Проект WLFI добавил поддержку рестейкинга для стейблкоина USD1

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-29Terakhir diperbarui pada 2025-05-29

Связанный с Трампом проект WLFI сделал USD1 первым стейблкоином для рестейкинга

Проект WLFI, поддерживаемый семьей Дональда Трампа, анонсировал интеграцию своего стейблкоина с Kernel DAO. Это стало первым случаем, когда USD1 применяется для обеспечения безопасности сторонних децентрализованных приложений.

Теперь пользователи могут не просто держать стейблкоин, но и отправлять его в рестейкинг — то есть делегировать для участия в механизмах безопасности Kernel DAO. При этом актив продолжает приносить доходность, а сеть получает дополнительный уровень защиты.

Новая роль для стейблкоинов

USD1 — это стабильный токен, обеспеченный казначейскими облигациями США. Интеграция с Kernel DAO превращает его из пассивного средства сбережения в активный инструмент валидации в блокчейн-инфраструктуре.

Это особенно важно на фоне тренда на рестейкинг — концепции, в рамках которой не только ETH, но и другие активы могут использоваться для обеспечения безопасности протоколов. Kernel DAO как раз специализируется на модульной безопасности, позволяя различным активам участвовать в консенсусе.

Читать также: Норвежская K33 добавила биткоин в казначейство: компания купит BTC на $6,2 млн

От политического бренда к реальной DeFi-инфраструктуре

WLFI начинался как политически заряженный проект, тесно связанный с фигурой Дональда Трампа. Однако недавние шаги проекта — запуск собственного stablecoin USD1, выход на рынок децентрализованных финансов и теперь интеграция с Kernel DAO — демонстрируют переход к более технологичному позиционированию.

Интеграция открывает новые источники дохода для держателей USD1, укрепляет доверие к активу и поднимает WLFI на новый уровень в экономике рестейкинга.

Что дальше?

Если тренд на рестейкинг продолжит набирать обороты, такие активы, как USD1, могут стать ключевыми элементами новой финансовой инфраструктуры. А WLFI — занять прочную позицию в пересечении политики, Web3 и DeFi.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit53m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit53m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片