像在链上铸成 NFT,看不见实物,却在短短数分钟内售罄。

一个真实可触,一个仅存于屏幕,这两种 IP 形态看似处于现实与虚拟两个世界,却在情绪驱动的消费时代中,以惊人的相似逻辑成长、爆发与再造神话。这背后是社群互动的媒介,是个体身份的投射,更是 IP 时代催生的文化和情绪容器。

情感共鸣:连接的不只是商品

Labubu 的魅力,远不止于其毛茸茸的外表和独特的设计,更是一种用户内心世界的延伸,或是童年涂鸦本上那个隐秘的怪兽形象,映射出内心深处那份孤独却复杂的自我。这个看似简单的玩偶,实际上为用户创造了真实的情感陪伴,填补了人们对归属与爱的渴望——正如心理学家马斯洛所指出的「归属与爱的需求」。

同时,Labubu 满足了收集癖这一心理现象。收集行为在心理学中被视为一种掌控感的体现。当用户通过不断积累、展示 Labubu 玩偶,获得成就感时,这种拥有感反过来增强了自我认同与内心的满足。而每一只玩偶背后,都承载着一段独特的故事:或是深夜排队抢购的激动心情,或是与好友分享收藏时的情感共鸣,这些瞬间沉淀成了珍贵的情感宝藏。

NFT 同样激发了深层的群体归属感,满足了人们被接纳与认同的社会需求。玩家收藏的,不再只是一串冰冷的代码,或是首次触碰加密世界的信仰象征,亦或是志同道合者共同铸造的记忆。

基于拥有感与归属感的情感共鸣,不仅满足了用户的内在需求,也是连接用户与品牌之间的无形纽带。同时,这份情感的激发为品牌和创作者开辟了新的增长路径,通过深耕用户的情感体验,构建多维度的文化认同和社群归属,可以实现用户的长期忠诚和持续参与。

IP 叙事:不只是资产,更是故事容器

在当下文化消费浪潮中,一个角色从来不只是一个形象。真正有生命力的 IP,其核心在于能够构建出一个让人愿意沉浸的叙事宇宙。

Labubu 便是这样一个典型案例。作为 The Monsters 系列中的核心成员,Labubu 起初或许只是一个长着尖耳朵的大眼小怪兽,但它在逐渐拥有了性格、伙伴与成长轨迹后,从玩偶成长为角色,与 ZIMOMO、SkullPanda 等其他同系列角色共同编织出一个多元而丰富的虚拟网络。这个宇宙的构建,依托于持续不断的内容输出、场景化的沉浸体验布局以及用户情感的深度参与机制,也使得 Labubu 的形象得以延展至线下主题乐园、限量毛绒玩具、盲盒、拼装积木等各种实体载体之中。

这一叙事型 IP 构建的思路,在 NFT 领域同样明显。NFT 项目早已意识到,能真正能打动用户、维系社区的并非单一的稀缺性,而是角色背后的故事性。比如,BAYC 通过推出元宇宙、潮流服饰、游戏、音乐等多元产品,不断扩张其「猿宇宙」的边界;Azuki 则以实体漫画与潮流周边丰富用户的触点体验;Pudgy Penguins 更是突破 Web3 圈层,以儿童读物与线下玩具进入传统零售场景,强调企鹅角色的可爱治愈属性和陪伴成长的情感叙事。这些案例的共通点在于,它们都实现了从视觉符号到文化角色的跃升,让 NFT 正在成为角色驱动的叙事媒介,而不再只是一个链上资产。

由此来看,那些拥有长线叙事结构与持续内容生产能力的 IP 宇宙,才真正具备穿越时间、触达更广泛受众的文化潜力。

盲盒玩法:稀缺性与惊喜感的博弈

盲盒机制是一种建立在概率之上的心理游戏,通过人为制造的不确定性,让商品脱离简单的功能属性,转而被赋予一种情绪价值与交易潜力。以概率创造稀缺,以稀缺激发情绪,而情绪最终驱动市场价值的形成。这种机制的核心,是让玩家在反复尝试中对「下一次」抱有执念,心理学中将这种心理状态称为「间歇性强化」。

