从古罗马到现代加密货币:风险管理的经验教训

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-05-22Terakhir diperbarui pada 2025-05-22

大风险可以让你腾飞,未经管理的风险会让你崩溃。

撰文:Santisa

编译:Block unicorn

前言

  • 明确的目标能有效控制风险;

  • 大风险可以让你腾飞,未经管理的风险会让你崩溃;

  • 随着你的攀登,上升空间会缩小,当风险超过回报时要适时缩减;

加密货币和历史是我的两大爱好。我可以说我 80% 的清醒时间都花在这两个话题上。我注意到,我们记住的许多人并不是那些通过良好风险管理「成功」的人。通常,他们是那些不断加大赌注直到以惊人的方式崩溃的人。尤利乌斯·恺撒、Do Kwon、亚历山大大帝和 Sam Bankman-Fried 的行事方式都类似。永不满足的风险偏好让他们登上行业的顶峰,而同样的偏好也导致了他们的失败。长期表现最佳的是那些能够根据情况变化和目标达成情况在风险承担和风险规避之间切换的少数人。

本文首先探讨古代历史上两位重要的冒险家和管理者,以及他们在现代加密货币行业的对应人物。我们将讨论一些赌徒、狂妄自大者和那些真正根据目标调整赌注、并在达成目标后适当降低风险的幸存者。

最初的豪赌之王:盖乌斯·尤利乌斯·恺撒

恺撒是一个中层罗马贵族,凭借巨大的个人魅力、卓越的战略以及——最重要的是——巨额债务建立了他的事业。他一路攀升,最终晋升为执政官,但他并没有在每个职位上都等待数年,而是承担了巨大的风险和债务,以加快晋升进程。在 41 岁成为执政官后,为了避免法律和财务清算,他加大杠杆并通过贿赂在公元前 58 年被任命为高卢总督,任期五年。当时他的债务相当于罗马年度税收的 10% 左右——大约 133,333 个士兵月的薪资,约合今天的 3.33 亿美元 *。(* 换算公式假设一名罗马军团士兵的年薪为 900 塞斯特斯,简单计算一下,相当于现代美国普通士兵 3 万美元的薪水。)

在最大限度杠杆化后,恺撒入侵了高卢。失败意味着破产、流放或处决。在围攻阿莱西亚时,一支 25 万人的援军从后方逼近。任何理智的将领都会撤营。但恺撒在迅速崛起后不仅有狂妄自大的自信,更重要的是他别无选择:他深陷债务泥潭,既有经济债务,也有法律债务,而他作为总督(赋予他豁免权)的任期也即将结束。所以他加倍下注,坚守阵地,增建了一道外墙。现在,约 7 万罗马人面对约 32 万高卢人 **。(** 这些士兵人数是古代凯撒提供的估计数字,可能有所夸大。)

阿莱西亚是高卢北部的一个要塞城市,是高卢人由维钦托利领导对抗罗马统治的最后据点。

恺撒获胜了。高卢被征服。这场胜利为他带来了巨大的财富——至少在账面上——但大部分财富被锁定在非流动资产(主要是奴隶)中。随着总督任期接近尾声,元老院发出最后通牒:「回罗马为你的罪行(和债务)负责。」恺撒总是抓住他看到的机会,后果可以稍后再考虑。现在就是「稍后」,他觉得自己别无选择。他再次将性命置于赌注,带领一个军团渡过卢比孔河,宣称「骰子已掷」(alea iacta est)。

卢比孔河标志着意大利本地的边界,渡过它意味着向元老院宣战。

没人料到这一大胆且史无前例的举动。罗马没有驻军;他占领了城市,打了一场内战,并获胜。他现在是罗马世界的唯一主宰。但他仍不满足,他瞄准了「罗马之王」的称号。无视凯利准则(你只应下注与你的优势成比例的资本部分,超过这一点将不可避免导致长期破产),他再次孤注一掷。这最后的交易让他的账户爆仓:他没有收到币安的电子邮件,而是被一群元老连捅了二十三刀。将他推上权力巅峰的风险偏好也让他付出了生命的代价。

屋大维的崛起

恺撒死后收养了他 18 岁的侄子屋大维,但恺撒的将领马克·安东尼阻止了遗产继承。屋大维以遗产为抵押借贷,筹集了大约 25 亿美元——约为恺撒原始债务的 750%,以提高他的声望和组建军队。这看起来像是恺撒 2.0,但这是一个有明确目标的算计之举:屋大维追求的是清晰的目标,而不是为了游戏而玩游戏。

