量子威胁倒计时启动!Naoris Protocol抗量子公募首日引爆15,000人抢购

marsbitDipublikasikan tanggal 2025-05-21Terakhir diperbarui pada 2025-05-22

抗量子架构与区块链平台 Naoris Protocol 今日正式开启备受瞩目的 NAORIS 公募销售,此前已有超过 15,000 名用户完成预注册。

本次代币销售通过 Tokensoft 平台 进行,用户可通过 Naoris Protocol 官方网站 参与。销售已于 2025 年 5 月 20 日(星期二)08:00 UTC 启动,并将持续至 2025 年 5 月 27 日(星期二)结束。在此期间,公众可购买 NAORIS 代币。

参与公募无需预注册,任何用户均可使用 ETH、USDT 或 USDC 进行购买。通过白名单预注册的用户已在销售开始前完成 KYC 实名认证流程。

自 2025 年 1 月 31 日上线测试网以来,Naoris Protocol 成绩斐然:已处理超过 6400 万笔抗量子交易,接入 210 万个钱包地址,部署 82.8 万个安全节点,成功防御 3.42 亿次网络威胁,成为 Web3 领域增长最快的信任与安全基础设施。

Naoris Protocol 创始人兼 CEO David Carvalho 表示:「我们在白名单开启阶段便收获了大量的用户注册,这让我们看到了外界对 Naoris Protocol 的高度期待。」

「量子计算对传统密码系统的威胁已不再是遥远或假设性的危机,而是迫在眉睫的现实。现在正是采取行动的时刻。Naoris Protocol 是一个可以无缝整合进任何 EVM 兼容区块链,并实现量子安全交易的架构,每一年安全的重要性都在加剧。」

Naoris Protocol 由业内资深专家与网络安全先锋领衔,并拥有多位世界级顾问的支持,他们在技术与治理领域拥有数十年经验,包括:

David Holtzman:前 IBM CTO,DNS 协议架构师

Ahmed Réda Chami:摩洛哥驻欧盟大使、微软北非前 CEO

Mick Mulvaney:美国前白宫幕僚长

Inge Kampenes:挪威退役少将、前空军飞行员、网络司令部前指挥官

Naoris 的协议架构位于 Sub-Zero 层,也就是 区块链 Layer 0 到 Layer 3 以下的底层结构,意味着它可以无缝整合进区块链交易、DEX 去中心化交易所应用、节点、跨链桥及其他 Web3 系统,无需硬分叉或中断运行。除此之外,该协议同样适用于传统 Web2 行业的各类系统与物理基础设施,从医疗健康到国防领域均可部署。

此外,Naoris Protocol 还运行着一条完全抗量子的 Layer 1 区块链,采用其自研的 Proof-of-Security(dPoSec)共识机制 进行验证。该安全网络由 后量子密码学 与 去中心化 AI 驱动,并与欧盟与美国正在制定的量子安全标准接轨,如 NIST、北约(NATO)与 ETSI。

早在 2022 年,Naoris Protocol 就完成了 3100 万美元的融资,投资人包括知名风险投资人 Tim Draper,以及 Holdun 家族办公室、CLS Global 等机构。

关于 Naoris Protocol

Naoris Protocol 是一个去中心化抗量子基础设施协议,旨在同时保护 Web3 和 Web2 世界免受传统和量子级安全威胁。其架构部署在区块链 Layer 0 至 Layer 3 以下的 Sub-Zero 层,可无缝整合现有 EVM 区块链、节点、桥接、dApp、企业系统及物联网设备,无需进行硬分叉。

Naoris Protocol 将抗量子密码学、dPoSec 共识机制 与 去中心化群体智能(Swarm AI)相结合,构建一个 自愈式的安全网络(Security Mesh),从根本上消除单点故障风险。自 2025 年 1 月上线以来,Naoris 已处理超过 6400 万笔抗量子交易,防御 3.41 亿次威胁。其核心代币 $NAORIS 驱动协议经济,是构建量子安全互联网的高速成长信任与安全基础层。