Labubu 结合盲盒机制的创新玩法,让消费者有惊喜感和挑战感。而隐藏款更是将普通商品推向了收藏品甚至资产的范畴。每一次开盒,不只是一种情绪消费,更是一场具象的概率游戏情绪。NFT 领域也引入了类似玩法,以智能合约的形式将随机性与稀缺性写入链上。每一次 Mint 过程,本质上是一种数字抽卡,算法决定图像、背景、特征的组合, 而稀有度几乎复制了实体盲盒中的隐藏款逻辑。

更关键的是,当某个隐藏款 Labubu 被拆封,或某个稀有 NFT 被揭开,社交网络上的传播与情绪放大机制随之启动,从朋友圈的晒图到二级市场的竞价,稀有性迅速被市场定价后转化为一种硬通货。

溢价:FOMO 情绪的市场定价

一只隐藏款 Labubu 飙升到上万元,一张稀有属性的 NFT 飙升至数百万甚至数千万美元,这些惊人的数字背后,这些都不是简单的价格行为,而是情绪价值的市场化。

FOMO 情绪是驱动溢价的核心情绪之一。当买家看到别人以高价成交,往往激发他们赶紧入场的冲动。此时,不少买家不再单纯基于作品本身的价值做判断,而是基于抢占先机或是不被市场抛弃的心理预期出手,从而形成价格的正反馈循环,进一步推高溢价。这种行为其实是对未来可能价值的心理赌注。不仅如此,市场共识也因不断提升的交价、社交媒体讨论等因素强化,继而推动价格持续走高。

而部分投机者 / 倒卖者甚至官方深谙 FOMO 心理,会有意制造市场热点,比如操控价格、回购或限量发布、炒作宣传以及稀缺性制造等刺激购买欲望,形成短期内价格暴涨的泡沫现象。

虽然情绪驱动带来巨额溢价和市场活跃,但也伴随极高的波动风险。一旦情绪逆转,价格可能快速崩塌,导致市场恐慌性抛售。

名人效应与社交身份符号

在这个情绪价值被商品化的时代,Labubu 这类实体潮玩和 NFT 不仅作为收藏品存在,更成为一种全新的社交语言与身份投射载体。而明星的背书与大众的情感共鸣,共同构建了潮玩与 NFT 在当代文化中的符号地位,使它们超越原有的审美、功能与收藏属性,进一步演变为彰显个性、趣味与社会资本的文化象征。

无论是 Labubu 在 Rihanna、Dua Lipa 和 BLACKPINK 的 Lisa 和 Rosé等明星频繁「种草」下,跃升为全球流行文化的符号,还是 NFT 因村上隆、Snoop Dogg、Eminem、Justin Bieber 和周杰伦等名人参与后逐步从加密亚文化走向主流话语体系,这些现象均表明,名人作为这些 IP 文化传播的超级节点,其行为天然具有审美引导和消费示范作用,往往会迅速提升某个潮玩或 NFT 项目的文化含金量。

而在社交媒体时代,这些藏品也变成为被看见的文化面具。晒出一款隐藏款或明星同款 Labubu,或将稀有 NFT 设置为 Twitter/X 头像,用户不仅在展示收藏品,更在传递自己的趣味审美、价值观乃至经济实力。某种意义上,这是将消费行为是用图像、资产与符号进行的社交行为与身份声明。

社区即生产力:IP 的叙事引擎与文化飞轮

品牌的成长路径正在发生根本性转变。以往,广告是品牌扩张的主要战场,高频曝光与预算堆叠几乎等于用户注意力的垄断权,如今这套公式正在失效,真正能穿透噪音、击中人心的力量往往来自社区。