屋大维改名为盖乌斯·尤利乌斯·恺撒,后来是盖乌斯·尤利乌斯·恺撒·奥古斯都。罗马名字很复杂,所以在本文中我们仅称他为「屋大维」。

他知道停滞不前可能意味着死亡;承担债务和风险给了他生存和成功的机会。他打赢了更多的内战——先是对抗元老院,然后是对抗安东尼。在成为已知世界的唯一主宰后,他意识到进一步冒险的回报在减少。他拒绝了「国王」的头衔,选择成为「第一公民」(princeps),并公开表示尊重元老院,同时暗中操控一切。达成目标后,他从高杠杆的风险承担者转变为保守的行政管理者,统治罗马四十年,并建立了一个持续近百年的王朝。

在每一段旅程中,明确的目标能有效控制风险。如果你不知道「胜利」是什么,你怎么能赢?目标会不断移动,除非你将其固定。

持续赌博会上瘾;无论是出于必要还是纯粹的快感,我们不断为更多风险找理由,直到成为自己的最大敌人。

Do Kwon

与恺撒类似,Do Kwon 出生于韩国精英家庭。他凭借个人魅力、战略和——再次强调——巨额杠杆建立了事业。

他创建的 Terra/Luna 自反型稳定币系统依赖于永久债务。系统每吸纳一美元,就会产生更大的负债,因此没有足够的资本能结束这场游戏。每一个 UST 里程碑都是通过借来的资本实现的;与恺撒不同,Do Kwon 没有可征服的「高卢」——没有计算过的赌注,只是为了杠杆而杠杆。他将风险坚持到底,最终身陷黑山一个阴冷的监狱牢房。让恺撒付出生命代价的东西,也让 Do Kwon 失去了自由。

Do Kwon 于 2023 年 3 月 23 日在波德戈里察被捕,试图使用假护照逃往迪拜。

Sam Bankman-Fried(SBF)

SBF,破产交易所 FTX 的创始人,利用客户资金支撑平台、购买全球影响力并资助各种冒险项目,同时过着奢华的生活。他筹集了 18 亿美元,将 FTX 估值推至 320 亿美元,并与华盛顿保持直接联系。像屋大维一样,他以统治世界的思维承担巨大风险。但屋大维从恺撒的致命过度扩张中吸取了教训,而 SBF 没有:他一次又一次地全力以赴。如果他及时收手,他本可以暂停欺诈行为,慢慢填补 FTX 资产负债表上的漏洞;但他加倍下注,最终失去了一切。他的结局本不必如此悲惨。

SBF 于 2023 年在纽约进入法院。

赵长鹏(CZ)

CZ 将一切押在速度和监管灰色地带上。他在中国大陆通过 ICO 为币安筹集资金。币安充分利用了监管套利:允许无 KYC 的存款和交易,任意列出交易对,并提供冷门交易对 125 倍的杠杆——可以说是在运营一家赌场。

未来的反弹显而易见,也无可避免。CZ 的赌注是,他会发展壮大到足以让这一切值得,并拥有足够的资本(包括金融和政治资本)来减轻后果。这一清算在 2024 年到来,当时他被判处在美国最低安全级别监狱服刑 4 个月,币安也被迫支付 43 亿美元的罚款。可以说,SBF 在客户存款中寻找杠杆,而 CZ 则在将自己置于执法行动之下寻找杠杆。可以肯定地说,如果币安没有发展到如今的规模,他面临的监管措施将更类似于 Tornado Cash 开发者们所面临的长达数十年的刑期,而整个行业对这位「史上最佳」CZ 的看法也将截然不同。

结论

恺撒的目标随着他的成功不断上移,因此他需要无限的杠杆——从统计学上讲,他的破产只是时间问题。而屋大维则在早期就将他的整个投资组合拿去冒险(这是冒险的最佳时机,风险资本最小),随着资本规模的增长和收益相对于目标的缩水,他放弃了冒险。

Do Kwon 将整个系统建立在杠杆之上,不是作为实现目标的手段,而是作为目标本身。像恺撒一样,他最终被「强制平仓」。SBF 的道路本不必如此悲惨。他做出了道德上值得质疑、高度违法且杠杆率极高的决定——尽管几乎所有伟大的历史人物都如此。关键区别在于,他未能在回报衰减时降低风险。相反,CZ 则精通此道。