Bacaan Terkait

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-27

Pulsa Pasar Bitcoin Minggu 27: Bitcoin melanjutkan penurunannya, sempat menembus di bawah level $60K sebelum menemukan dukungan di sekitar $58K dan stabil di kisaran $60K menjelang akhir pekan. Momentum penurunan telah mereda dibandingkan dengan aksi jual tajam awal bulan ini, namun pembeli belum menunjukkan keyakinan yang cukup untuk memulai pemulihan berkelanjutan, sehingga harga terikat dalam kisaran dekat level terendah lokal. Di bawah permukaan, pasar masih dalam fase penyesuaian struktural dengan likuiditas yang terus berkontraksi dan peserta yang lebih defensif. Pasar spot masih mengalami tekanan jual bersih meskipun aktivitas perdagangan meningkat, menunjukkan likuiditas digunakan lebih untuk mendistribusikan daripada mengakumulasi Bitcoin pada harga saat ini. Di pasar derivatif, leverage terus berkurang dengan minat terbuka yang menyusut dan para trader lebih memilih lindung nilai dari risiko turun. Sentimen institusional juga melunak, ditunjukkan oleh posisi rugi belum terealisasi agregat ETF Spot AS dan arus keluar bersih yang berlanjut. Secara on-chain, volume transfer yang disesuaikan entitas pulih, mengindikasikan pergerakan modal skala besar. Namun, peningkatan porsi modal 'panas' (hot capital) yang dipegang investor jangka pendek meningkatkan kerentanan pasar terhadap volatilitas. Meski Bitcoin tampak stabil di wilayah $60K, pemulihan berkelanjutan memerlukan kembalinya keyakinan pembeli, karena aliran pesanan spot, posisi derivatif, dan permintaan institusional semuanya masih bersifat defensif.

insights.glassnode28m yang lalu

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-27

insights.glassnode28m yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报3j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报3j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

Penulis asli: Zhang Yaqi Sumber asli: Wall Street News Pasar saham global terus mencetak rekor tertinggi didorong oleh gelombang AI, tetapi bahan bakar yang mendukung kenaikan ini semakin berbahaya—dari AS hingga Korea Selatan, saldo pembiayaan dan skala ETF berleveraj telah mencapai batas sejarah. Sifat pro-siklus dari leveraj itu sendiri memperbesar risiko ekor volatilitas pasar secara berlipat ganda. Saldo utang margin di AS melonjak 54% pada Mei, menyentuh puncak sejarah $1,4 triliun. Sementara itu, total aset ETF berleveraj hampir menggandakan dalam kurang dari 70 hari, mencapai lebih dari $220 miliar pada awal Juni. Risiko dari kegilaan penambahan leveraj ini pertama kali terlihat di pasar Korea: Indeks KOSPI anjlok 10% pekan lalu, memicu circuit breaker, kemudian rebound dengan cepat, dan kembali terhenti, menyebabkan volatilitas yang parah dan melemahkan saham terkait AI di AS. Barclays memperingatkan bahwa dana berleveraj telah membeli sekitar $300 miliar dalam produk turunan terkait saham dan indeks sejak akhir Maret. Jika perlu ditutup secara terpusat dalam waktu singkat, dampaknya akan "mengerikan". Morgan Stanley juga mengingatkan bahwa ketergantungan pembeli marginal pada pembiayaan leveraj belum pernah terjadi sebelumnya, dan pembiayaan ini menjadi lebih mahal dan langka. Charles Schwab telah memperketat persyaratan margin. Leveraj ETF tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga dapat mendistorsi harga saham yang dilacaknya—efek "ekor yang mengibaskan anjing". Peningkatan dana memaksa pembelian derivatif, yang di-lindung nilai dengan membeli saham fisik, mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Mekanisme ini juga bekerja secara terbalik saat tren berbalik, menciptakan spiral negatif yang memperkuat diri sendiri. Pasar Korea berfungsi sebagai contoh peringatan: KOSPI naik 87% tahun ini, didorong oleh raksasa chip memori seperti Samsung dan SK Hynix. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi ditambah dengan leveraj ekstrem meningkatkan kerapuhan pasar. Leveraj di pasar Korea diperkirakan antara 2x hingga 5x, dengan penurunan 16-36% berpotensi memicu margin call. Otoritas Korea menyatakan penyesalan karena tidak menghentikan penerbitan dana saham berleveraj tunggal yang berisiko tinggi, yang 92% dipegang oleh investor ritel. Biaya pembiayaan saham juga meroket. Spread antara tingkat pembiayaan tersirat untuk berjangka S&P 500 dan suku bunga acuan SOFR (diukur oleh kontrak AXW) mencapai level tertinggi sejak Desember 2020, menunjukkan tekanan. Sementara itu, eksposur aset ekuitas yang dipegang oleh dealer utama AS melalui pembiayaan sekuritas mencapai rekor $223 miliar. Kenaikan pasar sangat terkonsentrasi di sektor teknologi informasi, yang berarti kenaikan didukung oleh dana berleveraj di segelintir saham. Morgan Stanley memperingatkan tentang risiko non-linier: biaya pembiayaan yang tinggi menghentikan pembeli berleveraj, menghilangkan pembeli marginal dan momentum naik. Koreksi harga kemudian memicu deleveraj, yang memperbesar tekanan jual. Indeks kondisi keuangan telah mengencar, tetapi kenaikan pasar saham menutupi tekanan ini. Jika deleveraj memicu penurunan pasar, investor harus menilai ulang kondisi keuangan dan jalur kebijakan Fed. Kekuatan teknis yang sebelumnya memperbesar momentum naik melalui ekspansi leveraj mungkin mulai memotong ke arah sebaliknya.

marsbit3j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片