Labubu 的破圈并非依赖铺天盖地的商业投放,而是一群热爱玩偶文化的普通用户。他们通过「晒娃」、手工改造、产出表情包、摄影打卡等日常行为,源源不断地产出 UGC 内容。这些真实且有温度的内容在社交媒体上传播,不仅降低了传播门槛,也极易激发情感共鸣,令 IP 在社交网络中自然生长。

PANews 二创 Labubu

NFT 世界亦是如此。CryptoPunks、BAYC、Pudgy Penguins 和 Azuki 等 NFT 项目在走向主流的过程中,更多的是通过持有者的自发创作实现文化外溢。如果说 NFT 的稀缺性为参与赋予了象征资本,那么社区创造则赋予了这些 IP 持续生命力。

这不仅是一种传播逻辑的革新,更是一种叙事权的转移。在这样的体系中,拥有并不只是物理意义上的资产归属,更是对品牌叙事的参与权、塑造权。每一段文案、每一张晒图,都是在为品牌赋予新的语义层次。更进一步地说,社区本身已经成为一种生产力,更是 IP 叙事的源泉、创意的孵化器、文化共鸣的放大器。

美学驱动:从视觉风格到情绪传达

潮玩的风靡离不开其「可爱但怪诞」、「反叛又治愈」的视觉语言。这种看似矛盾却高度融合的美学特质,为作品注入强烈个性,也精准切中当代年轻人的情绪脉络和内心世界。

Labubu 以怪诞与可爱并存的反差美学,带来强烈的视觉冲击与情绪鲜感,成为 Z 世代自我认同的文化符号。这种视觉风格不仅是审美选择,更是一种叙事策略。Labubu 的形象既疏离又亲切,既边缘又温暖,这种矛盾且复杂的美学表达,恰如其分地反映了 Z 世代在身份焦虑、情绪内耗与社会异化中的真实写照。同时,Labubu 打破以往由卡哇伊式甜美主导的潮玩审美体系,为潮流文化注入更具棱角的表达维度。

这一美学逻辑同样在 NFT 世界也得到了演绎。作为加密文化中的新型视觉物种,NFT 美学语言也超越单纯的好看或酷炫,演变为一种文化共鸣。比如。CryptoPunks 以极简像素风开创先河,代表极客精神与数字原教旨主义;Azuki 融合日漫语法与街头潮流,在亚洲文化和全球化语境中构建新一代身份认同;Bored Ape Yacht Club 则以卡通化与荒诞感兼具的街头视觉,讽刺精英文化与传统权威;Pudgy Penguins 则通过圆润、可爱的角色形象,传递出治愈系的情绪抚慰......这些风格并非随机堆砌,而是围绕身份认同、情绪投射与文化归属所的浓缩表达。

图像成为通往精神空间的入口,美学风格就是社交语言。归根结底,无论是 Labubu 这类实体潮玩还是链上的 NFT 作品,它们真正打动人心的,并非仅仅是造型与风格,而是以色彩、质感和风格在视觉中植入情感共鸣的能力,从而建立起一种超越商品属性的深层连接。