杠杆是一个极其强大的工具。如果使用得当,它可以最大化正向预期价值的机会,并促成改变人生的决定。然而,误判或过度杠杆可能毁掉你。我最大的收获是,将杠杆变成习惯——对无杠杆回报麻木——从统计上讲会导致毁灭。不断增加的目标最终会让你远远低于最初的目标。明确的目标能有效控制风险。

「每场战斗都有运气的成分;忽视运气,灾难就会随之而来」——《罗马:全面战争》加载画面

Bacaan Terkait

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报2j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报2j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

Penulis asli: Zhang Yaqi Sumber asli: Wall Street News Pasar saham global terus mencetak rekor tertinggi didorong oleh gelombang AI, tetapi bahan bakar yang mendukung kenaikan ini semakin berbahaya—dari AS hingga Korea Selatan, saldo pembiayaan dan skala ETF berleveraj telah mencapai batas sejarah. Sifat pro-siklus dari leveraj itu sendiri memperbesar risiko ekor volatilitas pasar secara berlipat ganda. Saldo utang margin di AS melonjak 54% pada Mei, menyentuh puncak sejarah $1,4 triliun. Sementara itu, total aset ETF berleveraj hampir menggandakan dalam kurang dari 70 hari, mencapai lebih dari $220 miliar pada awal Juni. Risiko dari kegilaan penambahan leveraj ini pertama kali terlihat di pasar Korea: Indeks KOSPI anjlok 10% pekan lalu, memicu circuit breaker, kemudian rebound dengan cepat, dan kembali terhenti, menyebabkan volatilitas yang parah dan melemahkan saham terkait AI di AS. Barclays memperingatkan bahwa dana berleveraj telah membeli sekitar $300 miliar dalam produk turunan terkait saham dan indeks sejak akhir Maret. Jika perlu ditutup secara terpusat dalam waktu singkat, dampaknya akan "mengerikan". Morgan Stanley juga mengingatkan bahwa ketergantungan pembeli marginal pada pembiayaan leveraj belum pernah terjadi sebelumnya, dan pembiayaan ini menjadi lebih mahal dan langka. Charles Schwab telah memperketat persyaratan margin. Leveraj ETF tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga dapat mendistorsi harga saham yang dilacaknya—efek "ekor yang mengibaskan anjing". Peningkatan dana memaksa pembelian derivatif, yang di-lindung nilai dengan membeli saham fisik, mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Mekanisme ini juga bekerja secara terbalik saat tren berbalik, menciptakan spiral negatif yang memperkuat diri sendiri. Pasar Korea berfungsi sebagai contoh peringatan: KOSPI naik 87% tahun ini, didorong oleh raksasa chip memori seperti Samsung dan SK Hynix. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi ditambah dengan leveraj ekstrem meningkatkan kerapuhan pasar. Leveraj di pasar Korea diperkirakan antara 2x hingga 5x, dengan penurunan 16-36% berpotensi memicu margin call. Otoritas Korea menyatakan penyesalan karena tidak menghentikan penerbitan dana saham berleveraj tunggal yang berisiko tinggi, yang 92% dipegang oleh investor ritel. Biaya pembiayaan saham juga meroket. Spread antara tingkat pembiayaan tersirat untuk berjangka S&P 500 dan suku bunga acuan SOFR (diukur oleh kontrak AXW) mencapai level tertinggi sejak Desember 2020, menunjukkan tekanan. Sementara itu, eksposur aset ekuitas yang dipegang oleh dealer utama AS melalui pembiayaan sekuritas mencapai rekor $223 miliar. Kenaikan pasar sangat terkonsentrasi di sektor teknologi informasi, yang berarti kenaikan didukung oleh dana berleveraj di segelintir saham. Morgan Stanley memperingatkan tentang risiko non-linier: biaya pembiayaan yang tinggi menghentikan pembeli berleveraj, menghilangkan pembeli marginal dan momentum naik. Koreksi harga kemudian memicu deleveraj, yang memperbesar tekanan jual. Indeks kondisi keuangan telah mengencar, tetapi kenaikan pasar saham menutupi tekanan ini. Jika deleveraj memicu penurunan pasar, investor harus menilai ulang kondisi keuangan dan jalur kebijakan Fed. Kekuatan teknis yang sebelumnya memperbesar momentum naik melalui ekspansi leveraj mungkin mulai memotong ke arah sebaliknya.

marsbit2j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片