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep seperti metaverse, Web3.0, platform data simulasi, digital twin, dan Physical AI bermunculan, menciptakan kebingungan. Konsep-konsep ini bukanlah hal yang sama dengan Model Dunia (World Model), tetapi semuanya mengarah pada tren besar: kaburnya batas antara dunia digital dan fisik. Model Dunia berperan sebagai "lapisan kognitif" atau "sistem operasi dasar" yang bertanggung jawab agar AI dapat memahami dan mensimulasikan dunia. Analisis hubungannya dengan konsep lain adalah sebagai berikut: 1. **Metaverse**: Ini adalah tujuan atau "ruang pengalaman" imersif. Model Dunia berpotensi menjadi "mesin" atau alat pembuat konten otomatisnya, menghasilkan dunia 3D yang dapat diinteraksi dari teks, sehingga mengatasi hambatan pembuatan konten yang mahal. 2. **Web3.0**: Berfokus pada kepemilikan data, identitas, dan insentif ekonomi berbasis blockchain (masalah aturan/ekonomi). Ini berada di lapisan teknis yang berbeda dengan Model Dunia (masalah rekayasa pemahaman dunia). 3. **Platform Data Simulasi** (mis. untuk mobil otonom): Dapat dilihat sebagai versi 1.0 dari Model Dunia. Platform tradisional mengandalkan pembuatan skenario manual/berbasis aturan, sedangkan Model Dunia (versi 2.0) menggunakan AI untuk menghasilkan variasi skenario yang realistis secara otomatis dan masif. 4. **Digital Twin**: Adalah cermin real-time dari objek fisik (mis. pabrik, kota). Model Dunia melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan untuk **memprediksi masa depan** dan mensimulasikan hasil dari berbagai tindakan, bukan hanya mereplikasi keadaan saat ini. 5. **Physical AI** (AI fisik seperti robot, mobil otonom): Model Dunia adalah komponen intinya, khususnya untuk fungsi "memahami" hukum dunia dan memprediksi konsekuensi sebelum bertindak. Ini adalah "korteks otak" yang mensimulasikan sebelum eksekusi. Secara hierarki, Model Dunia berada di **Lapisan Kognitif**, yang mendukung lapisan aplikasi (simulasi, digital twin), lapisan aksi (Physical AI), dan lapisan pengalaman (metaverse). Ia bergantung pada infrastruktur dasar seperti komputasi dan data. Kesimpulannya, Model Dunia bukanlah konsep-konsep tersebut, tetapi ia berpotensi menjadi **sistem operasi** atau fondasi kognitif yang dibutuhkan banyak konsep itu untuk mewujudkan janji-janjinya dalam menghubungkan dan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik.

marsbit1j yang lalu

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

marsbit1j yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

Pada 26 Juni, saham sektor CPO di A-Shares jatuh lebih dari 6%, dipicu oleh peluncuran platform interkoneksi optik "Glass Bridge" oleh raksasa serat optik AS, Corning. Teknologi ini menggunakan pandu gelombang kaca wafer-level untuk penyelarasan pasif antara serat optik dan chip fotonik, yang berpotensi menyederhanakan arsitektur CPO tradisional yang bergantung pada unit array serat (FAU) dan perangkat penyelarasan aktif presisi. Pasar khawatir hal ini akan mengurangi permintaan jangka panjang untuk komponen FAU tradisional. Inti Glass Bridge terletak pada tiga karakteristik: manufaktur wafer-level untuk konsistensi produksi massal, antarmuka koneksi fisik TMT yang terstandarisasi untuk integrasi yang mudah, dan arsitektur konektor densitas tinggi yang dapat dilepas untuk fleksibilitas. Corning menegaskan bahwa Glass Bridge melengkapi, bukan sepenuhnya menggantikan, solusi FAU yang ada, terutama dalam skenario kepadatan sangat tinggi. Reaksi pasar mencerminkan pergeseran nilai dalam industri interkoneksi optik AI. Dana mengalir keluar dari saham CPO dan PCB menengah, beralih ke saham terkait substrat kaca seperti Kaishan Tech dan Dier Laser. Analis melihat substrat kaca sebagai material inti kemasan generasi berikutnya, menawarkan peluang diferensiasi bagi industri domestik, terutama di tengah meningkatnya permintaan komputasi AI dan tantangan paten substrat silikon.

marsbit1j yang lalu

Membuat CPO "Kaget dan Turun", Bagaimana Cara Kerja Glass Bridge? Penjelasan Resmi dari Corning Telah Tiba

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu STORY

Memahami Story Protocol: Memelopori Era Baru dalam Manajemen Kekayaan Intelektual Pengenalan Story Protocol Dalam dunia teknologi blockchain yang berkembang pesat, Story Protocol muncul sebagai solusi inovatif yang bertujuan untuk mengubah lanskap manajemen kekayaan intelektual (IP). Dirancang untuk memberdayakan kreator, Story Protocol membuka jalan bagi ekosistem digital yang mempromosikan transparansi, kreativitas, dan pemberdayaan hukum. Protokol ini beroperasi dengan prinsip web3, memperkenalkan kerangka kerja terdesentralisasi yang memungkinkan kreator untuk tidak hanya melindungi tetapi juga memonetisasi karya mereka secara efisien. Di era di mana konten dengan mudah dapat direproduksi dan dibagikan, Story Protocol bertujuan untuk membangun mekanisme yang menghormati hak kreator dan mendorong budaya kolaborasi. Apa itu Story Protocol? Pada intinya, Story Protocol adalah alat manajemen IP berbasis blockchain yang canggih yang berusaha merevolusi cara kekayaan intelektual diciptakan, dikelola, dan dilisensikan. Tujuan proyek ini adalah untuk mengguncang metode tradisional dengan memanfaatkan sifat desentralisasi dari teknologi blockchain. Ini menawarkan perpustakaan aset kekayaan intelektual global dan dapat diskalakan, memungkinkan kreator untuk berinteraksi dengan audiens mereka dengan cara yang lebih langsung. Kreator dapat dengan mudah mendaftarkan karya mereka menggunakan platform, menetapkan pedoman yang dapat disesuaikan untuk bagaimana konten mereka dapat digunakan. Proses ini tidak hanya melindungi hak hukum mereka tetapi juga memfasilitasi monetisasi kreasi mereka dengan cara yang transparan dan efisien. Akibatnya, Story Protocol melayani berbagai macam kreator—dari penulis dan seniman hingga musisi dan programmer—dengan mendorong lingkungan yang inklusif dan dapat diakses. Siapa Pencipta Story Protocol? Visi untuk Story Protocol dihidupkan oleh Seung Yoon Lee, dikenal sebagai SY Lee, dan Jason Zhao. SY Lee menjabat sebagai CEO dan salah satu pendiri, membawa banyak pengalaman dari latar belakangnya di jurnalisme dan kewirausahaan. Usahanya sebelumnya, termasuk Byline dan Radish Fiction—yang kemudian dijual ke Kakao—telah memposisikannya sebagai sosok perintis dalam platform konten digital. Pendiri bersama Jason Zhao melengkapi visi SY Lee dengan keahlian teknisnya yang kuat. Lulusan Ilmu Komputer dari Universitas Stanford dan mantan karyawan DeepMind, pengalaman Jason dalam teknologi canggih memberdayakan kemampuan Story Protocol dalam ekosistem digital. Siapa Investor Story Protocol? Story Protocol telah mendapatkan dukungan finansial yang substansial dari berbagai investor terkemuka yang dikenal karena ketajaman mereka dalam mengenali teknologi transformasi. Dukungan penting ini mencerminkan keyakinan terhadap potensi proyek untuk membentuk ulang pasar IP. Di antara investor notable terdapat A16z Crypto, yang memimpin baik putaran pendanaan awal maupun pendanaan Seri B, semakin menunjukkan komitmennya terhadap masa depan ekonomi digital. Investor signifikan lainnya yang berkontribusi pada proyek ini termasuk: Polychain Capital: Pemimpin yang diakui dalam investasi blockchain yang berpartisipasi dalam putaran Seri B. Hashed Endeavor Samsung Next Foresight Ventures Dao5 Insignia Venture Partners Alliance DAO Mirana Ventures Meluasnya jaringan investasi ini tidak hanya menyediakan pendanaan tetapi juga menambah kredibilitas dan wawasan strategis bagi platform, memposisikan Story Protocol sebagai pemimpin di bidangnya. Bagaimana Cara Story Protocol Bekerja? Story Protocol menawarkan kerangka kerja yang komprehensif yang memungkinkan kreator untuk mengelola kekayaan intelektual mereka dengan lancar. Platform ini didukung oleh sejumlah fitur unik dan inovatif yang membedakannya dari sistem manajemen IP tradisional. Fitur Utama: IP yang Dapat Diprogram: Fitur ini memungkinkan kreator untuk mendefinisikan ketentuan tentang bagaimana IP mereka dapat digunakan, termasuk pedoman untuk remiks dan kolaborasi. Dengan menetapkan parameter yang jelas dan dapat diprogram, kreator dapat memastikan karya mereka digunakan sesuai dengan visi mereka. Ekosistem Terdesentralisasi: Protokol ini memungkinkan kreator untuk beroperasi secara mandiri, tanpa perlu perantara yang sering ditemukan dalam pengaturan lisensi tradisional. Pendekatan terdesentralisasi ini tidak hanya memberdayakan kreator tetapi juga mengurangi gesekan yang biasanya terkait dengan manajemen IP. Lisensi Transparan: Dengan menyederhanakan proses lisensi, Story Protocol mempermudah kreator untuk melacak bagaimana karya mereka digunakan. Transparansi manual ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan mendorong kolaborasi dalam lanskap digital di mana hak IP sering diperdebatkan. Secara keseluruhan, fitur-fitur ini menciptakan lingkungan yang kokoh yang mendorong inovasi, kerja sama, dan penghormatan terhadap hak kreator sambil menyederhanakan kompleksitas hukum kekayaan intelektual di era digital. Timeline Story Protocol Memahami tonggak perkembangan Story Protocol dapat memberikan wawasan tentang pertumbuhan strategis dan visinya untuk masa depan. Berikut adalah timeline yang menyoroti peristiwa penting dalam sejarah proyek ini: 2021: Fondasi ditegakkan untuk konsep Story Protocol sambil merumuskan tujuannya. 2023: Proyek ini berhasil mengumpulkan $29,3 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh A16z Crypto, menandai masuknya resminya ke dalam lanskap kompetitif inovasi blockchain. 2024: Menyusul keberhasilan pendanaan awalnya, Story Protocol mengumumkan putaran pendanaan Seri B sebesar $80 juta dengan valuasi sebesar $2,25 miliar, semakin menguatkan posisinya di pasar. Timeline ini tidak hanya menggambarkan pertumbuhan pesat Story Protocol tetapi juga semakin minat dan investasi yang telah menarik dari pemain terkemuka di industri. Masa Depan Story Protocol Seiring dengan evolusi lanskap konten digital, Story Protocol berdiri di garis depan revolusi dalam manajemen IP. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain untuk pemberdayaan kreator dan transparansi, protokol ini menawarkan visi yang menarik untuk ekosistem kekayaan intelektual yang berkelanjutan. Dalam dunia yang menuntut kreativitas dan inovasi, Story Protocol memungkinkan kreator untuk mempertahankan kepemilikan dan kontrol atas aset mereka, pada akhirnya mendorong lingkungan di mana kreativitas dapat berkembang. Dukungan luas dari investor berpengalaman semakin menegaskan potensi platform ini untuk mendefinisikan ulang cara kekayaan intelektual beroperasi dalam ekonomi digital yang cepat berubah. Sebagai kesimpulan, Story Protocol bukan hanya sebuah proyek; ini adalah gerakan menuju lanskap IP yang lebih adil dan dapat diakses. Seiring dengan perkembangan dunia digital, Story Protocol berjanji untuk memimpin langkahnya, memastikan bahwa kreator diakui dan diberi kompensasi dengan adil atas kontribusi mereka terhadap budaya dan masyarakat. Perjalanan ini baru saja dimulai, dan implikasi dari inisiatif semacam ini sangat mendalam—tidak hanya bagi kreator tetapi juga bagi masa depan konten digital itu sendiri.

291 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.04Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu STORY

Cara Membeli IP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Story (IP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Story (IP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Story (IP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Story (IP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Story (IP)Lakukan trading Story (IP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

387 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.03.26Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli IP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga IP (IP) disajikan di bawah ini.

活动图片